Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Prospek Penerapan Hukum Ekonomi Islam dan Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 terhadap Persaingan Usaha Bersifat Monopolistik Titut Sudiono
Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 2 No 1 (2014): Adzkiya Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.2 KB)

Abstract

Sebagai warga Indonesia kita patut bangga terhadap Pertumbuhan dunia usaha di Indonesia. Di berbagai sektor usaha telah menunjukkan perkembangan yang cukup pesat, baik sektor industri maupun jasa, sehingga pada gilirannya muncul persaingan yang seharusnya dipandang sebagai hal positif, dimana dengan adanya persaingan itu sendiri para pelaku usaha akan berlomba-lomba untuk terus memperbaiki produk ataupun jasa yang dihasilkan sehingga pelaku usaha terus menerus melakukan inovasi dan berupaya keras memberi produk atau jasa yang terbaik untuk para konsumen. Akan tetapi realitas yang terjadi di kalangan pelaku usaha adalah terjadinya persaingan yang tidak sehat yang mengarah kepada bentuk monopolistik yang tanpa disadari dapat merugikan pelaku usaha lainnya dan tentunya sangat bertentangan dengan Hukum Ekonomi Islam, serta patut dilakukan pengawasan terhadap kegiatan tersebut seperti yang diatur di dalam UU No.5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Prospek Penerapan Hukum Ekonomi Islam dan Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 terhadap Persaingan Usaha Bersifat Monopolistik Titut Sudiono
Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 2 No 1 (2014): Adzkiya Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.2 KB)

Abstract

Sebagai warga Indonesia kita patut bangga terhadap Pertumbuhan dunia usaha di Indonesia. Di berbagai sektor usaha telah menunjukkan perkembangan yang cukup pesat, baik sektor industri maupun jasa, sehingga pada gilirannya muncul persaingan yang seharusnya dipandang sebagai hal positif, dimana dengan adanya persaingan itu sendiri para pelaku usaha akan berlomba-lomba untuk terus memperbaiki produk ataupun jasa yang dihasilkan sehingga pelaku usaha terus menerus melakukan inovasi dan berupaya keras memberi produk atau jasa yang terbaik untuk para konsumen. Akan tetapi realitas yang terjadi di kalangan pelaku usaha adalah terjadinya persaingan yang tidak sehat yang mengarah kepada bentuk monopolistik yang tanpa disadari dapat merugikan pelaku usaha lainnya dan tentunya sangat bertentangan dengan Hukum Ekonomi Islam, serta patut dilakukan pengawasan terhadap kegiatan tersebut seperti yang diatur di dalam UU No.5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Digitalization of Creative Markets: Efforts to Develop Family Economic Resilience in Lampung Siti Zulaikha; Enny Puji Lestari; Titut Sudiono; Maulana Husen S
Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan Vol 8, No 2 (2021): October
Publisher : Faculty of Sharia (Islamic Law) at Fatmawati Sukarno State Islamic University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mzn.v8i2.2796

Abstract

This study aims to analyze the digitalization of the creative market on the economic growth of the family and to see the role of the family in the economic resilience of the community. This research uses a qualitative method with a case study approach that is field research. Sources of data from creative markets in two districts, namely Metro City and East Lampung. The results of the study indicate that the creative market is able to encourage family economic growth towards a more established direction, and build family relationships in economic resilience. The digitalization of the creative market has also been proven to be able to improve the family’s economy, such as meeting secondary and tertiary needs, education savings and retirement savings, fulfilling education costs, and fulfilling kitchen utensils. Another indication of the progress of the family economy is also marked by the development of fundamental aspects that support the creative economy, such as creativity, innovation, and invention. These three aspects can then affect creative business opportunities that are more wide open, more diverse livelihoods, easier to f ind additional income, souvenirs typical of tourist areas, and the title of a tourist city