This Author published in this journals
All Journal Product Design
Bismo Djelantik
Institut Teknologi Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Awal Konsep Kokpit Helikopter Tempur Berbasis Box Safety Cockpit Andana, Kadek; Djelantik, Bismo
Product Design Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Abstrak Saat ini Indonesia dituntut untuk memperkuat pertahanan udaranya dengan mengembangkan desain helikopter tempur yang menggunakan basis helikopter angkut Bell 412 hal ini dilakukan karena industri kedirgantaraan dalam negri memiliki banyak keterbatasan dalam membuat dan mengembangkan helikopter tempur dari segi teknologi dan pengalaman. Modifikasi yang dilakukan oleh PTDI saat ini merupakan bagian dalam mengembangkan helikopter tempur untuk meminimalisir development cost yang dikeluarkan bila industri harus mengembangkan helikopter dari awal. Pengembangan desain helikopter menggunakan Bell 412 ini sudah melalui analisa mengenai kemampuan manufer, daya jelajah, dan kapasitas angkut yang memadai sehingga memungkinkan untuk dikembangkan menjadi helikopter tempur. Kemudian permasalahan yang dihadapi oleh PTDI dalam mengembangkan helikopter tempur ini adalah tidak adanya sistem keselamatan yang memadai untuk melindungi nyawa setiap kru pada helikopter bumblebee dan analisa ergonomi mengenai letak panel instrument, tuas kendali, analisa aktivitas kru didalam kokpit, dan analisa daya visual kru helikopter didalam kokpit yang cocok untuk dikembangkan dan dan diaplikasian pada kokpit helikopter tempur bumblebee, agar kokpit helikopter tempur bumblebee cocok digunakan oleh user dengan postur tubuh orang asia dengan tinggi rata-rata 170cm. Konsep kokpit yang saya kembangkan yaitu kokpit yang mampu memberikan keselamatan pada kru saat berada di udara maupun didarat ketika helikopter mengalami kondisi darurat (safety pilot after crash)bentuk kokpit yang mengaplikasikan sistem tandem seat dengan bentuk seperti bak mandi/bathtub yang dibuat dengan menggunakan material kevlar yang berfungsi untuk melindungi kru dan peralatan yang berada didalamnya agar terlindungi dari serangan darat dan pengaplikasian air bag sistem untuk melindungi kru dari benturan ketika helikopter jatuh ke permukaan tanah. Maka dalam mendesain helikopter dibutuhkan sebuah sistem keselamatan yang memadai untuk mendukung setiap aktivitas helikopter di lapangan agar tercipta kesadaran akan keselamatan awak helikopter saat berada di udara dan di darat.Kata Kunci : Helikopter tempur, desain kokpit, Helikopter Bell 412 AbstractIndonesia is required to strengthen the air defenses by developing combat helicopter designs which use chassis from Bell 412 because aerospace industry in Indonesia has many limitations of technology and experiencein creating and developing a combat helicopter. Modifications made by the PTDI is part in developing attack helicopter to minimize development costs incurred when the industry must develop a helicopter from basic. Design development using a Bell 412 helicopter has been through an analysis of the maneuver ability, cruising range, and payload capacity sufficient to allow to be developed into a combat helicopter. Then the problems faced by the PTDI in developing combat heicopter is the safety system to protect the life of every crew inside the helicopter and ergonomic analysis of the instrument panel layout, the control lever, analysis of crew activity inside the cockpit, and analysis of visual resources in the helicopter crew is suitable to be developed and applied to cockpit of combat helicopter, bumblebee cockpit used by the user with the posture of asian people with an average height of 170cm. I developed the concept of the cockpit is able to provide safety to the crew while in the air and on ground when the helicopter in emergency situation (safety pilot after crash) the cockpit apply the system of tandem seat with forms such as bathtub is made using kevlar material which serves to protect the crew and the equipment from ground attack and air bag systems application to protect the crew from the collision when the helicopter crashed to the ground. So in designing the helicopter needed a system of salvation is adequate to support any helicopter activity in the field in order to create awareness of the safety of the crew of the helicopter while in the air and on land.
PENGENALAN DASAR FOTOGRAFI DALAM INSTRUMEN PENDIDIKAN PADA ANAK USIA DINI Pirouzi, Muhammad Sandy; Djelantik, Bismo
Product Design Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Teknologi digital kamera sebagai media komunikasi telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal ini dapat dilihat dari maraknya pengunggahan foto melalui jejaring sosial. Praktik penggunaan kamera di Indonesia telah dilakukan oleh berbagai lapisan usia yaitu anak usia dini hingga orang dewasa. Pesatnya perkembangan kamera tidak berbanding lurus dengan pesatnya perkembangan informasi edukasi mengenai fotografi terhadap masyarakat. Salah satu contohnya adalah saat ini beberapa sekolah telah mewajibkan siswanya untuk melampirkan foto di dalam laporan tugasnya. Namun, sayangnya belum ada pendidikan dasar mengenai fotografi terhadap anak usia dini. Edukasi mengenai fotografi dasar bagi anak usia dini menjadi penting agar mereka mengetahui secara seksama fungsi dan prinsip kerja kamera. Oleh karena itu, dibutuhkan sarana edukasi pengenalan dasar fotografi terhadap anak usia dini di Indonesia.
ELECTRIC CARGO BIKE SEBAGAI MODA TRANSPORTASI KURIR STUDI KASUS: ARMADA PELIKAN JNE Rahadian, Aristyo; Djelantik, Bismo
Product Design Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Keberadaan jasa pengiriman barang berkembang seiring dengan perkembangan kota tempatnya beroperasi. JNE mencoba mengatasi kondisi lalulintas kota Jakarta yang semakin padat dengan meluncurkan pilot project nya yang bernama PELIKAN (Pengiriman Lintas Kawasan) yang khususmenangani jasa pengantaran dokumen sehari sampai. Biaya operasional yang cukup tinggi kembali diatasi JNE dengan menggunakan sepeda listriksebagai armada nya. Banyak celah yang harus dibenahi seiring dengan sistem baru yang diterapkan untuk mengoptimalisasi penggunaan modatransportasi berenergi listrik.
PENGEMBANGAN ALAT SELAM UNTUK MEMBANTU KONSERVASI TERUMBU KARANG Makarim, M. Fadhlan; Djelantik, Bismo
Product Design Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Product Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Biota bawah laut sangat menarik untuk diamati mulai dari ikan laut dan terumbu karang. Banyak orang yang ingin menikmati keindahan bawah laut ini akan tetapi yang terjadi adalah rusaknya ekosistem bawah laut tersebut. Terumbu karang memiliki sifat yang sangat sensitif sehingga hanya dengan tersentuh saja dapat membuat hewan ini mati. Mayoritas disebabkan oleh penyelam awam yang belum memiliki kemampuan neutral buoyancy sehingga berakhir dengan menyentuh terumbu karang walapun tidak disengaja. Diperlukan alat bantu untuk penyelam awam ini agar mengurangi kemungkinan menyentuh terumbu karang saat menikmati keindahan bawah laut.// //