Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Al-MUNZIR

TAREKAT DAN PERKEMBANGANNYA Rahmawati Rahmawati
Al-MUNZIR No 1 (2014): Vol. 7 No. 1 Mei 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.12 KB) | DOI: 10.31332/am.v7i1.271

Abstract

Abstrak: Penulis mengkaji makna tarekat dan sejaranperkembangannya. Dari berbagai referensi tentangpengertian tarekat itu, diperoleh dua makna dari tarekatitu, yaitu tarekat bermakna jalan yang ditempuh olehseorang sufi untuk untuk mendekatkan diri kepada Tuhandan tarekat bermakna semacam organisasi atauperkumpulan yang di dalamnya terdapat syekh, upacararitual dan zikir-zikir tertentu. Tarekat dalam pengertianpertama bersifat individual sementara yang kedua bersifatkolektif. Selanjutnya penulis mengkaji sejarahperkembangan ilmu tarekat dari masa ke masa.Berdasarkan berbagai literatur, sejarah perkembangantarekat yang merupakan dari bagian perkembangan dariajaran tasawuf itu sendiri, dibagi kedalam empat periodeatau masa. Periode pertama, berlangsung pada abad kesatudan du hijriyah. Periode kedua, yaitu abad ketiga dankeempat hijriyah. Periode ketiga, abad ke lima hijiriyah,dan periode keempat, abad ke enam hijriyah.Kata Kunci: Tarekat, tasawuf
CINTA DALAM PANDANGAN SUFISME Rahmawati Rahmawati
Al-MUNZIR No 2 (2013): Vol. 6 No. 2 November 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.067 KB) | DOI: 10.31332/am.v6i2.259

Abstract

Absrak: Cinta adalah sifat fitri manusia yangdianugerahkan Allah Swt., sehingga ia merupakan halyang universal dalam pandangan manusia.Dalam pandangan sufisme, bahwa di samping cintamerupakan naluri keindahan dalam diri manusia, namuncinta sesungguhnya dan itulah semulia dan agungnyacinta adalah cinta kepada yang menciptakan cinta dalamdiri manusia yakni Allah Swt. Seindah-indahnya cintaadalah cinta kepada Allah (mahabbah ilahi). Selanjutnyadalam makalah ini penulis mencoba mengangkat konsepatau ajaran cinta dalam perspektif sufisme denganmengacu kepada pandangan tokoh-tokoh sufi dansumber syar’i: al-Quran dan al-hadist.Kata Kunci: cinta, sufisme
MENGENAL ALLAH DALAM PERSPEKTIF SUFISME Rahmawati Rahmawati
Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.956 KB) | DOI: 10.31332/am.v6i1.236

Abstract

Abstrak: Mengenal Allah atau ma’rifatullahmerupakan suatu keharusan bagi setiap orang berimankarena ia merupakan syarat kekuatan iman seseorang.Karena itu, perintah mengenal Allah merupakan perkarayang diharuskan kepada hamba-hamba-Nya.Ma’rifatullah dalam pandangan sufisme tidaklahbertentang dengan al-Qur’an dan Hadist. Untukmencapai derajat ma’rifatullah dalam pandangansufisme, adalah orang yang mampu mewarnai dirinyadengan segala macam bentuk ibadah seperti rajin shalat,senantiasa berdzikir, tilawah, pengajar, mujahid,pelayan masyarakat, dermawan, dst. Tidak ada ruangdan waktu ibadah kepada Allah, kecuali dia ada di sana.Dan tidak ada ruang dan waktu larangan Allah kecualiia menjauhinya.Kata kunci: Ma’rifatullah, sufi