This Author published in this journals
All Journal Al-MUNZIR
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAKWAH TEORETIS DAN HISTORIS Aminuddin Aminuddin
Al-MUNZIR No 2 (2013): Vol. 6 No. 2 November 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.38 KB) | DOI: 10.31332/am.v6i2.252

Abstract

Abstrak: Aktivitas dakwah di Indonesia mulanya sejakIslam masuk dan yang berkembang baru sebatas dakwahkonvensional, yakni dakwah secara praktis yang meliputitabligh keagamaan, propaganda politik, aplikasi ajaranIslam secara indivuduil, dan teladan hidup para da'i yangdapat dikatakan sebagai metode tradisional. Setelahbeberapa abad kemudian, lahirlah disiplin Ilmu Dakwahyang diprakarsai oleh Perguruan Tinggi Islam diIndonesia (PTAIN) pada tahun 1960 yang membukaprogram studi Dakwah seperti di Fakultas Dakwah IAINBanda Aceh.Seiring dengan kemajuan sains dan teknologi yang kianberkembang begitu pesat, tentu hal ini berdampak danmelanda berbagai bidang, baik di bidang sosial, ekonomi,budaya, politik dan sebagainya. Bahkan di bidangkeagamaan sendiri, sebagai salah satu efek kemajuan yangada, juga mengalami problem yang tidak ringan.Berkaitan dengan ini, maka para da’i perlu memahamiberbagai hal berkaitan dengan dakwah, misalnya ilmudakwah baik dari aspek teoretis maupun historis, danmateri, metode maupun media dakwah.Kata kunci : Dakwah, teoretis dan histories
DAKWAH DI INDONESIA DAN EKSISTENSINYA PADA ERA MODERN Aminuddin Aminuddin
Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.409 KB) | DOI: 10.31332/am.v6i1.227

Abstract

Abstrak: Dakwah memiliki ta’rif yang banyak, akan tetapi dalam konteks ini kata dakwah dita’rifkan menyeru manusia kepada Islam yang hanif dengan keutuhan dan keuniversalannya, dengan syi’ar-syi’ar dan syari’atnya, dengan aqidah dan kemuliaan akhlaknya, dengan metode dakwahnya yang bijaksana dan sarana-sarananya yang unik, serta cara-cara penyampaiannya yang benar. Sesungguhnya kita tidak bisa memisahkan antara dakwah dengan da’inya, karena dakwah dan da’i adalah ibarat dua sisi mata uang yang saling membutuhkan dan tidak mungkin dipisahkan satu sama lain. Seorang da’i harus memahami bahwa sesungguhnya dakwah merupakan tugas para rasul Allah yang mulia. Islam hanya akan menjadi dakwah yang benar apabila dibawakan oleh seorang da’i yang fahim (paham) dan khaluuq (berakhlak). Eksistensi dakwah Islam sekarang ini, khususnya di Indonesia belum menunjukan kemajuan yang berarti. Karena dakwah masih berjalan di tempat dan masih berputar pada persoalan-persoalan klasik yang ada di masyarakat. Dakwah terkadang hanya sebatas tontonan dan tidak dijadikan tuntunan. Padahal alangkah baiknya dakwah yang telah disampaikan tersebut, menjadi tuntunan dan bisa menjadi ilmu serta nasehat yang selalu diingat.Kata Kunci: Dakwah, era modern.