Fenty Ratna Indarti
Departement Of Architecture, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE HOLISTIC PERFORMANCE OF AN ENVIRONMENTAL APPROACH: SENEDD CASE STUDY Fenty Ratna Indarti
Journal of Architecture&ENVIRONMENT Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2355262x.v19i2.a7719

Abstract

As the awareness of climate change increased, more sustainable designs are available for not only domestic building but also non domestic building. Focusing on integration with the environmental condition of the site, Senedd (The National Assembly of Wales) is designed to embrace nurture the potential of its site. The utilisation of environmental approach on management, energy, water, materials, pollution, health and wellbeing, waste and innovation leads to an excellent BREEAM rating for the building. This paper aims to study the integration of each environmental consideration utilised in the building. The investigation illustrates how the building perform in three aspects: daylight, natural ventilation and thermal comfort. The study represents that a balance of environmental design approach is demonstrated in the building to achieve its best performance by maximising passive strategies instead of active system.
Desain Skyfarming: Area Produksi Pertanian Futuristik pada Lahan Produktif yang Terindustrialisasi Devi Novita Sari; Fenty Ratna Indarti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v11i5.97953

Abstract

Sektor industri kini menjadi sektor andalan negara untuk mendongkrak kegiatan perekonomian yang berpengaruh besar terhadap tingkat kemakmuran rakyatnya. Industrialisasi merupakan fenomena yang umum terjadi dalam prosesnya, pembukaan lahan baru untuk pembangunan infrastruktur industri kini mulai marak dijalankan. Parahnya, konversi lahan mulai merambah pada alih fungsi lahan produktif, hal ini akan menimbulkan permasalahan baru yakni penurunan kuantitas hasil pangan yang rentan mempengaruhi ketahanan pangan. Selain itu dampak lain dari kehadiran industri di area pertanian adalah adanya polutan yang dilepaskan ke lingkungan sekitarnya sehingga berdampak buruk bagi kesehatan warga sekaligus menurunkan kualitas tanaman pangan. Dengan menggunakan scenario based design dan pendekatan dystopia, penulis merancang sebuah gagasan baru mengenai bentuk pertanian di masa mendatang menanggapi isu industrialisasi. Berbasis Shared Socioeconomic Pathway (SSP) dengan titik acuan waktu pada tahun 2100, rancangan menjadikan skenario tersebut menjadi threats yang harus dihadapi oleh pertanian dan berperan dalam proses developing concept. Rancangan skyfarming merujuk pada prinsip-prinsip fisika, kinerja benda sekitar seperti xylem dan floem, preseden-preseden baik terbangun maupun belum terbangun, sekaligus teknologi yang mungkin diwujudkan di masa mendatang. Rancangan ini menjadi salah satu contoh bagaimana arsitektur mampu melahirkan bentuk baru dari pertanian melalui respon skenario distopia di masa depan.