Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERBEDAAN METODE SIMULASI DENGAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP KEBERHASILAN BELAJAR PRAKTEK PALPASI LEOPOLD PADA MAHASISWA TINGKAT I AKBID NGUDI WALUYO UNGARAN SEMARANG TAHUN 2011 Intan Sari Intan Sari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v3i1.35

Abstract

ABSTRACT A Method is a component of learning that has a very important role. Based on the preliminary studies, the grade point of Midwifery Care I in academic year of 2009/2010 from 119 people showed that 60 people got C, 38 people got B and 21 people got A . During this time, Leopold palpation practice in the laboratory used simulation method and demonstration method. The purpose of this study was to know the difference between simulation and demonstration methods to learning success practicing Leopold palpation of first grade students Ngudi Waluyo Academy of Midwifery in 2011. This study used pre-experimental research design. The design of this study was the Static Group Comparison. The population of study consisted of 138 students taken by purposive sampling technique, as many as 35 students. The results of One Way ANOVA statistical test obtained the p value which was 0.000 < a, and it could be concluded that there were significant differences of learning success of first grade students in practicing Leopold palpation by using three group, and then it was followed by Post Hoc test obtaining p value = 0.009 > a. It could be concluded that there was difference between simulation and demonstration learning methods to the learning success practicing Leopold palpation of first grade students in of Ngudi Waluyo Academy of Midwifery in 2011.Lecturers should be expected Ngudi Waluyo Academy of Midwifery prefers use of the demonstration method in practicing Leopold palpation because of the research results proved that the use of demonstration methods to improve student learning success.. ABSTRAK Metode merupakan komponen pengajaran yang memiliki peranan yang sangat penting. Berdasarkan studi pendahuluan nilai Askeb I Tahun Ajaran 2009/2010 dari 119 mahasiswa yang mendapatkan nilai C ada 60 orang, nilai B sebanyak 38 orang dan mendapatkan nilai A berjumlah 21 orang. Selama ini praktek palpasi Leopold di laboratorium menggunakan metode simulasi dan metode demonstrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan metode simulasi dengan metode demonstrasi terhadap keberhasilan belajar praktek palpasi Leopold pada mahasiswa tingkat I Akbid Ngudi Waluyo Ungaran Semarang Tahun 2011. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu. Desain penelitian ini adalah Non-randomized Control Group Pretest-Postest Design). Populasi penelitian ini berjumlah 138 mahasiswa. Pengambilan sampel menggunakan tehnik Purposive Sampling yang berjumlah 35 mahasiswa. Dari hasil uji statistik One Way ANOVA didapatkan nilai p value 0,000 < a, dapat disimpulkan ada perbedaan keberhasilan belajar (post test) yang bermakna pada tiga kelompok. kemudian dilanjutkan dengan Uji Post Hoc didapatkan nilai p value 0,009 > a, dapat disimpulkan ada perbedaan antara metode simulasi dengan metode demonstrasi terhadap keberhasilan belajar praktek palpasi Leopold pada mahasiswa tingkat I Akbid Ngudi Waluyo Ungaran Semarang Tahun 2011. Diharapkan sebaiknya tenaga pengajar di Akbid Ngudi Waluyo Ungaran Semarang lebih mengutamakan penggunaan metode demonstrasi pada praktek Palpasi Leopold karena dari hasil penelitian terbukti bahwa penggunaan metode demonstrasi mampu meningkatkan keberhasilan belajar mahasiswa..
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEHAMILAN PADA REMAJA DI SPP N SEMBAWA TAHUN 2014 Intan Sari Intan Sari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.648 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v5i1.69

Abstract

ABSTRACT Teenagers pregnancy is an issue that is currently receiving the attention of the government. Because the problem of teenage pregnancy it’s not only load on teenager as an individual and their babys, but also affects the entire strata widely in the community and also weighed on welfare resources. However, the reasons are not fully understood. According to the World Health Organization ( WHO ), teenagers are those aged 10-19 years, while the United Nations called the young people (youth) for ages 15-24 years. It later merged in terms of young people that included age 10-24 years. Ninety-five percent of teen pregnancies it’s not to be hope incidents. At age 18 years, 25 % of teens have experienced pregnancy, 55 % of teenage pregnancies occur within the first 6 months since the start of sexual activity. The purpose of this study is known picture of young women knowledge about pregnancy in teenagers in the SPP N Sembawa 2014. This study used a descriptive survey method. The population in this study were all students in the SPP N Sembawa 2014, amounting to 191 people. Sampling in this study with non random sampling method with purposive sampling technique which amounts to 61 people. Data analysis is performed univariate analysis performed on each variable of the study results. From the results of research conducted in the 2014 SPP N Sembawa regarding our knowledge about the teenage pregnancy in teenagers can be concluded that knowledge is good girls. Based on the research that has been done, it is known that the student SPP N Sembawa know your pregnancy among teenagers and understanding, the causes and effects of pregnancy in teenagers. The results of this research can be used as an input in an effort to improve reproductive health education in the SPP N Sembawa. ABSTRAK Kehamilan Remaja adalah isu yang saat ini mendapat perhatian pemerintah. Karena masalah kehamilan remaja tidak hanya membebani remaja sebagai individu dan bayi mereka,namun juga mempengaruhi secara luas pada seluruh strata di masyarakat dan juga membebani sumber-sumber kesejahteraan. Namun, alasan-alasannya tidak sepenuhnya dimengerti. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), remaja adalah mereka yang berusia 10-19 tahun, Sementara PBB menyebut anak muda untuk usia 15-24 tahun. Ini dikemudian disatukan dalam terminologi kaum muda yang mencakup usia 10-24 tahun. Sembilan puluh lima persen kehamilan remaja adalah peristiwa yang tidak diharapkan. Pada usia 18 tahun, 25% remaja pernah mengalami kehamilan, 55% kehamilan remaja terjadi dalam 6 bulan pertama sejak aktivitas seksual dimulai. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran pengetahuan remaja putri tentang kehamilan pada remaja di SPP N Sembawa tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode Survey Deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswi di SPP N Sembawa tahun 2014 yang berjumlah 191 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan metode non random sampling dengan Teknik Purposive Sampling yang berjumlah 61 orang. Analisa data dilakukan secara univariat yaitu analisa yang dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Dari hasil penelitian yang dilakukan di SPP N Sembawa tahun 2014 mengenai gambaran pengetahuan remaja putri tentang kehamilan pada remaja dapat disimpulkan bahwa pengetahuan remaja putri adalah baik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa siswi SPP N Sembawa sudah mengetahui apa itu kehamilan pada remaja serta pengertian remaja, penyebab dan dampak dari kehamilan pada remaja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan dalam upaya peningkatan penyuluhan kesehatan reproduksi di SPP N Sembawa.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI AKDR (ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM) DI KLINIK BUDI MULIA MEDIKA PALEMBANG TAHUN 2015 INTAN SARI INTAN SARI
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.064 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v6i2.90

Abstract

ABSTRAK AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) merupakan kontrasepsi yang dimasukkan melalui serviks dan dipasang di dalam uterus. Banyak keunggulan metode kontrasepsi AKDR) / AKDR ini, namun tidak semua yang berminat dikarenakan berbagai alasan yang berbeda-beda seperti takut efek samping, takut proses pemasangan, dilarang oleh suami karena takut benangnya mengganggu saat bersenggama dan kurangnya pengetahuan tentang KB AKDR. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan dan paritas dengan Penggunaan Kontrasepsi AKDR di Klinik Budi Mulia Medika Palembang tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan crosss sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta KB aktif yang menggunakan kontrasepsi sebanyak 256 orang. Analisa data menggunakan uji statistik Chi–Square. Hasil analisis univariat ini menunjukkan bahwa responden yang menggunakan kontrasepsi AKDR sebesar 146 (57%) lebih besar dari yang menggunakan kontrasepsi selain AKDR 110 (43%). Analisa bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara Umur (P value=0,010), Pendidikan (P value=0,005), Pekerjaan (P value=0,025) dan Paritas (P value=0,000) dengan Pemakaian Kontrasepsi AKDR. Dari hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling berpengaruh adalah paritas dengan Exp (B) = 2.928. Disarankan Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi klinik untuk mengevaluasi program KB terutama kontrasepsi AKDR pada wanita dan dapat mengetahui jumlah akseptor yang menggunakan kontrasepsi jangka panjang atau KB efektif serta dapat mengadakan penyuluhan tentang kontrasepsi AKDR sehingga membuat semua akseptor KB aktif berganti cara untuk berminat menggunakan kontrasepsi jangka panjang yaitu kontrasepsi AKDR. ABSTRACT The IUD (intrauterine device) is a contraceptive that is inserted through the cervix and placed in the uterus. Many advantages of the IUD contraceptive method) / IUD, but not all that interested in due to various reasons which vary as the fear of side effects, fear of the installation process, forbidden by the husband for fear of disturbing yarn during intercourse and lack of knowledge about the IUD birth control. This study aims to know the factors related between age, education, work and parity with the IUD contraceptive use in the Budi Mulia Medika Palembang clinic 2015. The research is a quantitative survey method crosss sectional analytic approach. The population in this study are all planning participants actively use contraception as many as 256 people. Analysis of data using statistical test Chi-Square. The results of univariate analysis showed that respondents who use IUD contraception is 146 (57%) greater than that using an IUD contraception other than 110 (43%). Bivariate analysis showed no significant relationship between age (P value = 0.010), Education (P value = 0.005), Employment (P value = 0.025) and parity (P value = 0.000) with the IUD Contraception. Multivariate analysis showed that the most influential variable is parity with Exp (B) = 2,928. Suggested results of this study can be used as information for the clinic to evaluate family planning programs, especially contraceptive IUD in women and can determine the number of acceptors that use long-term contraception or family planning effectively and be able to conduct counseling on contraceptive IUD thus making all acceptors actively changed the way for interested using long-term contraception is contraception IUD.
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN CAIRAN PEMBERSIH VAGINA DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN FLOUR ALBUS PADA WUS DI DESA SUKAJADI KECAMATAN TALANG KELAPA KABUPATEN BANYUASIN TAHUN 2017 Intan Sari Intan Sari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palemb
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.576 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v7i1.99

Abstract

ABSTRAK Flour albus (flour albus, leukorea, vaginal discharge) merupakan istilah yang digunakan untuk cairan yang keluar dari genitalia wanita yang bukan darah. Flour albus adalah gejala yang sering ditemukan pada pasien ginekologi. Sepertiga pasien ginekologi datang dengan keluhan flour albus. Flour albus menjadi salah satu dari 25 alasan terbanyak untuk mengunjungi tenaga medis di Amerika Serikat. Tujuan dari penelitina ini diketahuinya hubungan antara penggunaan cairan pembersih vagina dan personal hygiene dengan kejadian flour albus pada wanita usia subur di Desa Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Tahun 2017. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling dengan taraf kesalahan sebesar 5 %. Jumlah sampel sebesar 56 responden. Faktor-faktor yang berhubungan terhadap keputihan dan kejadian keputihan diukur dengan kuesioner. Uji statistik menggunkan uji chi square. Ada hubungan antara pemakaian cairan pembersih vagina dengan kejadian keputihan (p-value = 0,000), ada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian keputihan (p-value = 0,002) pada wanita usia subur di Desa Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Tahun 2017. Dengan demikian diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi terutama tentang faktor-faktor penyebab keputihan. ABSTRACT Flour albus (flour albus, leukorea, vaginal discharge) is a term used for fluid that comes out of the female genitalia that is not blood. Flour albus is a common symptom of gynecologic patients. A third of gynecologic patients come with flour albus complaints. Flour albus is one of the 25 most frequent reasons to visit medical personnel in the United States.It use descriptive research with cross sectional correlation. The sampling technique used simple random sampling technique with a standard error of 5%. The sample Population samples was 56 respondens, the factors related to the occurrence of the leucorrhea accurence and whiteness were measured by questionnaires. Statistical test used chi square test. there is a correlation between the use of vaginal douche with the incidence of leucorrhea (p-value = 0,000 ), there is a relationship between personal hygiene with the incidence of leucorrhea (p-value = 0,002) on fertile age women Sukajadi Village Talang Kelapa District Banyuasin 2017.Thus it is expected to health personnels to provide information about reproductive health, especially the factors that cause leucorrhea.
FAKTOR PARITAS, PENDIDIKAN, PEKERJAAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN FREKUENSI PEMERIKSAAN KEHAMILAN (K4) DI PUSKESMAS CAMBAI. Intan Sari Intan Sari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 7 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.032 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v7i2.109

Abstract

ABSTRAK Kunjungan Antenatal Care adalah kunjungan ibu hamil ke bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia meras dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan/asuhan antenatal. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2012, angka kematian ibu di Indonesian masih tinggi sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Berdasarkan data yang didapat dari Puskesmas Cambai, Kunjungan K4 selama periode bulan Januari 2016 sampai Desember 2016 sebesar 59,3 %.Tujuan dari penelitian ini adalah menyiapkan seoptimal mungkin fisik atau mental ibu dan anak selama dalam keh amilan, persalinan dan nifas sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat. ( Rustam, 1998). Jenis penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan menggunakan pendekatan “cross sectional” dimana variabel dependen dan variabel independen akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan.(Notoatmodjo, 2005). Sampel penelitian menggunakan Non Random Sampling dengan tehnik Accidental Sampling yang dilakukan dengan mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau tersedia (Notoadmodjo, 2005). Ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan frekuensi pemeriksaan kehamilan (K4) dengan p value = 0,000, ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan frekuensi pemeriksaan kehamilan (K4) dengan p value = 0,000, ada hubungan yang bermakna antara dengan frekuensi pemeriksaan kehamilan (K4) dengan p value = 0,021. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukkan bagi petugas kesehatan agar lebih pro aktif dalam memberikan penyuluhan lebih lanjut terhadap pemeriksaan kehamilan. ABSTRACK Antenatal Care Visits is a visit of a pregnant mother to a midwife or doctor as early as possible since she writes herself pregnant to obtain antenatal care / antenatal care. Based Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) in 2012, maternal mortality rate in Indonesia is still high at 359 per 100,000 live births. Based on data obtained from Puskesmas Cambai, K4 visits during period of January 2016 until December 2016 is 59,3%. The purpose of this research is to prepare optimally physical or mental mother and child during the welfare of pregnancy, childbirth and childbirth so that obtained by mother and healthy children (Rustam, 1998). This type of research uses analytical survey method using cross sectional approach where dependent variable and independent variable will be collected in the same time (Notoatmodjo, 2005). The sample used Non Random Sampling with Accidental Sampling technique done by taking the case or respondent who happened to exist or available (Notoadmodjo, 2005). There was a significant correlation between parity with the frequency of pregnancy examination (K4) with p value = 0,000, there was a significant relationship between education and frequency of pregnancy examination (K4) with p value = 0,000, frequency of pregnancy examination (K4) with p value = 0,021. The results of this study are expected to be included for health workers to be more pro-active in providing further extension of pregnancy examination.
PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI (TFU) PADA IBU POSTPARTUM NORMAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRABUMULIH BARAT Intan Sari Intan Sari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.245 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i1.121

Abstract

ABSTRAK Perdarahan postpartum terjadi setelah kelahiran bayi “ sebelum, selama dan sesudah keluarnya plasenta. Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, plasenta, serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu. Senam nifas adalah senam yang dilakukan ibu-ibu setelah melahirkan setelah keadaan tubuhnya pulih kembali. Senam nifas bertujuan untuk mempercepat penyembuhan, mencegah timbulnya komplikasi, memulihkan dan menguatkan otot-otot punggung, otot dasar panggul dan otot perut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap kecepatan penurunan Tinggi Fundus Uteri (TFU). Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Prabumulih Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen yaitu untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan dengan jumlah responden 15 ibu nifas. Dari penelitian didapatkan hasil U hitung sebesar 40 yang lebih kecil bila dibanding U tabel sebesar 56 dan nilai p value 0.001 yang lebih kecil bila dibanding nilai α = 0.05 sehingga hipotesis di terima yaitu ada pengaruh senam nifas terhadap penurunan TFU pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Prabumulih Barat. Mengingat besarnya manfaat yang diperoleh ibu post partum, bila melaksanakan senam nifas maka diharapkan institusi pelayanan kesehatan menerapkan senam nifas sebagai asuhan pada ibu post partum. ABSTRACT Postpartum haemorrhage occurs after the birth of the baby "before, during and after placental discharge. The postpartum period is the period after childbirth and the birth of the baby, placenta, and the membranes necessary to restore the pregnant organs such as before pregnancy in about 6 weeks. Postpartum gymnastics is a gymnastics performed by mothers after giving birth after the condition of his body recovered. Postural gymnastics aims to speed healing, prevent complications, restore and strengthen the back muscles, pelvic floor muscles and abdominal muscles. This study aims to determine the effect of puerperal gymnastics on the rate of decrease in High Fundus Uteri (TFU). This research was conducted in Prabumulih Barat Health Center Working Area. This research uses experimental research method that is to find the effect of certain treatment to others in controlled condition with the number of respondents 15 postpartum. From the research results obtained U calculate of 40 smaller when compared to table U of 56 and value of p value 0.001 smaller than the value of α = 0.05 so that the hypothesis is accepted that there is influence of puerperal gymnastics on the decrease of TFU in post partum mother in Work Area Puskesmas Prabumulih Barat. Given the magnitude of the benefits of postpartum mothers, when implementing gymnastics gymnastics it is expected that health care institutions apply gymnastics exercises as care for post partum mothers.
HUBUNGAN ANTARA MENYUSUI DENGAN INVOLUSI UTERI PADA IBU POST PARTUM Intan Sari Intan Sari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.731 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v8i2.131

Abstract

ABSTRAK Laktasi merupakan keseluruhan proses menyusui mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi menghisap dan menelan ASI. Proses menyusui mempengaruhi penurunan tinggi fundus uteri. Ibu yang mengalami gangguan laktasi akan menghambat proses involusi uterus yang akan berdampak pada terjadinya perdarahan. salah satu cara untuk mencegah perdarahan masa nifas adalah dengan memberikan ASI sedini mungkin kepada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara menyusui dengan involusi uteri pada ibu post partum Rumah Sakit Umum Daerah Prabumulih. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum yang bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah Prabumulih pada bulan september sebanyak 60 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan non probability sampling yaitu accidental sampling. Jumlah sampel adalah 30 orang ibu post partum hari ke 10 yang kemudian akan dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara menyusui dengan involusi uteri ( p-value = 0,001 < α (0,05) ). Adapun saran peneliti bagi ibu post partum, diharapkan untuk lebih meningkatkan kesadarannya untuk menyusui bayinya. ABSTRACT Lactation is the whole process of breastfeeding starting from the milk produced until the baby's process sucks and swallows milk. The breastfeeding process affects the decrease in uterine fundus height. Mothers who experience lactation disorders will inhibit the process of uterine involution which will result in bleeding. one way to prevent postpartum bleeding is to give breast milk as early as possible to the baby. This study aims to determine the relationship between breastfeeding and uterine involution in the post partum mother of the Prabumulih Regional General Hospital. This study is an analytical survey research with a cross sectional approach. The population in this study were all post partum mothers who gave birth at the Prabumulih Regional General Hospital in September as many as 60 people. Sampling is done by non probability sampling, namely accidental sampling. The number of samples is 30 post partum mothers on the 10th day who will then be analyzed using the chi square test. The results showed that there was a relationship between breastfeeding and uterine involution (p-value = 0.001 <α (0.05)). As for researchers' suggestions for post partum mothers, it is expected to further increase their awareness to breastfeed their babies.