Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi interaksi obat golongan antidepresan pada pasien skizofrenia di RS Swasta di Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. penelitian ini menggunakan desain lintang (cross-sectional) dan untuk pengambilan data diambil secara retrospektif menggunakan data sekuder yang di peroleh dari rekam medis dan resep pasien skizofrenia periode Januari 2021 - Juni 2021. Sampel yang di ambil pada penelitian ini adalah lembar resep pasien rawat jalan yang menderita penyakit skizofrenia dan mendapatkan terapi kombinasi obat antidepresan. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil 100% polifarmasi minor yaitu 2-4 jenis resep obat diresepkan, berdasarkan data sampel yang di analisis dari 44 resep, ditemuken adanya 79 kombinasi interaksi obat. Dan interaksi yang paling banyak terjadi adalah interaksi farmakodinamik sebanyak 65 kasus ( 83%). Jenis interaksi obat yang paling umum adalah risperidone dan Trihexyphenidyl sebanyak 19 kasus (24,05%). Kuatnya interaksi berdasarkan signifikansi yaitu minor 5 kasus (9,6%) moderat 43 kasus (82,6%) dan severe 4 kasus (7,6%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah "Tingginya tingkat interaksi obat pada peresepan antidepresan memerlukan pemantauan ketat, dikarenakan dampak negatif yang dihasilkan lebih besar daripada dampak positif.