Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PEKERJAAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS SEMUNTUL KABUPATEN BANYUASIN TAHUN 2012 Tirta Anggraini Tirta Anggraini
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 2 No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v2i1.21

Abstract

ABSTRACT Exclusive breastfeeding is breastfeeding as early as possible after delivery and provided no timetable was given no other food, although only the mineral water to infants aged 6 months. Proportion of exclusive breastfeeding in South Sumatra in the year 2011 amounted to 36,33%, specifically in the Kabupaten Semuntul, the proportion of exclusive breastfeeding in the year 2011 amounted to 76,33% while Puskesmas Semuntul Kabupaten Banyuasin in 2011 amounted to 75 %. The purpose of this study to determine the relationship between knowledge and work of mothers exclusively breastfeeding at Puskesmas Semuntul Kabupaten Banyuasin in 2012. This research design is an analytical survey with cross sectional approach in which data pertaining to the independent variables (knowledge and work and the dependent variable (exclusive breastfeeding) were collected at the same time. The population in this study were all mothers who have babies aged 7-12 months who came to Puskesmas Semuntul Kabupaten Banyuasin on May 2012. With a total sample of 40 respondents to the total polulasi taken by accidental sampling technique each variable under study and then analyzed using Chi-square analysis with significance level a (0.05). From the analysis shows that respondents who gave exclusive breast feeding as many as 57.5% and 42.5% who did not give exclusive breastfeeding. Knowledgeable both mothers of 60.0% and 40.0% of mothers are less knowledgeable, highly educated mothers of 37.5% and less educated mothers of 62.5%. From Chi-Square statistical test showed an independent and dependent variables showed that relation between knowledge (P value = 0.002) and work (P value = 0.006) with exclusive breastfeeding in Puskesmas Semuntul Kabupaten Banyuasin in the year 2012. Thus health workers to give more information about exclusive breastfeeding. ABSTRAK ASI eksklusif merupakan pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya air putih sampai bayi berumur 6 bulan. Proporsi pemberian ASI eksklusif di Sumatera Selatan pada tahun 2011 sebesar 36,33%, khusus di Kabupaten Banyuasin proporsi pemberian ASI eksklusif pada tahun 2011 sebesar 76,33 % sedangkan di Puskesmas Semuntul Kabupaten Banyuasin Tahun 2011 sebesar 75 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan pekerjaan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di di Puskesmas Semuntul Kabupaten Banyuasin Tahun 2012. Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional dimana data yang menyangkut variabel bebas (pengetahuan dan pekerjaan) dan variabel terikat (pemberian ASI eksklusif) dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai bayi usia 7-12 bulan yang datang ke Puskesmas Semuntul Kabupaten Banyuasin Tahun 2012 bulan Mei 2012. Dengan jumlah sampel 40 responden yang menjadi seluruh total populasi dengan menggunakan teknik Accidental Sampling masing-masing variabel yang diteliti kemudian dianalisa dengan menggunakan analisis Chi-Square dengan tingkat kemaknaan a (0,05). Dari analisis diketahui bahwa responden yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 57,5% dan 42,5% yang tidak memberikan ASI eksklusif. Ibu yang berpengetahuan baik sebesar 60,0% dan 40,0% ibu yang berpengetahuan kurang, ibu yang bekerja sebesar 37,5% dan ibu yang tidak bekerja sebesar 62,5%. Dari uji statistik Chi-Square didapatkan variabel dependen dan independen menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (P value = 0,002) dan pekerjaan (P value = 0,006) dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Semuntul Kabupaten Banyuasin Tahun 2012. Dengan demikian petugas kesehatan agar lebih banyak memberikan penyuluhan tentang pemberian ASI eksklusif.
HUBUNGAN ANTARA PEKERJAAN IBU DAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI INSTALASI RAWAT INAP KEBIDANAN RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG TAHUN 2011 Tirta Anggraini Tirta Anggraini
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 2 No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v2i1.27

Abstract

ABSTRACT According to WHO abortion the percentage of births ranges between 750-1000 per 100,000 live births, whereas in developed countries maternal mortality ranges between 5-10 per 100,000 live births. Abortion in developing countries the majority (over 90%) do not secure, thus contributing to about 11-13% of maternal deaths in the world. In Indonesia, an estimated 2-2.5% miscarriage every year, so it can significantly reduce the birth rate to 1.7 per year. Maternal mortality in South Sumatra as much as 5% and 5 maternal deaths are caused by bleeding in the year 2010. At the on General Hospital Dr. Mohammad Hoesin Palembang in 2011 the incidence of abortion amounted to 318 people. The purpose of this study was to determine the employment relationship with the mother and the incidence of abortion of pregnancy spacing on General Hospital Dr. Mohammad Hoesin Palembang in 2011. This research uses descriptive analytical method by crosss sectional approach. The study population was all pregnant women who experience bleeding with gestational age less than 20 weeks as many as 482 people. The research was conducted in May-June 2012. The samples taken by simple random sampling method. Analysis of data using a statistical test Chi - Square. The results of this univariate analysis showed that 178 (81.3%) of respondents who experienced abortion, and 41 (18.7%) of respondents who had not had abortions. 133 (60.7%) of respondents with a mother who worked and 86 (39.3%) of respondents whose mothers did not work. 132 (60.3%) of respondents with a distance of pregnant women <2 years old and 87 (39.7%) of respondents with a distance of pregnant women ≥ 2 years, so the bivariate analysis showed no significant association between maternal employment with the incidence of abortion with a P value = 0.005 and there is a relationship a significant association between the incidence of abortion pregnancy spacing with P value = 0.017. Advice for health workers to seek and improve health education on the prevention and treatment of abortion. ABSTRAK Menurut WHO persentase terjadinya abortus berkisar antara 750-1000 per kelahiran 100.000 kelahiran hidup, sedangkan di Negara maju angka kematian maternal berkisar antara 5-10 per 100.000 kelahiran hidup. Abortus di Negara berkembang sebagian besar (lebih dari 90%) dilakukan tidak aman, sehingga berkontribusi sekitar 11- 13% terhadap kematian maternal di dunia. Di Indonesia, diperkirakan sekitar 2–2,5% mengalami keguguran setiap tahun, sehingga secara nyata dapat menurunkan angka kelahiran menjadi 1,7 pertahunnya. Kematian ibu di Sumatera Selatan sebanyak 5% dan 5 orang kematian ibu disebabkan oleh pendarahan pada tahun 2010. Di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2011 angka kejadian abortus berjumlah 318 orang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pekerjaan ibu dan jarak kehamilan dengan kejadian Abortus di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2011. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan crosss sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil yang mengalami perdarahan dengan usia kehamilan kurang dari 20 minggu sebanyak 482 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei – Juni 2012. Sampel penelitian diambil dengan metode simple random sampling. Analisa data menggunakan uji statistik Chi – Square. Hasil penelitian analisis univariat ini menunjukkan bahwa 178 (81,3%) responden yang mengalami abortus, dan 41 (18,7%) responden yang tidak mengalami abortus. 133 (60,7%) responden dengan ibu yang bekerja dan 86 (39,3%) responden dengan ibu tidak bekerja. 132 (60,3%) responden dengan ibu yang jarak kehamilannya < 2 tahun dan 87 (39,7%) responden dengan ibu yang jarak kehamilannya ≥ 2 tahun, sehingga analisa bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu dengan kejadian abortus dengan P value = 0,005 dan ada hubungan yang bermakna antara jarak kehamilan dengan kejadian abortus dengan P value = 0,017. Saran bagi tenaga kesehatan untuk mengupayakan dan meningkatkan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan dan penanganan abortus.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN STATUS EKONOMI DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS SOSIAL PALEMBANG TAHUN 2012 Tirta Anggraini Tirta Anggraini
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.024 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v3i1.38

Abstract

ABSTRACT According to the World Health Organization (WHO), maternal nutritional status at the time of growth and during pregnancy can affect fetal growth and development. Based on (IDHS) survey of 2007 AKI Indonesia at 228 per 100,000 live births, although this figure is still the highest in Asia. Social health center in Palembang in 2011 the number of pregnant women with good nutritional status of 67 men (97.1%). factors that influence the nutritional status of pregnant women is the temperature of the environment, economic status, habits and views of women to food, age, education, and health status. The purpose of this study is a known relationship education and economic status with nutritional status of pregnant women in the third trimester of Social Health Center Palembang in 2012. This study uses analytic survey with cross sectional approach. The population in this study were all third trimester pregnant women who visit the health center Social Palembang in May 2012, with a sample of 30 respondents. Sampling in this study with non-random methods with techniques Accidental Sampling. Data analysis carried out univariate and bivariate statistics with Chi-Square test with significance level α = 0.05. The results showed than 30 respondents there (73.3%) of respondents that good nutritional status, higher education (76.7%), and high economic status (70.0%). The results of this study showed no significant association education and economic status with nutritional status of pregnant women in the third trimester of Social Health Center Palembang in 2012. From the results of this study, researchers hope to improve the health care workers, especially health services in Antenatal Care services pay more attention to maternal risk of poor nutritional status. ABSTRAK Menurut World Health Organization (WHO), status gizi ibu hamil pada waktu pertumbuhan dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Berdasarkan (SDKI) survei terakhir tahun 2007 AKI Indonesia sebesar 228 per 100.000 Kelahiran Hidup, meskipun demikian angka tersebut masih tertinggi di Asia. Di Puskesmas Sosial Palembang tahun 2011 jumlah ibu hamil yang berstatus gizi baik sebesar 67 orang (97,1%). faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi ibu hamil adalah suhu lingkungan, status ekonomi, kebiasaan dan pandangan wanita terhadap makanan, usia, pendidikan, dan status kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan pendidikan dan status ekonomi dengan status gizi ibu hamil trimester III di Puskesmas Sosial Palembang tahun 2012. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III yang berkunjung di Puskesmas Sosial Palembang pada bulan Mei tahun 2012, dengan jumlah sampel 30 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan metode non random dengan teknik Accidental Sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 responden terdapat (73,3%) responden yang berstatus gizi baik, pendidikan tinggi (76,7%), dan status ekonomi tinggi (70,0%). Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna pendidikan dan status ekonomi dengan status gizi ibu hamil trimester III di Puskesmas Sosial Palembang tahun 2012. Dari hasil penelitian ini, peneliti berharap petugas pelayanan kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan terutama dalam pelayanan Antenatal Care lebih memperhatikan kehamilan ibu yang berisiko status gizi buruk.
HUBUNGAN ANTARA UMUR, PARITAS, TINGKAT PENDIDIKAN DAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA BERAT PADA IBU BERSALIN DI RSUP DR.MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG TAHUN 2011 Tirta Anggraini Tirta Anggraini
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.711 KB)

Abstract

ABSTRACT Preeclampsia is a disease in pregnancy, characterized by increasing blood pressure (hypertension), edema, and protein in urine which generally occurs in the third trimester of pregnancy. According to the World Health Organization as much as 99% of maternal deaths occur during childbirth and postpartum. As for the causes of death that is by 28% of bleeding, 24% of preeclampsia / eclampsia, 11% of infections, and complications during purpureum about 8%, 5% of long confinement, 5% of abortion, and others about 11%. Purpose of this study is to know relationship between factor of age, parity, education, distance of pregnancies with the risk of preeclampsia incidence in the maternity in Dr.Mohammad Hosein General Hospital Palembang in 2011. Case control studies in Dr. Mohammad Hoesin General Hospital Palembang in June 2011. In the study population, known that of 2539 maternal mothers of Dr. Muhammad Hoesin General Hospital Palembang who had severe preeclampsia as many as 239 people (9.4%). In this research, the study sample as many as 255 are divided into 2 groups: 85 cases (incidence of severe weight preeclampsia) and 170 controls (normal birth). Samples were taken by random sampling that meets the criteria of inkulusi. Furthermore, the file was corrected by using a computerized program. File analysis conducted by univariate and bivariate as well as multivariate by using Chi-Square statistical test with a significance level α = 0.05. The results of research of 225 respondents showed that there were 85 respondents had severe weight preeclampsia (33.3%), respondents with severe weight preeclampsia risk of age about 70 respond1ents (27.5%),parity of high risk about 72 respondents (28.2%), and level of low education about 147 respondents (56.9%), high risk of distance-pregnancies within 57 respondents (22.4%). The results of this study showed that there is significant association between maternal age, parity, education level and distance-pregnancies with the incidence of preeclampsia in the maternal mother. The conclusion of multivariate analysis is that from these results obtained the most dominant factor affecting the incidence of severe preeclampsia is distance of pregnancy and age.Odds ratio of 9.506 (95% CI: 1.300 to ABSTRAK Preeklampsia adalah suatu penyakit yang terjadi pada kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah (Hipertensi), oedema, dan protein dalam urine yang umumnya terjadi dalam triwulan ke-3 kehamilan. Menurut World Health Organization sebanyak 99% kematian ibu terjadi pada masa persalinan dan pasca persalinan. Adapun penyebab-penyebab kematian tersebut yaitu oleh 28% perdarahan, 24% preeklampsia /eklampsi, 11% infeksi, 8% komplikasi masa purpureum, 5% partus lama, 5% abortus, lain-lain 11%.Tujuan penelitian ini adalah mengertahui hubungan antara faktor umur,paritas ,pendidikan ,jarak kehamilan dengan resiko kejadian preeklampsia berat pada ibu bersalin di RSUP Dr.Mohammad Hosein Palembang Tahun 2011. Studi Case control di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang bulan Juni tahun 2011. Populasi penelitian di dapat bahwa dari 2539 ibu bersalin di RSUP Dr. Muhammad Hoesin Palembang yang mengalami preeklampsia berat sebanyak 239 orang (9,4 %). Pada penelitian ini jumlah sampel penelitian sebanyak 255 yang dibagi menjadi 2 kelompok 85 kasus (kejadian preeklampsia berat ) dan 170 kontrol ( bersalin normal). Sampel diambil secara random sampling yang memenuhi kreteria inkulusi. Selanjutnya data di olah menggunakan bantuan program komputerisasi . Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dan multivariat dengan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan dari 225 responden terdapat responden mengalami preeklampsia berat 85 (33,3%), responden yang mengalami preeklampsia berat umur beresiko 70 responden (27,5%), paritas berisiko tinggi 72 responden (28,2%), dan tingkat pendidikan rendah 147 responden (56,9%), jarak kehamilan beresiko tinggi 57 responden (22,4).Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara umur ibu, paritas, tingkat pendidikan dan jarak kehamilan dengan kejadian preeklampsia berat pada ibu bersalin. Kesimpulan analilsis multivariat Dari hasil penelitian ini didapatkan faktor paling dominan mempengaruhi kejadian preeklampsia berat adalah jarak kehamilan dan umur Odds rasio sebesar 9,506 (95% CI: 1,300 - 69,510).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI IUD DI KLINIK BERSALIN BUDI MULIA MEDIKA PALEMBANG TAHUN 2013 Tirta Anggraini Tirta Anggraini
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.432 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v4i2.63

Abstract

ABSTRACT [Indonesia is the country with the largest population among the member countries of ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) with a population of more 243.3 million. In Indonesia as many as the number of participants IUD KB 3933611 (11.12%). In South Sumatra planning acceptors IUD 56 027 (4.36%). In Palembang in 2011 the number of participants KB IUD 6,971 (4.44%). At the Maternity Clinic Budi Mulia Medika Palembang in 2012 the number of participants KB IUD 105 (18.6%). The purpose of this study is be knew the factors associated with the use of IUD Contraception in Maternity Clinic Budi Mulia Medika Palembang in 2013. This study uses the Analytic Survey cross-sectional approach. The population in this study were all active acceptors who visit to get family planning services at the Maternity Clinic Budi Mulia Medika Palembang in May - June 2013, earned a total of 32 respondents. Sampling was carried out by the technique of "accidental sampling". Univariate analysis of the results obtained from the use of IUD 10 respondents (31.2%) were not using IUDs and 22 (68.8%), respondents who were at high risk of 9 (28.1%), and highly educated respondents 13 (40 , 6%), and high economic bersosial respondents 10 (31.2%). From bivariate analysis using chi-square test P value = 0.013 obtained showed no statistically significant association between maternal age and the use of contraceptive IUD obtained P value = 0.005 showed no significant relationship between education and the use of IUDs and contraceptive P value = 0.037 showed no significant relationship between socioeconomic IUD contraceptive use in the Maternity Clinic Budi Mulia Medika Palembang in 2013. From the results of this study should be conducted counseling or counseling to all about the importance of family planning acceptors IUD is a long-term contraception. ABSTRAK Indonesia adalah negara dengan penduduk terbanyak di antara negara anggota ASEAN (Association of Southeast Asia Nation) lainnya dengan jumlah penduduk 243,3 juta jiwa. Di indonesia jumlah peserta KB IUD sebanyak 3.933.611 (11,12%). Di Sumatera Selatan jumlah peserta KB IUD 56.027(4,36%). Di Palembang tahun 2011 jumlah peserta KB IUD 6.971(4,44%). Di Klinik Bersalin Budi Mulia Medika Palembang tahun 2012 jumlah peserta KB IUD 105 (18,6%). Tujuan penelitian ini adalah Di ketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan Kontrasepsi IUD di Klinik Bersalin Budi Mulia Medika Palembang Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metode Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua akseptor KB aktif yang berkunjung untuk mendapatkan pelayanan KB di Klinik Bersalin Budi Mulia Medika Palembang pada bulan mei – juni 2013, didapatkan sebanyak 32 responden. Pengambilan sampel ini dilaksanakan dengan teknik “Accidental Sampling”. Dari analisis univariat didapatkan hasil responden yang menggunakan IUD 10 (31,2%) dan yang tidak menggunakan IUD 22(68,8%), responden yang berumur resiko tinggi 9 (28,1%), dan responden yang berpendidikan tinggi 13 (40,6%), serta responden yang bersosial ekonomi tinggi 10 (31,2%). Dari analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square didapat P value = 0,013 menunjukkan ada hubungan bermakna antara umur ibu dengan penggunaan kontrasepsi IUD dan didapat P value = 0,005 menunjukkan ada hubungan bermakna antara pendidikan dengan penggunaan kontrasepsi IUD serta P value = 0,037 menunjukkan ada hubungan bermakna antara sosial ekonomi dengan penggunaan kontrasepsi IUD di Klinik Bersalin Budi Mulia Medika Palembang Tahun 2013. Dari hasil penelitian ini seharusnya dilakukan penyuluhan atau konseling terhadap semua akseptor KB tentang pentingnya KB IUD yaitu alat kontrasepsi jangka panjang.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH DI SMP PRAMULA PALEMBANG TAHUN 2014 Tirta Anggraini Tirta Anggraini
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.76 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v5i1.75

Abstract

ABSTRACT According to World Health Organization (WHO), adolescent is a period of a transition from childhood into adulthood. Adolescent reproductive health survey in 2012 women 15-19 years national wide ever had sexual intercourse. Where as the same aged men as many as 6.835 people (4,5%) ever had sexual intercourse. The result of LSM research PKBI in 2005 showed 9,1% junior and senior high school at south Sumatera ever had sexual intercourse. Based on the results of a preliminary study, there were 5 students per class ever acces porn videos.Pair dating school students ever get caught over the limit like holding hands, hugging each other to embrace and 10 students ever get caught holding the breast schoolgirl. Purpose of this research in to know the accociated factors with premarital sexual behavior at Pramula Junior High School Palembang in 2014. This research analytic survey method with cross sectional approach. Population of this research is all of class VII and VIII at Pramula Junior High School Palembang in 2014 as many as 75 student using total sampling technique, this research instrument was questionnaire. Analysis with univariate and bivariate. The results of this research show that 75 respondent who have good premarital sexual 39 respondents (52%), 14 respondents (18,7%) were good knowledge, respondents who good influence parentsas many as 57 respondents (76%). Respondents who have never seen the media pornography 17 respondents (22,7%). The Chi-Square statistic test with significant level α = 0,05 showed there is no significant relationship between knowledge with premarital sexual behavior there is P value = 0,469, There is significant relationship between influence parents with sexual behavior there is P value = 0,009, There is significant relationship between pornography media with premarital sexual behavior there is P value = 0,043. Of the result, suggested in Pramula Junior High School can add reproductive health lessons ABSTRAK Menurut World Health Organization (WHO) masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa.Survei Kesehatan Reproduksi Remaja 2012 mengungkap wanita diumur 15-19 tahun secara nasional pernah melakukan hubungan seksual. Sedangkan pria di usia yang sama berjumlah 6.835 orang atau 4,5% dari jumlah remaja Indonesia pernah melakukan hubungan seks. Berdasarkan hasil penelitian LSM Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) tahun 2005 menunjukkan 9.1% remaja SMP dan SMA di Sumsel sudah pernah melakukan hubungan seks. Berdasarkan hasil studi pendahuluan terdapat sekitar 5 orang siswa per kelas pernah mengakses video porno, sepasang siswa-siswi pernah ketahuan berpacaran lewat batas seperti berpegangan tangan, saling merangkul, hingga berpelukan, dan 10 orang siswa pernah ketahuan memegang payudara lawan jenisnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah di SMP Pramula Palembang Tahun 2014.Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua kelas VII dan VIII di SMP Pramula Palembang tahun 2014 sebanyak 75 siswa dengan besar sampel 75 siswa dengan teknik total Sampling, instrumen penelitian yaitu Angket. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil Penelitian ini menunjukan dari 75 respondent yang memiliki perilaku seks pranikah yang baik sebanyak 39 responden (52%), responden yang berpengetahuan baik 14 responden (18,7%) responden yang Pengaruh Orang Tuanya baik 57 responden (76%), responden yang tidak pernah melihat media pornografi 17 responden (22,7%). Dari uji statistik Chi-Square dengan tingkat Kemaknaan α = 0,05 menunjukan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku seks pranikah dimana P value = 0,469, ada hubungan bermakna antara pengaruh orang tua dengan perilaku seks pranikah di mana P value = 0,009 dan ada hubungan bermakna antara media pornografi dengan perilaku seks pranikah dimana P value = 0,043. Disarankan DI SMP Pramula Palembang dapat menambahkan mata pelajaran tentang pendidikan kesehatan reproduksi.
HUBUNGAN ANTARA PERAWATAN TALI PUSAT MENGGUNAKAN KASSA STERIL DAN DIBIARKAN TERBUKA DENGAN LAMA LEPAS TALI PUSAT DI BPM ZUNIAWATI PALEMBANG TAHUN 2016 Tirta Anggraini Tirta Anggraini
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 7 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.477 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v7i2.106

Abstract

ABSTRAK Perawatan tali pusat merupakan perawatan bayi baru lahir yang bertujuan mencegah dan mengidentifikasi perdarahan atau infeksi secara dini agar tetap kering dan mencegah terjadinya infeksi. World Health Organisasion (WHO) jumlah kematian bayi 56 per 10.000 menjadi 280.000 setiap 18-20 menit . Tujuan Penelitian Untuk mengetahui hubungan kassa steril dan dibiarkan terbuka dengan lama lepas tali pusat di BPM Zuniawati Palembang Tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini dilakukan BPM Zuniawati Palembang dari Januari – Desember 2016 sebanyak 300. Sampel dalam penelitian sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimen dengan variabel bebas (kassa steril dan dibiarkan terbuka) dan variabel terikat ( lama lepas tali pusat). Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan Bivariat dengan uji-T. Hasil uji statistic dengan menggunakan uji-T didapatkan nilai p value = 0,670 berarti nilai < alpa 0,05 yang artinya tidak ada perbedaan antara perawatan tali pusat menggunakan kassa steril dengan lama lepas tali pusat dan `nilai p value = 0,000 berarti nilai p value > alpa 0,05 yang artinya ada perbedaan antara perawatan tali pusat dibiarkan terbuka dengan lama lepas tali pusat ABSTRACT Cord care is a newborn care that aims to prevent and identify early bleeding or infection in order to stay dry and prevent the occurrence of infection. World Health Organization (WHO) the number of infant mortality 56 per 10,000 to 280,000 every 18-20 minutes. Research Objectives To know the relationship of sterile kassa and left open with long loose umbilical cord in BPM Zuniawati Palembang Year 2016. Population in this research conducted BPM Zuniawati Palembang from January to December 2016 counted 300. Sample in research counted 30 people. This study used Quasi Experimental design with independent variables (sterile kassa and left open) and dependent variable (long loose umbilical cord). Data analysis used is univariate and Bivariate analysis with T-test. The result of statistic test by using T-test is got value p value = 0,670 mean value <alpa 0,05 meaning that there is no difference between cord care using sterile kassa with long loose umbilical cord and value p value = 0,000 means p value> alpa 0.05 which means there is a difference between umbilical cord care is left open with long loose umbilical cord
HUBUNGAN ANTARA MASSAGE PERINEUM DAN KEGEL EXERCISE DENGAN JENIS PERSALINAN PADA IBU HAMIL DI BPM MEGAWATI PALEMBANG TAHUN 2017 Tirta Anggraini Tirta Anggraini
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.19 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i1.119

Abstract

ABSTRAK Data World health organization (WHO) menyatakan 73,3% ibu bersalin yang teratur melakukan Massage perineum 66,7% tidak mengalami robekan perineum. Indonesia kelompok yang diberikan intervensi Massage perineum pada primigravida tidak mengalami ruptur sebanyak 44,4%. Massage Perineum akan melunakan jaringan perineum sehingga jaringan akan membuka tanpa resistensi saat persalinan. Latihan kegel digunakan untuk memperkuat otot-otot dasar panggul. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain post test only desain. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu dengan usia kehamilan >34 minggu yang berkunjung ke BPM Megawati Palembang tahun 2017 Yang berjumlah 30 orang. Analisa data yang digunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukan responden yang melakukaan Massage Perineum 22 orang (73,3%) dan persalinan spontan 18 orang (81,8%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan hubungan bermakna antara Massage Perineum dengan jenis persalinan ρ value=0,032. Dan responden yang melakukan Kegel Exercise 19 orang (63,3%) dan persalinan spontan 16 orang (84,2%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan hubungan bermakna ρ value=0,042. Diharapkan bidan dapat memberikan informasi lengkap mengenai masage perineum dan Kegel Exercise pada ibu hamil. Sehingga ibu hamil mengetahui cara melakukan dan keuntungan dari Massage Perineum dan Kegel Exercise. ABSTRACT Data World Health Organization (WHO) states 73.3% of mothers who regularly perform perineum Massage 66.7% did not experience perineal rupture. The Indonesian groups given Massage perineal intervention in primigravida did not experience rupture as much as 44.4%. Massage Perineum will soften the perineal tissue so the tissue will open without resistance at delivery. Kegel exercises are used to strengthen the pelvic floor muscles. This research uses quantitative research design with post test design design approach. The sample in this study is the mother with gestational age> 34 weeks who visited the BPM Megawati Palembang in 2017 Which amounted to 30 people. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The results of this study showed respondents who performed Massage Perineum 22 people (73.3%) and spontaneous labor 18 people (81.8%). Based on Chi-Square test results obtained a significant relationship between Massage Perineum with type of labor ρ value = 0.032. And respondents who do Kegel Exercise 19 people (63.3%) and spontaneous labor 16 people (84.2%). Based on Chi-Square test results obtained significant relationship ρ value = 0.042. It is expected midwives can provide complete information about the masage perineum and Kegel Exercise in pregnant women. So that pregnant women know how to do and profit from Massage Perineum and Kegel Exercise.
PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU POST PARTUM DI KLINIK BUDI MULIA MEDIKA TAHUN 2018 Tirta Anggraini Tirta Anggraini
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.975 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.135

Abstract

ABSTRAK Masa nifas (puerpenium) adalah masa sesudah melahirkan.yang berlansung selama kurang lebih 6 minggu,Perdarahan merupakan salah satu sebab utama kematian ibu dalam masa nifas`yaitu berkisar 5-15%. Penyebab dari perdarahan tersebut yaitu 50-60% tidak adanya kontraksi uterus, Data World health organization ((WHO), mencatat bahwa angka ibu nifas meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2010 sebanyak 10% ibu meninggal dunia ketika masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Sementara pada tahun 2011 jumlah ibu nifas meninggal sebanyak 5% menurun dari tahun sebelumnya, Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan adalah dengan merangsang kontraksi miometrium maka salah satu upaya yang dilakukan adalah senam nifas, Senam nifas merupakan latihan jasmani yang berfungsi untuk mengembalikan kondisi kesehatan, untuk mempercepat penyembuhan, mencegah timbulnya komplikasi, memulihkan dan memperbaiki regangan pada otot-otot setelah kehamilan, terutama pada otot-otot bagian punggung, dasar panggul, dan perut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh senam nifas terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu post partum.Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain post test only desain. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang berkunjung ke Klinik Budi Mulia Medika Palembang tahun 2018 Yang berjumlah 30 orang. Analisa data yang digunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukan responden yang melakukaan senam nifas 23 orang (76,7%) dan tidak senam nifas 7 orang (23,3%). Dan responden yang penurunan tinggi fundus baik 19 orang (63,3%) dan penurunan tinggi fundus kurang baik 16 orang (84,2%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan hubungan bermakna antara senam nifas dengan penurunan tinggi fundus ρ value=0,032. Diharapkan bidan dapat memberikan informasi lengkap mengenai manfaat senam nifas pada ibu nifas dimulai sejak obu hamil. Sehingga ibu hamil mengetahui cara melakukan dan keuntungan dari senam nifas terhadap penurunan tinngi fundus uteri pada ibu nifas. ABSTRACT Postpartum period (puerpenium) is the postpartum period which lasts for approximately 6 weeks, Bleeding is one of the main causes of maternal death in the period of nifas, which ranges from 5-15%. The cause of the bleeding is 50-60% in the absence of uterine contractions, Data World health organization ((WHO), notes that the number of postpartum mothers increases every year. In 2010 as many as 10% of mothers died when the puerperium occurred in the first 24 hours. While in 2011 the number of postpartum mothers died as much as 5% decreased from the previous year. One way that can be done to prevent the occurrence of postpartum hemorrhage is to stimulate myometrial contraction so one of the efforts taken is puerperal gymnastics, puerperal gymnastics is a functional physical exercise to restore health conditions, to accelerate healing, prevent complications, restore and improve strain on the muscles after pregnancy, especially in the muscles of the back, pelvic floor and abdomen.The aim of this study was to determine whether there were effects of puerperal gymnastics to decrease in fundal uterine height in post p mothers artum. This study uses a quantitative research design with a post test only design design approach. The sample in this study was postpartum mothers who visited the Budi mulia Palembang clinic in 2018 which numbered 30 people. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The results of this study showed that respondents who performed puerperal exercise 23 people (76.7%) and not postpartum gymnastics 7 people (23.3%). And respondents who decreased fundal height were 19 people (63.3%) and fundal height reduction was 16 people (84.2%). Based on the results of the Chi-Square test found a significant relationship between puerperal gymnastics with a decrease in fundal height ρ value = 0.032. It is expected that midwives can provide complete information about the benefits of postpartum gymnastics in postpartum mothers starting from a pregnant obu. So that pregnant women know how to do and benefit from puerperal gymnastics to decrease the fundus uterine energy in postpartum mothers.