This Author published in this journals
All Journal LIMNOTEK
Dini Daruati
Departement of Geography, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI SPASIAL DAYA SERAP TANAH DAN LAHAN KRITIS UNTUK PENENTUAN LOKASI PRIORITAS PERBAIKAN DAS Dini Daruati; Apip Arief
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 24 No. 1 (2017)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2017.13332

Abstract

aya serap tanah terhadap air dan tingkat kekritisan lahan dapat digunakan sebagai indikator dalam menentukan prioritas perbaikan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang nantinya dipakai dalam suatu pengelolaan DAS.  Terganggunya lokasi-lokasi yang berfungsi untuk menyimpan air DAS Batanghari akibat dari perubahan penggunaan lahan, perubahan iklim, dan peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan terganggunya lokasi-lokasi untuk menyimpan air. DAS Batanghari  luasnya mencapai lebih dari empat juta hektar dan kondisinya termasuk kritis maka diperlukan analisis spasial untuk mengetahui kawasan prioritas konservasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial menggunakan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (PJ dan SIG). Dilakukan kuantifikasi nilai runoff curve number (CN) untuk mengetahui daerah yang mempunyai serapan rendah, sedang dan tinggi. Kemudian dilakukan tumpangsusun antara peta CN dan peta lahan kritis DAS Batanghari. Hasilnya adalah informasi spasial kawasan  prioritas perbaikan fungsi DAS. Lokasi prioritas dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan informasi data lahan kritis, yaitu  tipe 1, 2, dan 3. Kawasan prioritas konservasi tipe 1 paling luas berada di Kabupaten Muarojambi dan Tanjungjabung Timur, kawasan prioritas konservasi tipe 2 paling luas berada di Kota Jambi dan Dhamasraya, sedangkan kawasan prioritas tipe 3 paling luas berada di Kota Jambi, Dhamasraya, dan Tanjungjabung Timur.
ZONASI RESAPAN AIR HUJAN SEBAGAI DASAR KONSERVASI SUMBER DAYA AIR DAS CIMANUK Muhammad Fakhrudin; Dini Daruati
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 24 No. 1 (2017)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2017.13336

Abstract

Prosentase air hujan yang meresap ke dalam tanah merupakan hal sangat penting dalam konservasi sumber daya air. Air hujan yang meresap dalam tanah, dapat sebagai pasokan air tanah dan menstabilkan aliran sungai. Tujuan penelitian ini adalah melakukan zonasi resapan air hujan DAS Cimanuk bagian hulu untuk evalusi kondisi resapan air saat ini dan arahan pemanfaatan lahan pada masa yang akan datang. Zonasi resapan air hujan diperoleh dengan menumpang susunkan peta kelas infiltrasi, peta kelas kelulusan batuan/tanah, peta kelas lereng dan peta kelas curah hujan dan peta kelas penggunaan lahan dengan Sistem Informasi Geografi. Hasil zonasi menunjukkan bahwa resapan air potensial yang tergolong rendah sampai sangat rendah sebesar 44,05%, zona resapan sedang sebesar 46,00%, zona resapan tinggi sebesar 9,89%, zona resapan sangat tinggi sebesar 0,02%. Hal ini mempunyai arti bahwa secara alami kapasitas resapan lahan terhadap air hujan pada DAS Cimanuk tergolong rendah. Pada penggunaan lahan saat ini terjadi penurunan resapan pada kelas tinggi sebesar 1.805 ha dan ini perlu diwaspadai mengingat zona resapan tinggi mempunyai peran penting dalam pengendalian banjir dan kekeringan. Pada masa mendatang pemanfaatan lahan untuk pemukiman atau areal terbangun diprioritaskan pada zona resapan air yang tremasuk sangat rendah – rendah, guna menjaga keseimbangan kapasitas infiltrasi DAS Cimanuk