Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) RW 04, Kelurahan Jemur Wonosari, Kota Surabaya Tresiyani Mettasari Liesawan; Jesseline Carissa Novita
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.389 KB) | DOI: 10.21580/dms.2021.211.8036

Abstract

The COVID-19 pandemic has had many impacts on various fields. One of those affected is micro, small, and medium enterprises (MSMEs). Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) in RW 04, Jemur Wonosari, Surabaya, is a place that produces or empowers hydroponic vegetables. The marketing and sales system was still very conventional and by word of mouth that KRPL struggled during the pandemic. Therefore, an empowerment of KRPL was held with the hope that it could help the development of business through marketing. This service conducted interviews to find more detailed information, to create business logos, signboards, e-commerce and at last, the results were presented to RW 04 and KRPL.Pandemi COVID-19 banyak memberi dampak pada berbagai bidang. Salah satu yang terkena dampaknya adalah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang ada di RW 04, Jemur Wonosari, Surabaya adalah tempat yang memproduksi atau memberdayakan sayuran hidroponik. Sistem pemasaran dan penjualan produk masih sangat tradisional dan secara manual dari mulut ke mulut sehingga KRPL mengalami kesulitan saat pandemi. Oleh karena itu, diadakan pemberdayaan kawasan KRPL dengan harapan dapat membantu mengembangkan usaha masyarakat melalui pemasaran. Pengabdian ini melakukan wawancara untuk menemukan informasi lebih detail, membuatkan logo usaha, papan nama, e-commerce dan setelah itu akan dilakukan presentasi hasil ke pihak RW 04 dan KRPL. 
Analisis Tata Ruang dan Makna Simbolis Ragam Hias Binatang pada Klenteng Tulus Harapan Kita (Thian Huo Kiong) Gorontalo Tresiyani Mettasari Liesawan; Jesseline Carissa Novita
Jurnal Desain Interior Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i1.8997

Abstract

Klenteng adalah tempat ibadah Tionghoa yang identik dengan warna merah pada bangunannya. Tak hanya warna, klenteng juga memiliki pembagian ruang khusus untuk altar sembahyang yang biasanya terbagi dalam beberapa area. Masing-masing area memiliki keunikan tersendiri yang menarik untuk dianalisa interiornya. Di Klenteng Tulus Harapan Kita (Thian Huo Kiong) Gorontalo terdapat beberapa ragam hias makhluk hidup yang diterapkan pada interior baik berupa lukisan maupun ukiran di dinding. Ragam hias makhluk hidup yang paling sering dijumpai pada klenteng ini adalah naga dan singa dimana elemen-elemen ini memiliki makna simbolis masing-masing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembagian tata ruang dalam interior Klenteng Tulus Harapan Kita (Thian Huo Kiong) Gorontalo dan makna simbolis dari ragam hias binatang yang terdapat di dalam klenteng. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data akan dilakukan dengan dua cara yakni teknik observasi dan studi literatur.