Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Korelasi Umur, Paritas dan Jarak Kehamilan dengan Berat Badan Lahir Risa Devita; Neni Riyanti
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.12 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v11i2.271

Abstract

Berat badan lahir merupakan indikator penting terkait kerentanan terhadap risiko penyakit dan kelangsungan hidup anak. Berat badan lahir, ditimbang dalam waktu satu jam sesudah lahir. Risiko kehamilan pada umur di atas 35 tahun ke atas menyebabkan risiko meninggal atau cacat pada bayi dan ibu hamil dan mempengaruhi berat badan lahir pada bayi, paritas yang terlalu banyak dapat menyebabkan terjadinya gangguan dalam kehamilan, menghambat proses persalinan, menyebabkan perdarahan, dan ibu memiliki jarak kehamilan yang terlalu dekat/jauh dapat menyebabkan keguguran anemia,dan prematur. Penelitian untuk mengetahui hubungan umur, paritas, dan jarak kehamilan dengan berat badan lahir. Metode penelitian secara kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif. Sampel diambil secara simple random sampling berjumlah 121 responden dengan instrument lembar rekam medik ibu bersalin di Praktik Mandiri Bidan Mitra Mulia Banyuasin Tahun 2017-2109. Analisis data menggunakan uji korelasi pearsonproduct moment. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020 - Februari 2021. Hasil penelitian didapatkan variabel umur diperoleh nilai positif (r = 0,070), korelasi umur dengan berat badan lahir dengan signifikasi (p= 0,447) sehingga tidak terdapat korelasi yang bermakna antara umur dengan berat badan lahir. Variabel paritas diperoleh nilai positif (r = 0,06), korelasi paritas dengan berat badan lahir dengan signifikasi (p=0,504) sehingga tidak terdapat nilai korelasi yang bermakna antara paritas dengan berat badan lahir. Variabel jarak kehamilan diperoleh nilai negatif (r = - 0,503), korelasi jarak kehamilan dengan berat badan lahirdengan signifikasi (p = 0,062) sehingga tidak terdapat korelasi yang bermakna antara jarak kehamilan dengan berat badan lahir.
Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III tentang Manfaat Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Risa Devita; Neni Riyanti
Jurnal Genta Kebidanan Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kartini Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.48 KB) | DOI: 10.36049/jgk.v12i2.109

Abstract

Pemberian ASI eksklusif sangat dianjurkan dari saat bayi baru lahir sampai usia 6 bulan. ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih, serta tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan nasi tim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III tentang manfaat pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Sampel pada penelitian adalah sebagian ibu hamil trimester III yang melakukan kunjungan Antenatal Care ke Praktik Bidan Mandiri Choirul Mala Palembang dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling yang berjumlah 32 sampel. Penelitian dilakukan pada bulan September 2021 – Januari 2022. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan hasil di analisis secara univariat. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang manfaat ASI eksklusif yaitu sebanyak 24 responden (75%), yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 5 responden (15,6%) dan sebanyak 3 responden (9,4%) yang memiliki pengetahuan yang kurang.