Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS PERILAKU KELOMPOK DALAM ORGANISASI FORUM ANTI FITNAH DAN HOAX (FAFHH) Zakaria Satrio Darmawan; Angga Pradipta Baskoro
J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.504 KB) | DOI: 10.31294/kom.v7i1.8610

Abstract

Analisis ini berisi tentang perilaku dalam organisasi FAFHH (FORUM ANTI FITNAH ), dengan metode partisipasi observasi dimana peneliti tidak hanya menggunakan metode pengumpulan data atau studi pustaka namun juga ikut berpartisipasi dalam organisasi FAFHH. Metode analisis yang dipakai adalah kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian organisasi akan berkembang dengan baik jika hubungan antara anggota dan pimpinan dikategorikan cukup baik secara personal maupun professional kerja, hubungan personal dibangun atas dasar ketertarikan terhadap hal yang sama, secara profesional adalah dengan menjalankan tugas yang sudah diberikan dengan baik sesuai karena akan dievaluasi secara berlaka.
Komodifikasi Pengarah Acara Di Era Peralatan Digital: Studi Kasus Liputan 6 Surya Citra Televisi Zakaria Satrio Darmawan
Avant Garde Vol 7, No 2 (2019): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v7i2.940

Abstract

This research attempts to explain the commodification of workers of a program director in the mass media industry, a case study on Liputan 6 SCTV. The researcher applies the concept of Media Political Economy theory, which is the focus of the research of workers' commodification. This research uses a critical paradigm with a qualitative approach and case study methods. This research revealed that SCTV Television Media continues to develop business and innovation to adapt to the development of the media and technology industry, including the application of digital equipment. In doing so, there is a commodification of workers in the coverage of SCTV 6 through the addition of workload and responsibilities or the provision of dual tasks and low wages. The forms of commodification that occur are body exploitation, economic exploitation, and ability exploitation. The Program Director accepts exploitation as natural for his profession because of the benefit principle process. With limited human resources utilized to be able to maximize the ability to be able to complete two or more jobs at one time with the reward not directly proportional to the workload provided.
Komodifikasi Pekerja: Studi Kasus Liputan 6 Surya Citra Televisi Zakaria Satrio Darmawan
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11822

Abstract

Konglomerasi yang dilakukan oleh para pemilik modal semakin marak. Praktik monopoli media penyiaran seperti yang dilakukan oleh beberapa kelompok konglomerat seperti grup MNC mempunyai empat stasiun televisi yang bersiaran secara nasional (RCTI, MNCTV, Global TV dan iNEWS TV). Viva group memiliki ANTV dan TV One, Trans Corp menguasai Trans TV dan Trans 7, dan Emtek memiliki SCTV, Indosiar dan Moji sebelumnya bernama O Channel. Konglomerasi media seringkali mengarahkan pada komodifikasi. Bentuk praktik konglomerasi media memudahkan kegiatan komodifikasi atau eksploitasi terhadap teks atau pesan bahkan pekerja. Kemudahan dalam bekerja di televisi tidak serta merta membawa kenikmatan bagi pekerja, apalagi melihat dari efek konglomerasi pengusaha terhadap media. Modal besar dalam berinvestasi pada media televisi ini harus berbanding lurus dengan keuntungan yang di dapat dari perolehan iklan, dengan sebisa mungkin memanfaatkan sumber daya manusia semaksimal mungkin. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Hasil penelitian ini terjadi komodifikasi pekerja di liputan 6 SCTV dengan penambahan beban dan tanggungjawab kerja atau pemberian tugas ganda. Bentuk komodifikasi yang terjadi adalah eksploitasi tubuh dan eksploitasi kemampuan. Penata cahaya menerima eksploitasi sebagai hal yang wajar bagi profesinya karena adanya proses azas manfaat. Keterbatasan sumber daya manusia dimanfaatkan untuk dapat memaksimalkan kemampuan dapat menyelesaikan dua atau lebih pekerjaan dalam satu waktu dengan imbalan tidak berbanding lurus dengan beban kerja yang diberikan.
Ethical Leadership in Information Technology Decision Making and its Impact on Risk Management Purwo Agus Sucipto; Maria Jashinta Elisabet Hamboer; Nazaruddin Ahmad; Zakaria Satrio Darmawan; Filda Angellia
Jurnal Minfo Polgan Vol. 12 No. 2 (2023): Artikel Penelitian 2023
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v12i2.13173

Abstract

In the rapidly growing digital era, information technology has become an integral part of almost all aspects of our lives, including in the world of business and management. Appropriate and effective use of information technology is the key to achieving competitive advantage in today's competitive business environment. However, making decisions related to information technology is not an easy task, as information technology is often complex and high-risk. The purpose of this study is to analyse ethical leadership in information technology-related decision making and its impact on risk management. The method used is a qualitative literature review that focuses on an in-depth understanding of the topic in the time span from 2006 to 2023. The main objective of this method is to identify, analyse, and synthesise relevant scientific literature that has been published in various journals, conference papers, and other academic sources accessible through Google Scholar. The study results show that ethical leadership plays a central role in ensuring that IT-related decisions are taken with ethical principles in mind and with the aim of minimising risk. Ethical leadership contributes to the avoidance of data misuse, creating a culture of transparency and accountability, ensuring fair use of technology, and being mindful of the impact of IT decisions on society and the environment.
Pelatihan dan pendampingan citizen jurnalism dengan menggunakan handphone pada SMK Triguna 1956 Desy Mariani; Zakaria Satrio Darmawan; Suwadi Suwadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38924

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi smartphone dan media sosial di kalangan remaja belum dibarengi dengan keterampilan produksi konten yang mumpuni. Temuan awal pada siswa SMK Triguna 1956 menunjukkan bahwa meski seluruh siswa aktif bermedia sosial, mayoritas belum memahami teknik penulisan naskah dan sinematografi yang benar, sehingga konten yang dihasilkan berisiko kurang akurat atau tidak terstruktur. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan citizen journalism (jurnalisme warga) agar mampu memproduksi konten yang menarik, sinematik, informatif, serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya (anti-hoaks). Metode pelatihan dilakukan melalui empat sesi utama yang meliputi: (1) pembekalan teknik penulisan naskah berbasis format 5W+1H, (2) pelatihan teknik sinematografi dan editing menggunakan aplikasi smartphone, (3) sosialisasi etika bermedia sosial secara bijak, dan (4) pendampingan praktik produksi konten secara berkelompok. Hasil dari pelatihan, peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan menyusun narasi, mengambil gambar dengan sudut (angle) yang tepat, dan mengolah visual menjadi informasi yang terstruktur. Siswa mulai memiliki insting jurnalistik dalam menganalisis peristiwa untuk dijadikan konten. Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta masih membutuhkan pengembangan rasa percaya diri dalam melakukan teknik wawancara mendalam. Serta pelatihan ini berhasil meningkatkan literasi digital dan keterampilan teknis siswa dalam memproduksi karya jurnalisme warga secara mandiri. Kata Kunci: citizen journalism; sinematografi; penulisan naskah; media sosial; seluler AbstractThe development of smartphone technology and social media among teenagers has not been accompanied by adequate content production skills. Initial findings among students of Triguna 1956 Vocational School indicate that although all students are active on social media, the majority do not yet understand proper scriptwriting and cinematography techniques, so that the resulting content is at risk of being inaccurate or unstructured. This Community Service (PKM) activity aims to equip students with citizen journalism skills so they are able to produce content that is interesting, cinematic, informative, and can be accounted for its truth (anti-hoax). The training method is carried out through four main sessions which include: (1) provision of scriptwriting techniques based on the 5W + 1H format, (2) training in cinematography and editing techniques using smartphone applications, (3) socialization of wise social media ethics, and (4) mentoring in group content production practices. As a result of the training, participants showed significant improvements in their ability to compose narratives, take pictures from the right angles, and process visuals into structured information. Students began to develop journalistic instincts in analyzing events to be used as content. However, evaluation results indicated that participants still needed to develop their confidence in conducting in-depth interviews. Furthermore, the training successfully improved students' digital literacy and technical skills in producing citizen journalism independently. Keywords: citizen journalism; cinematography; scriptwriting; social media; mobile