Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Memilih Hotel dan Wisma di Kabupaten Pinrang Suardi Palaba
Pusaka: Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol 2 No 1: Februari – Juli 2020
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.706 KB) | DOI: 10.33649/pusaka.v2i1.37

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis kualitas pelayanan yang terdiri dari bukti fisik, empati, daya tanggap, kehandalan dan jaminan berpengaruh terhadap keputusan memilih hotel dan wisma di Kabupaten Pinrang. Untuk mengetahui dan menganalisis di antara kualitas pelayanan tersebut yang dominan berpengaruh terhadap keputusan memilih hotel dan wisma di Kabupaten Pinrang. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Pinrang dengan populasi sebanyak 385 orang pelanggan hotel/wisma/penginapan dan menetapkan sampel sebanyak 196 responden berdasarkan rumus Slovin. Data hasil kuesioner dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa kualitas pelayanan yang terdiri dari bukti fisik, empati, daya tanggap, kehandalan dan jaminan berpengaruh terhadap keputusan memilih hotel dan wisma di Kabupaten Pinrang. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa bukti fisik, empati dan kehandalan memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan memilih dari pelanggan, sementara daya tanggap dan jaminan memberikan pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan memilih dari pelanggan. Ini berarti keputusan memilih hotel dan wisma ditentukan oleh keberadaan bukti fisik dari sebuah hotel atau wisma yang memberikan kenyamanan kepada setiap tamu hotel, menunjukkan sikap kepedulian (empati) dalam melayani tamu hotel dan kehandalan dari para karyawannya yang memberikan proses pelayanan yang cepat dan tidak diskriminatif.
Manajemen Pengembangan Destinasi Taman Wisata Ammani Kabupaten Pinrang Di Era Pandemi Covid-19 Suardi Palaba
Jurnal sosial dan sains Vol. 1 No. 10 (2021): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1837.5 KB) | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v1i10.237

Abstract

Manajemen pengembangan penting bagi setiap aktivitas individu atau kelompok dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Tujuan penelitian ini menjelaskan manajemen pengembangan destinasi taman wisata Ammani Kabupaten Pinrang di era pandemi Covid 19 dan menganalisis manajemen pengembangan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan pihak pengelola destinasi taman wisata Ammani Kabupaten Pinrang di era pandemi Covid 19 dalam meningkatkan pendapatan daerah dan mempertahankan eksistensi kunjungan. Penelitian dilaksanakan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pinrang. Jenis penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang bersumber dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, penelitian kepustakaan dan dokumentasi. Informan penelitian sebanyak 4 (empat) orang. Data yang diperoleh dari lokasi baik data primer maupun data sekunder, akan disusun dan disajikan serta dianalisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif berupa pemaparan yang kemudian dianalisis dan dinarasikan. Hasil penelitian menemukan bahwa manajemen pengembangan destinasi taman wisata Ammani Kabupaten Pinrang di era pandemi Covid 19 ditentukan oleh ketersediaan pendapatan dan keberadaan sumber daya manusia untuk mengembangkan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan atau tindakan dan pengawasan objek dan daya tarik wisata Pantai Harapan Ammani sebagai dasar bagi kepariwisataan dan potensi yang menjadi pendorong kehadiran/kunjungan wisatawan ke suatu daerah tujuan dan wisata. Upaya Pemerintah Daerah dan pihak pengelola destinasi taman wisata meningkatkan pendapatan daerah dan mempertahankan eksistensi kunjungan di masa pandemi Covid 19 melalui kegiatan perencanaan pengembangan wisata, pengorganisasian tugas operasional dari pengelola destinasi wisata, penggerakan berupa partisipasi semua pihak dalam pengembangan wisata dan pengawasan atas setiap kegiatan agar terkoordinir dengan baik.