Murni Djamal
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Origin of the Islamic Reform Movement in Minangkabau Life and Thought of Abdul Karim Amrullah Murni Djamal
Studia Islamika Vol 5, No 3 (1998): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sdi.v5i3.744

Abstract

Salah seorang ulama di Minangkabau, Sumatera Barat yang mempelopori gerakan pembaruan Islam adalah Abdul Karim Amrullah, yang kelak perjuangannya dilanjutkan oleh HAMKA. Pemikiran pembaharuan Abdul Malik Amrullah menggoreskan titik penting dari matarantai perkembangan pembaruan di kalangan masyarakat Muslim Indonesia. Hubungan yang terjalin antara ulama Minangkabau dengan tokoh-tokoh pembaharuan yang datang kemudian, baik melalui pendidikan maupun politik, menggambarkan bagaimana sebuah pemikiran keagamaan menyebar luas melintasi batas wilayah dan komunitas keagamaan di Nusantara.DOI: 10.15408/sdi.v5i3.744
The Origin of the Islamic Reform Movement in Minangkabau Life and Thought of Abdul Karim Amrullah Djamal, Murni
Studia Islamika Vol. 5 No. 3 (1998): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sdi.v5i3.744

Abstract

Salah seorang ulama di Minangkabau, Sumatera Barat yang mempelopori gerakan pembaruan Islam adalah Abdul Karim Amrullah, yang kelak perjuangannya dilanjutkan oleh HAMKA. Pemikiran pembaharuan Abdul Malik Amrullah menggoreskan titik penting dari matarantai perkembangan pembaruan di kalangan masyarakat Muslim Indonesia. Hubungan yang terjalin antara ulama Minangkabau dengan tokoh-tokoh pembaharuan yang datang kemudian, baik melalui pendidikan maupun politik, menggambarkan bagaimana sebuah pemikiran keagamaan menyebar luas melintasi batas wilayah dan komunitas keagamaan di Nusantara.DOI: 10.15408/sdi.v5i3.744