Harli Harli
Program Studi Agroteknologi Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Al Asyariah Mandar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Ekstrak Taoge dan Suplemen Organik Nitrogen Aromatik Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Setek Tanaman Mawar (Rosa L.) Harli Harli; Rasma Rasma
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2017): Agrovital Volume 2, Nomor 2, November 2017
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v2i2.129

Abstract

Mawar merupakan salah satu tanaman kebanggaan Indonesia dan sangat popular dimata dunia sehingga permintaan mawar terus meningkat seiring dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, karenanya kebutuhan pasar dalam dan luar negeri pada ke nyataannya tidak dapat dipenuhi. Oleh karena itu dibutuhkan suatu teknik pembudidayaan yang diharapkan dapat menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang maksimal sehingga kebutuhan dan permintaan akan tanaman mawar dapat dipenuhi. Penelitian Darma Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat berlangsung dari bulan Mei sampai Juli 2016, bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Ekstrak Taoge dan Suplemen Organik Boom Flower Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Setek Tanaman Mawar (Rosa L.). Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama pemberian ekstrak taoge (T), terdiri dari 3 taraf yaitu :  T0 = Tanpa perendaman ekstrak taoge, T1 = Perendaman dengan ekstrak touge selama 15 menit, T2 = Perendaman dengan ekstrak taoge selama 30 menit.  Anak petak penggunaan suplemen organik Boom Flower (S), terdiri dari 3 taraf yaitu : S0 = Tanpa pemberian Boom Flower, S1 = Pemberian Boom Flower dengan dosis 2 ml/l air, S2 = Pemberian Boom Flower dengan dosis 4 ml/l air.  Sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 unit penelitian dan setiap perlakuan terdiri dari 2 tanaman sampel sehingga jumlah keseluruhan tanaman sebanyak 54 tanaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dengan ekstrak taoge selama 30 menit (T2) memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap waktu munculnya tunas. Dan pemberian suplemen organik Boom Flower dengan dosis 2 ml/l air (S1) memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap waktu munculnya tunas, tinggi tunas, jumlah daun, dan waktu munculnya bunga.Tetapi tidak ada interaksi ekstrak taoge dengan suplemen organik Boom Flower yang memberikan pengaruh terbaik pada semua parameter pengamatan.
PENGARUH INTERAKSI GENOTIPA JAGUNG UNGU (ZEA MAYS L.) PADA DUA LINGKUNGAN TUMBUH Harli Harli; M. Yasin HG; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Agrisistem Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh sejumlah genotype jagung ungu yang lebih baik dari genotype chek, membedakan sejumlah genotype jagung ungu pada dua lingkungan tumbuh dan untuk mengetahui apakah terjadi interaksi antara genotipe dengan lingkungan tumbuh terhadap sejumlah peubah dari jagung ungu. Penelitian ini dilaksanakan pada dua Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) dan Kebun Percobaan Balai Penelitian tanaman Serealia Kabupaten Maros Sulawesi Selatan (Sulsel), berlangsung pada bulan Juli – September 2016. Penelitian menggunakan model Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas tiga ulangan. Hasil menunjukan Genotipe yang memberikan pengaruh lebih baik dan berbeda nyata pada dua lingkungan tumbuh adalah pada peubah hasil bobot biji kadar air 15%, jumlah tongkol panen, bobot tongkol kupasan basah, bobot kupasan 5 tongkol, dan jumlah tanaman panen ditunjukkan dari genotyipe Pulut Manado Ungu PMU(S1)synth.F.C1. Belum terdapat pengaruh interaksi antara lingkungan tumbuh dan genotype pada semua peubah yang diamati sehingga dapat diartikan bahwa genotipe yang dievaluasi mempunyai produktivitas dan karakter sama pada dua lingkungan tumbuh baik.