Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-MUNZIR

Frame Berita Kasus Dugaan Penistaan Agama Ahok di Website FPI Siti Mariyam
Al-MUNZIR Vol 14, No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v14i1.2465

Abstract

Kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok memunculkan reaksi umat Islam dari berbagai kalangan. Respons paling intens disinyalir berasal dari kelompok Front Pembela Islam (FPI). Hal tersebut ditandai dengan intensitasnya mengawal perkembangan kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok, menginisiasi lahirnya Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), aktif terlibat dalam aksi lapangan, bahkan menjadi komando lahirnya Aksi Bela al-Qur'an yang berjilid-jilid. Selain banyak terlibat dalam aksi lapangan, FPI juga banyak memperlihatkan responnya melaui pemberitaan kasus Ahok di websitenya. Penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan berikut; bagaimana website FPI membingkai kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok dalam pemberitaannya?, dan wacana apa yang hendak dibangun dalam bingkai berita kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok di website FPI?. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif interpretatif pada level teks media dengan pendekatan konstruksionis. Data penelitian dianalisis dengan merujuk pada teoriĀ  framing media model Robert N. Entman yang menekankan pada dua dimensi besar: seleksi isu dan penonjolan aspek tertentu dari realitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website FPI menggunakan perspektif hukum sebagai bingkai yang utama dalam memberitakan kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok (define problem), namun berita sengaja dipilah-pilah untuk menciptakan efek tertentu; merugikan pihak Ahok dan pemerintah, sebaliknya menguntungkan pihak kelompok FPI. Pada titik ini website FPI tampak melakukan politik kepentingan dengan selubung hukum. Artinya, perspektif hukum yang digunakan sebagai bingkai utama dalam pemberitaan kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok di website FPI, hanya dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok.
Peran Media Sosial dalam Mewujudkan Gerakan Hijrah: Studi terhadap Whatsapp Grup AMSHAH (Amani Shalihatunnisa) Eka Septa Dini; Siti Mariyam
Al-MUNZIR Vol 15, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v15i1.3338

Abstract

Social media is an online media that can make it easier for users to communicate and share information without time limits. One of the social media that is widely used by the community is the WhatsApp application. Whatsapp is an internet-based application that allows its users to communicate with its supporting features. This study aims to: (1) determine the role of social media whatsapp for the AMSHAH community, and (2) find out the concept of hijrah changes that occur in the AMSHAH community. This study uses a qualitative descriptive method to provide facts about the role of social media whatsapp for the AMSHAH community. The results showed that the role of social media whatsapp for AMSHAH there were 5, namely as social interaction, as entertainment, as information, creativity, and as a medium of da'wah. Meanwhile, the concept of changing hijrah in the AMSHAH community has 3, namely: First, physical changes, members have started to use syar'i clothes for their daily lives. Second, a change of mind. members who at first only thought about the world and then after gaining knowledge about religion, they changed their minds by always relating it to the hereafter. Third, namely behavioral changes, members have started to leave negative activities and turn them into positive activities.Keywords: Amani Salihatunnisa; Migrate; The Role of Social Media