Krisnina Dohan Limantara
universitas katolik darma cendika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Pembentuk Karakter Langgam Arsitektur Klasik Pada Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria Krisnina Dohan Limantara; Josephine Roosandriantini
JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 2 (2021): Juli
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/ja.v11i2.1766

Abstract

Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria merupakan salah satu gereja tertua di Indonesia yang terletak di Jalan Kepanjen Surabaya. Gereja ini memiliki nilai sejarah dan langgam arsitektur klasik yang tersimpan pada bangunannya. Oleh karena itu, bangunan bersejarah ini hendaknya dilestarikan, dan dipertahankan di perkembangan teknologi yang semakin canggih dan modern ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur pembentuk karakter arsitektural bangunan Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria dengan mengacu pada penerapan arsitektur klasik pada unsur bangunan Gereja tersebut. Identifikasi yang dilakukan terhadap Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai langgam arsitektur klasik dan mengkategorikan gereja tersebut sebagai bangunan kuno atau cagar budaya. Identifikasi yang dilakukan merupakan sebuah hasil analisa yaitu tabel untuk memperlihatkan detail lima rupa yaitu perdindingan, perlindungan, perlubangan, pertiangan, dan persolekan dari Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pengumpulan data, pengolahan data, serta penarikan kesimpulan dari analisa tabel identifikasi langgam arsitektur klasik. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan studi literatur, survei, yang meliputi pengamatan, dan pendokumentasian secara langsung berupa foto Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria. Analisa selain tabel juga berbentuk prosentase langgam yang diterapkan pada gereja tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria signifikan lebih menerapkan langgam arsitektur klasik. Variabel yang terlihat lebih dominan menerapkan langgam arsitektur klasik, yaitu pada ornament, bentuk jendela, façade bangunan, dan interior.
Penerapan “Guna dan Citra” dalam Arsitektur Nusantara Studi Kasus: Uma Mbatangu, Tongkonan, dan Sulah Nyanda Krisnina Dohan Limantara; josephine roosandriantini
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 3 No. 1 (2024): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v3i1.552

Abstract

Konsep berarsitektur yang berpijak pada “guna dan citra” adalah romo Mangunwijaya, melalui suatu objek arsitektur dianalogikan sebagai suatu esensi yang berkaitan dengan makna. Sehingga, suatu bangunan diandaikan sebagai suatu yang mempunyai jiwa dan daya bagi penghuninya. Hal tersebut berhubungan dengan faktor seni dan teknis dari tektonika yang terdapat pada bangunan, contohnya seperti pada bangunan rumah adat. Arsitektur nusantara berasal dari kekreatifan masyarakat setempat. Suatu konsep dalam arsitektur yang banyak mencerminkan kebudayaan setempat dan lingkungan alam sekitarnya menjadi landasan utama dari arsitektur nusantara, yang digambarkan dalam nilai-nilai dan makna yang tersembunyi dibalik bentuk rupa fisiknya. Tujuan dari penelitian ini untuk lebih memberi gambaran bahwa dalam wujud fisik arsitektur nusantara juga memiliki sebuah aspek citra dan aspek guna. Obyek penelitian yang digunakan yaitu rumah adat Sumba (Uma Mbatangu), rumah Adat Toraja (Tongkonan), dan rumah adat Baduy (Sulah Nyanda). Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif didukung dengan pengumpulan data melalui studi literatur. Hasil dari penelitian ini dapat memperlihatkan walaupun arsitektur nusantara cenderung terlihat sebagai bangunan yang tidak modern, tetapi dapat memperlihatkan aspek guna dan citra yang masih memunculkan kenyamanan penghuni