Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDY EKSPERIMENTAL KEULETAN BAJA KARBON RENDAH SETELAH DILAKUKAN PERLAKUAN PANAS AUSTEMPERING Rian Dwi Wijaya
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.333 KB)

Abstract

Prinsip dari perlakuan panas Austempering ini adalah dengan cara memanaskan baja sampai tempratur austenit kemudian di quenching dalam bak air garam yang panasnya ± 250-550°c dan ditahan dengan waktu yang cukup lama sehingga austenit berubah menjadi bainit keseluruhannya. Jika baja eutectoid didinginkan secara cepat pada fasa austenit ke suhu antara 250- 550 °C dan ditahan pada interval suhu tersebut (isothermal) maka akan terbentuk struktur mikro yang dinamakan bainit sesuai dengan nama penemunya yaitu Dr. E.C. Bain. Bainit adalah struktur mikro hasil dari reaksi eutectoid non lamellar sedangkan perlit dihasilkan dari reaksi eutectoid lamellar. Bainit merupakan struktur mikro yang merupakan campuran fasa ferit dan cementite (Fe3C). Pada suhu 350-550 °C akan terbentuk bainit atas (upper bainit) sedangkan pada 250-350 °C akan terbentuk bainit bawah (lower bainit). Pada penelitian ini bahan yang digunakan untuk perlakuan panas austempering adalah baja karbon rendah dengan media quenching larutan air garam. Dalam penelitian ini proses austempering dilakukan pada temperatur 300, 350, dan 400°C dengan waktu tahan selama 30 menit. Hasil dari penelitian ini menunjukan jika baja karbon rendah dilakukan proses austempering nilai kekerasan semakin menurun yaitu dari 144 menjadi 116 pada temperatur 400°C, jadi semakin tinggi tempratur austempering maka nilai kekerasannya semakin rendah.