Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TASAWUF DAN PERUBAHAN SOSIAL: Kajian Tokoh Umar bin Abdul Aziz Ning Ratna Sinta Dewi
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v1i1.127

Abstract

Tasawuf sosial adalah tasawuf yang tidak hanya mementingkan kesalehan individu saja. Akan tetapi tasawuf sosial ini juga peka dan terlibat dalam sebuah gerakan untuk melakukan suatu perubahan dalam kehidupan sosial. Beranjak dari sebuah tradisi keilmuwan seperti yang ada di pesantren dan perguruan tinggi Islam lainnya. Adanya usaha untuk mencari jalan terhadap perubahan tasawuf yang berhubungan dengan kehidupan sosial yang ada di Indonesia khususnya. Model penampilan dari tasawuf di masa modern seperti sekarang ini tidak harus menjauhi kekuasaan, tetapi justru harus masuk dan berbaur ditengah-tengah pergulatan politik dan kekuasaan. Karena sikap menjauhi kekuasaan menunjukkan sikap lemah dan ketidakberdayaan. Dengan kata lain dapat dijelaskan, bahwa tasawuf sosial bukanlah tasawuf yang bersifat tertutup dan isolatif, melainkan tasawuf ini akan aktif ditengah-tengah pembangunan yang terjadi di masyarakat, bangsa dan juga negara. Yang mana menjadi tuntutan dan tanggungjawab sosial dari tasawuf tersebut. Tasawuf yang diharuskan tidak harus uzlah dari keramaian, sebaliknya tasawuf harus memiliki peran dan aktif dalam kehidupam secara total, baik dalam bidang sosial, politik, ekonomi ataupun yang lainnya. Oleh karena itu, peran sufi harus bersikap lebih empirik, pragmatis dan fungsional dalam menyikapi dan memandang kehidupan secara nyata.
Between Theology and Poverty in the Malay Community in Deli Serdang Ning Ratna Sinta Dewi
al-Lubb: Journal of Islamic Thought and Muslim Culture Vol 1, No 2 (2019): al-Lubb: Journal of Islamic Thought and Muslim Culture
Publisher : Program Doktor Akidah dan Filsafat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/lubb.v1i2.7882

Abstract

The background of this writing departs from the Malays' life, who always identified with poverty, ignorance, and backwardness. Yet history has noted that the value of the Malay tribe in Indonesia. The gentle language, the customs are majestic and coupled with the use of Malay Arabic script in every educational institution in several regions in Indonesia. This makes the Malay people as the pride of the Indonesian nation. In contrast to the current situation, the Malay people live in poverty and stay away from the city's civilization. Coastal is the residential area of the Malay tribes in North Sumatra, especially the Malay tribe in Deli Serdang Regency. This location is a place of research because it is a coastal region where the majority of the population is ethnic Malay. The purpose of this study is to find out how the understanding of the Malay community on the issue of poverty and the correlation of theology.