Ananta Prathama
Program Studi Ilmu Administrasi Negara UPN "Veteran" Jawa Timur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA (BSPS) DI DESA SAMBIGEDE KECAMATAN BINANGUN KABUPATEN BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR Altesa Wahyudiana Setiyarini; Ananta Prathama
Jurnal Penelitian Administrasi Publik Vol 1 No 1 (2019): Public Administration Journal of Research
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/paj.v1i1.2

Abstract

The stimulant assistance of the self-supporting house is one of the central government's attempts to reduce the house unlivable into livable. Sambigede village is one of the Blitar districts where the largest quotas of houses are not livable and is earning the number of the biggest load of self-development development services in Blitar. This kind of research is a descriptive qualitative study. The focus of the study was in the four stages of the organization for stimulant assistance by self supporting housing based on technical instructions for the self supporting housing stimulant assistance program No. 07/ SE /Dr/2018. 4 among the intended stages are community preparation, candidates for assistance, assistance use, and reporting. The data collection techniques used in this study are interviews, observation, and documentation.The results of research that is drawn from the public printing stages are known that it is well received and transparent but is not yet consistent with technical directions and rules that apply this can be seen from the implementation of the ground facilitator's entire proposal for aid, Not yet optimal in the effort because the ground facilitator and village device were ineffective and efficient in searching for the recipient, who met the criteria and twice looked for the recipient to meet the quota. Further from the initialization stage of the help recipient being well-received in accordance with technical directions and the applicable and already optimal rules, it can be seen from the PPK speed for checking the will for the relief recipient's proposal and issuing a decree for the relief recipient.In accordance with the technical instructions and established rules that are already optimal, it can be seen from the time that development rewards did not pass the deadline for the quick program of the self supporting housing supply, the end of the budget and, a good coordination between ground facilitator power, aid receiver, and village devices to address the problem. Next, the non-voluntary reporting stage is in accordance with technical guidance, though in responding submission does not pass the year budget end, but in compiling liability reports by field facilitator power.
INOVASI E-LAMPID DALAM PENINGKATAN KEMUDAHAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KELURAHAN KAPAS MADYA BARU KECAMATAN TAMBAKSARI KOTA SURABAYA Azmi el Saffah; Ananta Prathama
Jurnal Penelitian Administrasi Publik Vol 1 No 2 (2019): Public Administration Journal of Research
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/paj.v1i2.14

Abstract

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Salah satu bentuk pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah adalah di bidang administrasi kependudukan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya merupakan salah satu instansi yang menyelenggarakan pelayanan di bidang administrasi kependudukan. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala, oleh karena itu Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil membuat inovasi, yaitu E-Lampid. E-Lampid merupakan layanan online untuk pengurusan akta kelahiran, akta kematian, pindah datang dan pindah keluar bagi WNI, serta akta perkawinan dan akta perceraian bagi masyarakat non-muslim. Selanjutnya E-Lampid disebar hingga tingkat Kelurahan di Kota Surabaya untuk memudahkan masyarakat, salah satunya adalah di Kelurahan Kapas Madya Baru Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualititatif untuk menentukan cara mencari, mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data hasil dari penelitian. Lokasi yang dipilih untuk penelitian ini adalah Kelurahan Kapas Madya Baru Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya, di Jl. Kapas Madya II No. 54, Surabaya. Fokus penelitian ini adalah inovasi e-lampid dalam peningkatan kemudahan pelayanan administrasi kependudukan di Kelurahan Kapas Madya Baru Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya, teori yang digunakan ialah teori atribut inovasi menurut pendapat Rogers dalam (Suwarno, 2008:16-18), yaitu Relative Advantage (Keuntungan Relatif), Compatibility (Kesesuaian), Complexity (Kerumitan), Triability (Kemungkinan Dicoba), dan Observability (Kemudahan Diamati). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan gabungan/triangulasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data menurut Miles dan Huberman dalam (Sugiyono, 2018:246). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inovasi e-Lampid dalam Peningkatan Kemudahan Pelayanan administrasi Kependudukan di Kelurahan Kapas Madya Baru Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di wilayah Kelurahan Kapas Madya Baru. Pada atribut inovasi relative advantage menunjukkan bahwa pelayanan administrasi kependudukan menjadi lebih mudah karena online, hemat waktu karena pelayanan lebih cepat, serta hemat tenaga karena tidak perlu berkali-kali datang. Compatibility, bahwa terdapat kesesuaian dengan SOP yang berlaku serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Complexity, bahwa tidak terdapat kerumitan, artinya penggunaan inovasi e-Lampid lebih memudahkan masyarakat. Triability, bahwa inovasi e-Lampid telah dilakukan uji coba pada tahun 2014. Observability, bahwa melalui inovasi e-Lampid masyarakat dapat dengan mudah melihat sejauh mana proses pelayanan yang telah didaftarkan, dan output yang dihasilkan dari adanya inovasi e-lampid dapat dirasakan oleh masyarakat. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Inovasi Pelayanan Publik, E-Lampid.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA KEBANGSAAN MAKAM BUNG KARNO KOTA BLITAR DALAM UPAYA PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATAWAN Fahmi Sugilar; Ananta Prathama
Jurnal Penelitian Administrasi Publik Vol 1 No 2 (2019): Public Administration Journal of Research
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/paj.v1i2.19

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada fenomena yang menunjukkan daya tarik wisata kawasan Makam dan Perpustakaan Bung Karno cukup positif. Sejalan dengan hal tersebut maka diperlukan pembangunan dan pengembangan wisata secara berkelanjutan agar daya tarik objek wisata semakin meningkat dan tentunya semakin diminati masyarakat. Maka dari itu perlu adanya perencanaan strategi pengembangan pada objek wisata kebangsaan Makam Bung Karno agar kunjungan wisatawan dapat terus dipertahankan, bahkan diharapkan terus meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisa Strategi Pengembangan Objek Wisata Kebangsaan Makam Bung Karno Kota Blitar Dalam Upaya Peningkatan Kunjungan Wisatawan. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi, dan analisis data dengan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Lokasi penelitian ini adalah pada Objek Wisata Kebangsaan Makam Bung Karno Kota Blitar. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) Strategi Pengembangan Objek Wisata Kebangsaan Makam Bung Karno yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar dalam upaya peningkatan kunjungan wisatawan telah dikatakan berhasil. (2) tersedianya objek dan daya tarik, pada objek wisata kebangsaan makam Bung Karno sudah terdapat berbagai atraksi pendukung yang cukup beragam, sehingga dinyatakan berhasil dalam upaya peningkatan kunjungan wisatawan (3) adanya fasilitas aksebilitas, mulai dari ketersediaan transportasi untuk menuju lokasi obyek wisata, kemudahan menjangkau lokasi objek wisata, akses informasi, serta ketersediaan tempat parkir kendaraan secara keseluruhan telah terpenuhi dengan baik, sehingga dinyatakan cukup berhasil dalam upaya peningkatan kunjungan wisatawan (4) tersedianya fasilitas amenitas, ketersediaan fasilitas pemenuhan kebutuhan fisik/dasar, ketersediaan fasilitas pemenuhan kebutuhan sosial wisatawan di lokasi obyek wisata maupun ketersediaan fasilitas pelengkap secara keseluruhan sudah memadai untuk memberikan kenyamanan pada wisatawan, sehingga dalam hal ini dapat dikatakan cukup berhasil dalam upaya peningkatan kunjungan wisatawan. Kata Kunci: Strategi, Peningkatan Pariwisata, Makam Bung Karno