Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Sistem Informasi Presensi Menggunakan Metode Waterfall Tri Wahyudi; Supriyanta Supriyanta; Husni Faqih
Indonesian Journal on Software Engineering (IJSE) Vol 7, No 2 (2021): IJSE 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/ijse.v7i2.11091

Abstract

Abstrak Pemantauan kehadiran dalam instansi atau presensi sangat penting. Daftar hadir harus dibuat tertib, rapi dan up to date. Pada saat pandemi Covid-19, pegawai/pelajar/mahasiswa dikurangi jam kerjanya, dibagi ada yang Working From Office (WFO) atau Working From Home (WFH), pelajar/mahasiswa ada kegiatan belajar dari rumah. Presensi tetap dilakukan karena sangat penting. Sistem presensi konvensional yang mengharuskan hadir di tempat kerja harus diganti dengan sistem baru yang lebih fleksibel secara online sehingga presensi dapat dilakukan di kantor atau di rumah sesuai jadwal WFO atau WFH. Metode Pengembangan Perangkat Lunak dalam pengembangan Sistem Informasi Presensi ini menggunakan metode pengembangan software Waterfall.  Metode Waterfall dipilih karena tim project lebih mengutamakan kualitas aplikasi jika dibandingkan dengan jadwal dan biaya, karena dalam metode ini terdapat kontrol yang ketat pada siklus hidup project dan menggunakan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah Sistem Informasi Presensi yang dikembangkan dengan metode pengembangan software Waterfall yang bertujuan untuk memberikan solusi permasalahan presensi karyawan dan siswa di masa pandemi Covid-19. Kata kunci : sistem informasi presensi, waterfall model Abstract Monitoring the presence or presence in an agency is very important. Attendance lists must be organized, neat and up to date. During the Covid-19 pandemic, employee/student working hours are reduced, divided into Working From Office (WFO) or Working From Home (WFH), students/students have learning activities from home. Attendance is still done because it is very important. The conventional attendance system that requires attendance at work must be replaced with a new, more flexible online system so that attendance can be done at the office or at home according to the WFO or WFH schedule. Software Development Method in the construction of this Attendance Information System using the Waterfall software development method. The Waterfall method was chosen because the project team prioritized application quality over schedule and cost, because in this method there is strict control over the project life cycle and the use of documentation. The result of this study is an Attendance Information System which was developed with the Waterfall software development method which aims to provide solutions to the problem of employee and student absenteeism during the Covid-19 pandemic. Keywords: attendance information system, waterfall model 
Pengembangan Aplikasi Berbasis Web dan Android Sebagai Penunjang Kerja di Indonesia: Systematic Literature Review Tri Wahyudi
Indonesian Journal Computer Science Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.279 KB) | DOI: 10.31294/ijcs.v1i2.1428

Abstract

Karena keinginan akan informasi yang semakin meningkat, kehidupan manusia akhirnya memasuki era yang lebih kontemporer dan maju sebagai akibat dari tuntutan akan penciptaan informasi yang begitu cepat dan mudah. Aplikasi Android adalah salah satu kemajuan teknologi tersebut. Banyak orang kini merasa mudah mendapatkan informasi berkat perkembangan aplikasi Android. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang bagaimana aplikasi digunakan di Indonesia untuk mendukung kegiatan baik pemerintah maupun swasta. Makalah jurnal yang mencakup pembuatan aplikasi berbasis web dan android untuk mendukung kegiatan pemerintahan dan komersial dari tahun 2015 hingga 2022 menjadi sumber data penelitian. Artikel-artikel ini adalah publikasi terindeks Scopus dan terakreditasi Sinta. Metode Systematic Literature Review (SLR) digunakan untuk menguji data (SLR). Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan 15 artikel yang sesuai dengan inklusi dan eksklusi dengan pembagian sektor pendidikan yang mendominasi pengembangan aplikasi berbasis web dan android untuk membantu kinerja pemakai sebanyak 6 artikel, disusul sektor pelayanan dari pemerintah sebanyak 9 artikel dan pelayanan swasta sebanyak satu artikel.
Studi Kasus Pengembangan dan Penggunaan Artificial Intelligence (AI) Sebagai Penunjang Kegiatan Masyarakat Indonesia Tri Wahyudi
Indonesian Journal on Software Engineering (IJSE) Vol 9, No 1 (2023): IJSE 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/ijse.v9i1.15631

Abstract

Artificial Intelligence (AI) adalah bidang multidisiplin yang bertujuan untuk mengotomatisasi aktivitas yang saat ini membutuhkan kecerdasan manusia. Manusia dan kecerdasan buatan dapat bekerja sama untuk membuat keputusan yang tidak terlalu dipengaruhi oleh nilai-nilai pribadi. Keberhasilan terbaru AI yaitu sistem yang secara otomatis menyesuaikan perangkat keras dengan kebutuhan pengguna tertentu.  Metodologi dalam penelitian ini adalah observasional. Selain itu, metodologi studi observasional digunakan. Penelitian kualitatif deskriptif berkonsentrasi pada identifikasi fitur atau karakteristik dari kejadian tertentu yang diperiksa selama proses pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan pencarian literatur metodis pada database jurnal. . Jurnal dievaluasi ulang berdasarkan tanggal penerbitan, negara atau wilayah tempat objek penelitian dilakukan, dan strategi desain data berdasarkan penerapan kecerdasan buatan eksperimental.. Subbidang ilmu komputer yang disebut Artificial Intelligence difokuskan untuk menciptakan kecerdasan buatan yang memiliki pola pikir dan perilaku seperti manusia. AI dapat digunakan dalam pendidikan untuk memengaruhi moral dan karakter siswa, meningkatkan ketajaman mental mereka, dan memberi mereka wawasan baru. AI juga dapat digunakan dalam beberapa bidang seperti Kesehatan, ekonomi dan bidang pertanian (smart garden).               Kata kunci: Artificial Intellgence, AI Pendidikan, AI Kesehatan, AI Pertanian, AI Ekonomi
MODEL REFERENSI OPEN SYSTEMS INTERCONNECTION (OSI) DAN TRANSMISSION CONTROL PROTOCOL/INTERNET PROTOCOL (TCP/IP) DALAM TANTANGAN ERA INDUSTRI Tri Wahyudi
Jurnal Teknoinfo Vol. 19 No. 2 (2025): July 2025 Period
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/teknoinfo.v19i2.101

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi peran serta adaptasi yang diperlukan oleh Model Referensi OSI dan TCP/IP dalam menghadapi tantangan era Industri 4.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang analisis literatur dalam konteks Industri 4.0. Sumber data dari jurnal ilmiah, buku referensi, dan publikasi terkait lainnya akan menjadi sumber informasi utama. Data sekunder juga dapat digunakan untuk mendukung temuan dan argumen yang dihasilkan dalam penelitian. Hasil penelitian bahwa model referensi OSI dan TCP/IP tetap relevan dalam era industri 4.0. OSI membantu dalam memahami fungsi jaringan secara rinci dengan tujuh lapisannya, sedangkan TCP/IP fokus pada konektivitas end-to-end dengan empat lapisan. Penerapan protokol TCP/IP memungkinkan komunikasi yang mulus di seluruh dunia sesuai dengan standar ISO dan OSI. Temuan penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kedua model dan relevansinya dalam era industri 4.0, memberikan pandangan baru untuk pengembangan jaringan komputer yang efisien dan aman di masa depan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang keduanya, organisasi dapat mengembangkan infrastruktur jaringan yang kokoh sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. Model OSI terdiri dari tujuh lapisan, masing-masing memiliki peran khusus dalam proses komunikasi jaringan. Mulai dari lapisan fisik yang mengatur transmisi bit-data hingga lapisan aplikasi yang menyediakan antarmuka untuk aplikasi pengguna, model ini membantu dalam memahami konsep dasar komunikasi jaringan dan membagi fungsi jaringan menjadi bagian yang lebih terkelola. Sementara itu, model TCP/IP, meskipun hanya terdiri dari empat lapisan, efektif dalam mengelola konektivitas dari ujung ke ujung dan pengiriman data antara perangkat dalam jaringan. Protokol ini juga mengikuti standar ISO dan OSI, memungkinkan komunikasi yang lancar antara berbagai platform di seluruh dunia. Di era di mana teknologi seperti Internet of Things (IoT), komputasi awan, dan big data semakin penting, pemahaman yang kuat tentang kedua model ini sangatlah vital. Mereka membantu dalam merancang, menerapkan, dan mengelola jaringan yang efisien dan aman, memfasilitasi komunikasi yang lancar antara berbagai perangkat dan sistem dalam lingkungan yang semakin terhubung. Dengan menggunakan model-model ini sebagai panduan, organisasi dapat mengembangkan infrastruktur jaringan yang tangguh yang dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi yang terjadi di era industri 4.0.
Analysis of E-Commerce Applications Using the System Usability Scale (SUS) Approach Tri Wahyudi; Gunawan Budi Sulistyo; Nani Purwati; Noor Hasan
Jurnal Teknoinfo Vol. 20 No. 1 (2026): Period January 2026
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/teknoinfo.v20i1.820

Abstract

This study aims to measure the level of satisfaction and effectiveness of the application, as well as the obstacles encountered, using the System Usability Scale (SUS) approach. The research employs a quantitative method with a questionnaire based on the System Usability Scale (SUS) to assess application usability. The population consists of Generation Z, with a sample of 411 respondents selected using cluster disproportionate random sampling. Data were analyzed to calculate the SUS score (0–100) and interpreted using the adjective scale. This study compares the usability of three e-commerce applications: Shopee, Tokopedia, and Lazada. The results indicate that the usability scores of the three e-commerce applications are relatively close: Shopee (90.06), Tokopedia (91.98), and Lazada (88.42). Based on gender, females prefer Shopee, while males favor Tokopedia and Lazada. In terms of age, the 20–24 age group is more dominant than the 15–19 age group. Meanwhile, based on occupation, students tend to use Lazada, whereas private employees prefer Shopee and Tokopedia. Shopee and Tokopedia demonstrate optimal performance, while Lazada has development potential, particularly for private employees and users aged 15–19. Further research is recommended to deepen the analysis of Lazada and include other regions and age groups for broader results.