Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Urgensi Pedoman Akuntansi Pesantren Dalam Pelaporan Keuangan Atika Lusi Tania
Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 8 No 02 (2020): Adzkiya: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/adzkiya.v8i02.2388

Abstract

Tahun 2018 Kemanterian Agama telah melakukan akreditasi terhadap 184 pondok pesantren dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non-Formal (BAN PAUD/PNF). Akreditasi ini menuntut pondok pesantren untuk meningkatkan kualitas baik pendidikan maupun keuangannya. Selain itu, pondok pesantren memiliki aset tetap yang banyak berupa tanah dari Wakaf yang perlu untuk diatur bagaimana pelaporannya. Jenis penelitian merupakan penelitian pendekatan kualitatif dengan riset lapangan, metode pengambilan data menggunakan wawancara dan observasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komponen laporan keuangan pondok pesantren, bagaimana penyajian akun-akun dalam laporan keuangan dan bagaimana implementasinya pada Pondok Pesantren Roudhotul Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan komponen laporan keuangan yang ada di Pondok Pesantren Roudhotul Qur’an belum mengadopsi Pedoman Akuntansi Pesantren (PAP). Dalam PAP komponen laporan keuangan terdapat empat jenis yaitu laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Perlakuan akuntansi bagi aset disajikan berdasarkan karakteristiknya dan dikelompokkan berdasarkan aset lancar dan tidak lancar. Liabilitas disajikan berdasarkan waktu jatuh temponya yang dikelompokkan menjadi liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Aset neto disajikan berdasarkan aset neto tidak terikat, aset neto terikat temporer dan aset neto terikat permanen. Pendapatan disajikan ke dalam pendapatan tidak terikat dan pendapatan terikat, begitu pula dengan beban. Laporan keuangan pondok pesantren menggunakan aplikasi Sistem Akuntansi Terakreditasi (SAKTI). Laporan keuangan menggunakan kalender masehi atau umum. Laporan keuangan yang dihasilkan meliputi laporan dana masuk dan dana keluar. Jenis laporan keuangan ada tiga jenis yaitu laporan dana masuk dan dana keluar kelompok SMP, laporan dana masuk dan dana keluar kelompok SMA, dan Laporan dana masuk dan dana keluar kelompok Mahasiswa.
Urgensi Pedoman Akuntansi Pesantren Dalam Pelaporan Keuangan Atika Lusi Tania
Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 8 No 02 (2020): Adzkiya: Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/adzkiya.v8i02.2388

Abstract

Tahun 2018 Kemanterian Agama telah melakukan akreditasi terhadap 184 pondok pesantren dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non-Formal (BAN PAUD/PNF). Akreditasi ini menuntut pondok pesantren untuk meningkatkan kualitas baik pendidikan maupun keuangannya. Selain itu, pondok pesantren memiliki aset tetap yang banyak berupa tanah dari Wakaf yang perlu untuk diatur bagaimana pelaporannya. Jenis penelitian merupakan penelitian pendekatan kualitatif dengan riset lapangan, metode pengambilan data menggunakan wawancara dan observasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komponen laporan keuangan pondok pesantren, bagaimana penyajian akun-akun dalam laporan keuangan dan bagaimana implementasinya pada Pondok Pesantren Roudhotul Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan komponen laporan keuangan yang ada di Pondok Pesantren Roudhotul Qur’an belum mengadopsi Pedoman Akuntansi Pesantren (PAP). Dalam PAP komponen laporan keuangan terdapat empat jenis yaitu laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Perlakuan akuntansi bagi aset disajikan berdasarkan karakteristiknya dan dikelompokkan berdasarkan aset lancar dan tidak lancar. Liabilitas disajikan berdasarkan waktu jatuh temponya yang dikelompokkan menjadi liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Aset neto disajikan berdasarkan aset neto tidak terikat, aset neto terikat temporer dan aset neto terikat permanen. Pendapatan disajikan ke dalam pendapatan tidak terikat dan pendapatan terikat, begitu pula dengan beban. Laporan keuangan pondok pesantren menggunakan aplikasi Sistem Akuntansi Terakreditasi (SAKTI). Laporan keuangan menggunakan kalender masehi atau umum. Laporan keuangan yang dihasilkan meliputi laporan dana masuk dan dana keluar. Jenis laporan keuangan ada tiga jenis yaitu laporan dana masuk dan dana keluar kelompok SMP, laporan dana masuk dan dana keluar kelompok SMA, dan Laporan dana masuk dan dana keluar kelompok Mahasiswa.