Supervisi adalah upaya yang dilakukan dalam rangka pemantauan disertai dengan pemberian bimbingan, penggerakan atau motivasi dan pengarahan (Depkes, 2008). Supervisi berarti individu yang mempunyai otoritas dalam memperhatikan pegawai mereka, untuk menyewa, memindahkan, menangguhkan, memecat, memanggil kembali, membebas tugaskan, menandatangani, memberikan hadiah atau mendisiplinkan pegawai lainnya atau bertanggung jawab untuk mengarahkan mereka atau menangani keluhan mereka atau secara efektif menganjurkan suatu tindakan. Jika berkaitan dengan diatas, pelaksanaan otoritas semacam itu tidak semata mata rutinitas atau sifat administrasi tetapi juga penggunaan penilaian yang independen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan supervisi yang efektif terhadap kedisiplinan perawat dalam melakukan dokumentasi asuhan keperawatan di Rumah Sakit Mulya Pinang tahun 2016. Metode penelitian deskriptif korelational dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien anak toddler dengan jumlah 35 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling, yaitu menentukan sample berdasarkan jumlah populasi yang ada.. Analisa data untuk mencari hubungan ibu bekerja dengan keberhasilan dalam melakukan toilet training dengan uji statistic spearman rho karena data berbentuk ordinal-ordinal. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki supervise yang efektif sebanak 68,6%. Sedangkan kedisiplinan perawat dalam melakukan dokumentasi terdapat 65,7% yang disiplin. ada hubungan antara supervise yang efektif dengan kedisiplinan perawat dalam melakukan dokumentasi asuhan keperawatan di Rumah Sakit Mulya Pinang Tangerang dengan p-value < 0,05 (0,002).