Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSPLORASI POTENSI GULMA SIAM (CHROMOLAENA ODORATA) SEBAGAI KOMPOS DAN JAMUR MIKORIZA ARBUSKULAR (JMA) DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO Hartini
JURNAL AGRIMENT Vol 3 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.356 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman maka upaya yang dilakukan adalah memperbaiki kualitas tanah melalui inokulasi JMA mikoriza arbuskula (JMA) dan aplikasi kompos. Asosiasi JMA dengan akar tanaman memperluas permukaan akar sehingga meningkatkan penyerapan air dan unsur hara. Aplikasi kompos, selain bertujuan menyediakan unsur hara, juga meningkatkan porositas tanah sehingga mendukung pertumbuhan tanaman, dan perkembangan JMA. Oleh karena itu efektivitas JMA dan kompos diduga bisa lebih ditingkatkan jika keduanya diaplikasikan secara bersama-sama. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efektivitas JMA dan kompos pada pertumbuhan Bibit kakao. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial. Terdapat 2 faktor perlakuan yaitu Inokulasi JMA dan takaran kompos. Masing-masing taraf perlakuan adalah Inokulasi JMA, yaitu Tanpa mikoriza (m0), mikoriza 10g (m1), mikoriza 15g (m2), mikoriza 20g (m3) dan takaran kompos gulma siam, terdiri dari Tanpa kompos (k0), kompos 100g (k1), Kompos 200g (k2), dan Kompos 300g (k3). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi inokulasi JMA dan takaran kompos meningkatkan pertumbuhan dan kualitas bibit kakao untuk variabel pertumbuhan yang diamati dan kolonisasi akar. Dengan demikian kombinasi perlakuan terbaik yang direkomendasi untuk menghasilkan bibit kakao M2K2 menghasilkan bobot basah bobot kering dan kolonisasi akar yang tinggi
Respon Pertumbuhan Bibit Bagal Tebu (Saccharum Officinarum L) Terhadap Pemberian Pupuk Kascing Blotong dan Pupuk NPK Dela Fatma Oktaviona; Hartini Hartini
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1325.819 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i3.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kascing blotong dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan tanaman tebu dengan dosis yang berbeda. Bibit yang digunakan adalah bibit bagal tebu dengan varietas Bululawang. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Praktek Politeknik LPP Yogyakarta. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama yaitu pemberian dosis pupuk kascing P0 = Tanpa Kascing, P1 = Kascing 300 g/bagal (1500 g/2 m), P2 = Kascing 600 g/bagal (3000 g/2 m) dan faktor kedua yaitu pemberian dosis pupuk NPK N0 = Tanpa NPK, NI = NPK 88 g/2 m, N2 = NPK 98 g/2 m. Kedua faktor tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sebagai blok, sehingga terdiri atas 27 unit percobaan. Perlakuan ditanam pada juringan dengan pkp 1m dan panjang 2m. Masing – masing unit percoban terdiri atas 5 bibit bagal 2 mata, sehingga secara keseluruhan diperlukan 135 bibit bagal. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar, berat kering akar dan jumlah anakan. Analisis data menggunakan sidik ragam (anova) dengan signifikan 5%, jika terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya interaksi nyata yang terjadi antara pemberian pupuk kascing blotong dan pupuk NPK pada variabel pengamatan yang diamati. Perlakuan pemberian pupuk kascing blotong secara tunggal memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman pada seluruh variabel pengamatan. Perlakuan pemberian pupuk NPK menunjukkan berbeda nyata pada variabel pengamatan berat basah dan berat kering tajuk.