Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DISMINOREA DENGAN MOTIVASI UNTUK PERIKSA KE PELAYANAN KESEHATAN DI AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Y. Widyastuti Y. Widyastuti
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v1i1.16

Abstract

ABSTRACT Disminorea as one of the symptoms that interfere with daily activities disminorea patient. But is often regarded as a minor without knowing disminorea can be caused by a gynecologic disorder that can affect infertility, pain,even death.The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge about disminorea young women with the motivation to check into the health service at the Academy of Midwifery Budi Mulia Palembang in 2011.The research method used in this study is to survey the analytic approach to the Cross Sectional, the data obtained by using questionnaires that were distributed. The samples taken with a purposive sampling technique that is most students are experiencing at the Academy of Midwifery disminorea Budi Mulia Palembang by the number of samples of 82 people. The results of analysis of the 82 respondents found the level of knowledge of good responders were 42 respondents (51,2). The level of knowledge of respondents about 40 respondents (48,8%). Good level of motivation of respondents were 44 responden (53,7%) of respondents lacking motivation levels by 38 responden (46,3%). From the analysis of data showed no significant relationship between knowledge about disminorea teenage daughter with the motivation to check out. From the results of research to improve learning about in order to reduce the impact disminorea disminorea involved.. ABSTRAK Disminorea sebagai salah satu gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.Tetapi disminorea seringkali dianggap sebagai hal yang ringan tanpa mengetahui disminorea bisa disebabkan oleh kelainan ginekologik yang dapat mempengaruhi infertilitas, kesakitan, bahkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang disminorea dengan motivasi untuk periksa ke pelayanan kesehatan di Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang Tahun 2011. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan secara Cross Sectional, data diperoleh dengan menggunakan kuisioner yang dibagikan. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling yaitu sebagian mahasiswi yang mengalami disminorea di Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang dengan jumlah sampel 82 orang. Hasil analisa dari 82 orang responden didapatkan tingkat pengetahuan responden baik sebanyak 42 responden (51,2%). Tingkat pengetahuan responden kurang sebanyak 40 responden (48,8%). Tingkat motivasi responden baik sebanyak 44 responden (53,7%) tingkat motivasi responden kurang sebanyak 38 responden (46,3%). Dari hasil analisa data menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan remaja putri tentang disminorea dengan motivasi untuk periksa. Dari hasil penelitian untuk meningkatkan pembelajaran mengenai disminorea agar mengurangi dampak yang dilibatkan disminorea.
HUBUNGAN ANTARA STATUS GRAVIDA DAN RIWAYAT PENYAKIT GENETIK PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PRE-EKLAMPSIA BERAT DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG TAHUN 2012 Y. Widyastuti Y. Widyastuti
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.32 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v3i1.40

Abstract

ABSTRACT Preeclampsia is a disease with signs of hypertension, edema, and protein urine due to pregnancy. In Indonesia preeclampsia is still one of the cause of maternal death, range 1,5 % - 2,5 %. The purpose of this study is to determine the relationship between maternal disease and a history of gravida with severe preeclampsia incidience in the General Hospital Center Dr. Mohammad Hoesin Palembang in 2012. The method used in this reserch is Analytical research with Cross Sectional Design. The Population in this research is a case of delivering mothers with severe preeclampsia and control mothers with lower preeclampsia. The number of samples is 242 maternal, 181 maternal with weight preeclampsia and 61 maternal with lower preeclampsia. The data analysis conducted univariate and bivariate statistics with Chi-Square test with significance level α = 0,05. For the univariate analysis of 242 maternal, 181 mothers ( 74,8 % ) with severe preeclampsia.which belong to the category of mother with primigravida as much as 131 people ( 72,3 % ) and maternal with history of genetic maternal illnes of 90 people ( 49,7 % ) . while the results of the bivariate analysis, Chi-square statistical test showed that there was sifnificant association between gravida status with weight preeclampsia accident where ( p value = 0,008 ) and also significant relationship between history of genetic maternal illnes with weight preeclampsia accident where ( p value = 0,012 ). We hope this research can be turn of weight preeclampsia accident Suggestion with prevention, early diagnose and prompt treatment with Antenatal Care Consistenly. ABSTRAK Preeklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema, dan protein urine akibat kehamilan. Diindonesia preeklampsia berat masih merupakan salah satu penyebab kematian ibu berkisar antara 1,5% - 2,5 %.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gravida dan riwayat penyakit genetik pada ibu hamil dengan kejadian preeklampsia berat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Survei Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kasus ibu hamil dengan preeklampsia berat dan kontrol yaitu ibu hamil dengan preeklampsia ringan. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 242 ibu hamil, terdapat 181 ibu yang menderita Preeklampsia berat dan 61 ibu menderita preeklampsia ringan. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square melalui tingkat kemaknaan α = 0,05. Untuk hasil analisa univariat dari 242 ibu hamil, 181 ibu ( 74,8 % ) menderita preeklampsia berat. Yang termasuk kategori ibu dengan primigravida sebanyak 131 orang ( 72,3 % ) dan ibu yang mempunyai riwayat penyakit genetik sebanyak 90 orang ( 49,7 % ). Sedangkan hasil dari analisa bivariat, uji statistik Chi-Square menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara status gravida dan kejadian preeklampsia berat dimana ( p value = 0,008 ) dan ada hubungan yang bermakna antara riwayat penyakit genetik dengan kejadian preeklampsia berat dimana ( p value = 0,012 ). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian preeklampsia berat tentunya dengan melakukan pencegahan dan deteksi dini melalui pemeriksaan secara teratur.
HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI METODE OPERASI WANITA (MOW) DI POLIKLINIK KEBIDANAN RS BHAYANGKARA PALEMBANG TAHUN 2012 Y. Widyastuti Y. Widyastuti
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.488 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v3i2.47

Abstract

ABSTRACT [In advanced countries the number of permanent contraception option ( kontap ) approximately 10 % of all national family planning methods , while in Indonesia reached approximately 5.7 % . Based on data obtained from medical records Bhayangkara Hospital Palembang in 2010 the number of achievement when seen from the percentage of contraceptive use is only 9.10 % The purpose of this study is known age and parity relationship with the selection of contraceptive methods Surgery Women ( MOW ) in Palembang RS.Bhayangkara obstetrics clinic in 2012 . This study uses the analytic survey with cross sectional approach . The population in this study were women who become new acceptors were recorded in medical records at the hospital . Palembang Bhayangkara Hospitals January 1, 2012 to December 31 in 2012 . The sample in this study is part of a whole number of new acceptors ( either using contraception methods MOW and other family planning methods ) were registered in the hospital . Palembang Police Hospitals of January 1, 2012 to December 31 years of data 2012.Analisa univariate and bivariate statistical Chi - Square test with significance level α = 0.05 . The results showed there were 80 respondents ( 46.3 % ) who became MOW contraceptive acceptors , acceptors who have old age by 45 respondents ( 56.3 % ) and who has a young age by 35 respondents ( 43.8 % ) . acceptors which have high parity were 44 respondents ( 55 % ) who had low parity and a total of 36 respondents ( 45 % ) . From the results of Chi-square test value obtained ρ = 0.00 is smaller than α = 0.05 . There is a significant correlation between age and the selection of MOW Chi square test results obtained ρ value = 0.00 and there was a significant association between parity with the election MOW Chi square test results obtained ρ value = 0 , . From these results , it is expected to power health, especially family planning services at the hospital . Palembang Police Hospitals in order to improve the quality of family planning services in an effective, efficient , and safe are considered particularly suitable for users of contraception OperatingMethodWomen(MOW). ABSTRAK Di negara sudah maju jumlah pilihan kontrasepsi mantap (kontap) sekitar 10% dari semua metode KB nasional, sedangkan di Indonesia baru mencapai sekitar 5,7 %. Berdasarkan data yang diperoleh dari Rekam medik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang tahun 2010 Jumlah pencapain tersebut jika dilihat dari persentasi penggunaan kontrasepsi MOW hanya 9,10% Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan umur dan paritas dengan pemilihan alat kontrasepsi Metode Operasi Wanita (MOW) di poliklinik kebidanan RS.Bhayangkara Palembang Tahun 2012. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita yang menjadi akseptor KB Baru yang tercatat di rekam medik di RS. Bhayangkara Palembang tanggal 1 januari 2012 sampai dengan 31 Desember tahun 2012. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari seluruh jumlah akseptor KB Baru (baik yang menggunakan alat kontrasepsi Metode MOW maupun Metode KB lain) yang teregister di RS. Bhayangkara Palembang dari tanggal 1 januari 2012 sampai dengan 31 Desember tahun 2012.Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan dari 80 responden terdapat (46,3%) yang menjadi akseptor kontrasepsi MOW, akseptor yang memiliki umur tua sebanyak 45 responden (56,3%) dan yang memiliki umur muda sebanyak 35 responden (43,8%). akseptor yang memiliki paritas tinggi sebanyak 44 responden (55%) dan yang memiliki paritas rendah sebanyak 36 responden (45%). Dari hasil uji Chi square didapatkan ρ value = 0,00 lebih kecil dari α = 0,05. Ada hubungan yang bermakna antara umur dengan pemilihan MOW dari hasil uji Chi square didapatkan ρ value = 0,00 dan ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan pemilihan MOW hasil uji Chi square didapatkan ρ value = 0,.Dari hasil penelitian ini, diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya pelayanan KB di RS. Bhayangkara Palembang agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan KB secara efektif, efisien, dan aman yang dianggap cocok bagi penggunanya khususnya mengenai kontrasepsi Metode Operasi Wanita (MOW).