Juliana Widyastuti Wahyuningsih
Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

1035325 Hubungan Ketuban Pecah Sebelum Waktunya (KPSW) dan Sectio Caesarea dengan Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir Juliana Widyastuti Wahyuningsih
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi M
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.04 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v9i1.152

Abstract

Abstrak Menurut WHO setiap tahunnya kira-kira 3% (3,6juta) dari 120 juta bayi baru lahir mengalami asfiksia. Menurut SDKI tahun 2012 angka kematian bayi sebesar 34 kematian/1000 kelahiran hidup. AKB di Sumatera Selatan tahun adalah 44,59 per 1000 kelahiran hidup. Sedangkan AKB di kota Palembang 2016 sebesar 44 per kelahiran hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di Rumah Sakit PT Graha Pusri Medika Palembang. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang bersalin di Rumah Sakit PT Graha Pusri Medika Palembang, yang berjumlah 1014 responden. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2018. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ibu yang bersalin di Rumah Sakit PT Graha Pusri Medika Palembang berjumlah 287 responden. Sampel penelitian diambil secara random sampling dengan teknik Simple random sampling. Analisa data menggunakan uji statistik Chi – Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara KPSW dengan kejadian asfiksia dengan P value (0,006), ada hubungan yang bermakna antara persalinan SC dengan kejadian asfiksia dengan P value (0.009). Saran bagi rumah sakit dapat dijadikan masukan dalam mengupayakan pengembangan tatalaksana asuhan kebidanan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terutama pada kasus-kasus yang berhubungan dengan kejadian asfiksia. Kata Kunci : Kejadian Asfiksia ABSTRACT According to WHO every year approximately 3% (3.6 million) of the 120 million newborns increase asphyxia. According to the IDHS in 2012 the infant mortality rate was 34 deaths / 1000 live births. The IMR in South Sumatra in the year is 44.59 per 1000 live births. Where as AKB in Palembang city in 2016 is 44 per live birth. The purpose of this study was to study what factors are associated with the incidence of asphyxia in newborns at PT Graha Pusri Medika Palembang Hospital. This study uses an analytical survey method using Cross Sectional. The population in this study were all mothers who gave birth at PT Graha Pusri Medika Palembang Hospital, which examined 1014 respondents. This research was conducted in 2018. The sample in this study was that some mothers who gave birth at PT Graha Pusri Medika Palembang Hospital added 287 respondents. The research sample was taken by random sampling with Simple random sampling technique. Data analysis using Chi-Square statistical test. The results showed that there was a relationship between Premature rupture of membranes and the incidence of asphyxia with a P value (0.006), there was a relationship involving between SC labor and the incidence of asphyxia with a P value (0.009). Suggestions for hospitals can be used to seek the development of midwifery care in improving the quality of health services related to cases related to asphyxia. Keywords : asphyxia accident
1035325 Hubungan antara Usia Ibu dan Paritas dengan Kejadian Hyperemesis Gravidarum Juliana Widyastuti Wahyuningsih
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.873 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v10i1.205

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi mual dan muntah yang berat selama kehamilan, yang terjadi pada 1‐2% dari semua kehamilan atau 1‐20 pasien per 1000 kehamilan. Hyperemesis gravidarum tidak hanya mengancam kehidupan perempuan, namun dapat menyebabkan efek samping pada janin seperti abortus, berat badan lahir rendah, kelahiran prematur dan malformasi pada bayi baru lahir. Kasus kematian pada hyperemesis gravidarum terjadi sebesar 159 kematian per 1000 kelahiran di Inggris. Selain dampak fisiologis pada kehidupan klien dan janinnya, hyperemesis juga memberikan dampak secara psikologis, sosial, spiritual, dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan antara umur dan gravida dengan kejadian hyperemesis gravidarum pada ibu hamil di Rumah Sakit Umum Daerah Banyuasin Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester 1 dan trimester II yang pernah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banyuasin Tahun 2019 berjumlah 198 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2020. Sampel penelitian diambil secara random sampling dengann teknik Simple random sampling. Analisa data menggunakan uji statistik Chi–Square dengan α (0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan kejadian hyperemesis gravidarum dengan P value (0,604) dan tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian hyperemesis gravidarum dengan P value (0,972). Saran bagi rumah sakit dapat dijadikan masukan dalam mengupayakan pengembangan tatalaksana asuhan kebidanan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terutama pada kasus-kasus yang berhubungan dengan kejadian hyperemesis gravidarum
1035325 Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Sebagai Upaya Memperlancar Pemberian ASI Eksklusif Juliana Widyastuti Wahyuningsih
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.857 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v10i2.231

Abstract

Salah satu asuhan yang diberikan bidan adalah asuhan pada bayi baru lahir. Protokol evidence-based yang baru telah diperbaharui oleh WHO dan UNICEF tentang asuhan bayi baru lahir untuk satu jam pertama yang menyatakan bahwa bayi harus mendapatkan kontak kulit dengan ibunya segera setelah lahir selama paling sedikit satu jam. Inisiasi Menyusu Dini (early intitiation) atau permulaan menyusu dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Sebagai Upaya Memperlancar Pemberian ASI Eksklusif Di Klinik Bersalin Budi Mulia Medika Palembang. Desain penelitian ini menggunakan metode Action Recearch yaitu peneliti melakukan asuhan atau pelaksanaan secara langsung pada klien, dimana pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling yaitu cara pengambilan sampel yang dilakukan dengan kebetulan bertemu dan teknik pengumpulan data menggunakan check list . Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin yang melakukan Inisiasi Menyusu Dini di Klinik Bersalin Budi Mulia Medika Palembang dari Bulan September Tahun 2020. Sampel pada penelitian ini adalah ibu bersalin yang bersedia untuk melakukan IMD dan bayi yang dapat dilakukan IMD yang memiliki berat badan >2500 gram, atau bayi yang tidak mengalami asfiksia di Klinik Bersalin Budi Mulia Medika Palembang. Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini dapat memperlancar pemberian ASI Eksklusif pada bayi. Karena segera setelah lahir bayi telah dibiasakan diberi ASI dan ASI dapat memenuhi kebutuhan makanannya yang paling lengkap tanpa diberikan makanan tambahan lain sehingga berat badan bayi pun akan lebih cepat bertambah
Analisis Keaktifan Kader Posyandu dalam Pelaksanaan Kegiatan Posyandu Juliana Widyastuti Wahyuningsih
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.018 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v11i1.245

Abstract

Posyandu merupakan usaha kesehatan yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat, yang dalam pelaksanaanya dilakukan oleh kader yang bersifat dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang keaktifan kader posyandu di Desa Gedung Agung Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat yang berkaitan dengan pengetahuan, sikap kader posyandu, sarana dan prasarana kesehatan yang ada di posyandu serta peran tokoh masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi analisis deskriftif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informasi didapat dengan menggunakan Wawancara Mendalam (WM) dengan informan kunci 4 orang dan Focus Group Discussion (FGD) sebanyak 2 kelompok atau 16 orang. Informasi dianalisa secara manual, keabsahan informasi dilakukan dengan cara Triangulasi sumber dan Triangulasi metode. Dari hasil penelitian terhadap informasi peserta FGD diketahui bahwa pengetahuan mengenai tugas dan peran kader sudah cukup baik, walaupun mereka hanya menjelaskan secara garis besarnya saja, hal inipun sama dengan hasil peserta WM bahwa mereka masih sangat kurang dalam menyampaikan pengetahuan mengenai tugas dan peran kader posyandu. Untuk sikap yang diberikan oleh peserta FGD dan WM sudah cukup baik walaupun masih ada dari peserta FGD yang bersikap kurang perduli dengan tugas dan perannya di posyandu. Sarana dan prasarana kesehatan yang ada sudah dapat digunakan dalam pelaksanaan kegiatan posyandu walaupun masih perlu dilengkapi lagi. Untuk peranan Kepala Desa sebagai tokoh masyarakat cukup mendukung dengan pelaksanaan kegiatan posyandu. Disimpulkan bahwa pengetahuan mengenai tugas dan peran kader di posyandu sangat penting untuk menunjang keaktifan kader posyandu. Adapun saran – saran yang diajukan kiranya dapat bermanfaat dan menunjang semua pihak khususnya kader posyandu desa Gedung Agung Kecamatan Merapi Kabupaten Lahat.
Pengaruh Senam Hamil Terhadap Lama Persalinan di Klinik Bersalin Budi Mulia Medika Palembang Juliana Widyastuti Wahyuningsih; Dela Marsela
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.15 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v11i2.260

Abstract

Senam atau latihan selama kehamilan memberikan dampak positif terhadap pembukaan serviks dan aktifitas uterus yang terkoordinasi saat persalinan, ditemukan juga secara bermakna persalinan yang lebih awal dan lama persalinan yang lehih singkat dibandingkan dengan tidak melakukan senam hamil. Senam hamil dapat membantu persalinan sehingga ibu dapat melahirkan tanpa kesulitan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap lama persalinan di Klinik Bersalin Budi Mulia Medika Palembang. Penelitian ini menggunakan metode survey comparative study (studi perbandingan) dengan pendekatan cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin dengan persalinan normal spontan di Klinik Bersalin Budi Mulia Medika yang berjumlah 277 orang. Sampel dalam penelitian adalah ibu dengan persalinan normal spontan yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu terdiri dari 54 ibu bersalin yang melakukan senam hamildan 54 ibu bersalin yang tidak melakukan senam hamil. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan tentang hubungan senam hamil dengan lama Persalinan di Klinik Bersalin Budi Mulia Medika Palembang terdapat 108 sampel yang dapat diambil kesimpulan Terdapat pengaruh senam hamil terhadap lama Persalinan Kala I pada ibu bersalin yang melakukan senam hamil dan yang tidak melakukan senam hamil. Terdapat pengaruh senam hamil terhadap lama Persalinan Kala II pada ibu bersalin yang melakukan senam hamil dan yang tidak melakukan senam hamil