Albert Suryaprawira
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENATALAKSANAAN KASUS MALOKLUSI SKELETAL KELAS III (HIPOPLASIA MAKSILA) DENGAN TEKNIK ORTODONTI DAN BEDAH ORTOGNATIK Albert Suryaprawira
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v14i2.605

Abstract

Pasien dengan kelainan maloklusi skeletal kelas III disertai bentuk muka yang panjang memerlukan perencanaan dan penatalaksanaan dalam bidang ortodonti yang cukup rumit. Perbaikan dalam hal fungsi dan estetik adalah sangat diperlukan. Dalam laporan kasus ini dilaporkan seorang pasien laki-laki umur 19 tahun yang mengeluhkan keterbatasan saat bicara dan mengunyah. Pasein memiliki bentuk wajah bagian tengah yang kurang berkembang (hipoplasia maksila) dengan profil konkaf. Pasien terdiagnosa memiliki maloklusi skeletal kelas III berat, dengan dimensi vertikal yang berlebih disertai gigitan terbuka anterior sebesar 2,5 mm. Tujuan perawatan ini adalah untuk mencapai hasil estetik dan fungsi yang optimal. Perawatan dilakukan dengan kombinasi antara teknik ortodonti dan bedah ortognatik. Perawatan ortodonti meliputi ekspansi lengkung gigi dan pencabutan pada gigi geligi rahang atas. Kemudian alat ortodonti cekat dipasang pada kedua rahang dengan memperhatikan koordinasi antar rahang dan proses dekompensasi sebelum prosedur bedah. Badah orthognahic meliputi osteotomi Le Fort 1 disertai pergerakan maksila ke arah superior. Didapat hasil akhir dengan bentuk skeletal kelas I dan dental kelas I dengan fungsi stomatognatik yang normal dan penampilan wajah yang baik. Walaupun kasus ini cukup berat, namun dengan perawatan interdispliner antara ortodonti dan bedah orthognatik, maka didapat hasil yang memuaskan dan kestabilan perawatan yang baik.
PERUBAHAN POSISI BIBIR BAWAH PADA PERAWATAN ORTODONTI DENGAN PENCABUTAN PADA MALOKLUSI KELAS II DIVISI 1 Albert Suryaprawira
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v17i1.1118

Abstract

Latar belakang : maloklusi  adalah kelainan pada gigi dan mulut yang terjadi sejak masa anak-anak pada periode gigi bercampur.  Perawatan ortodonti tidak hanya ditujukan untuk gigi saja, akan tetapi juga untuk memperbaiki penyimpangan morfologis dan komplek dentofasial. Kasus Kelas II Divisi 1 memiliki angka insidensi 20 persen. Dalam perawatan ortodonti, untuk mendapatkan ruangan salah satu metode yang digunakan adalah pencabutan gigi premolar yang dapat mempengaruhi kondisi jaringan lunak mulut terutama posisi bibir bawah pasien ke arah yang lebih mundur dari sebelum perawatan.  Namun respon dari jaringan lunak memang berbeda pada setiap individu.Tujuan : penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan posisi bibir bawah pada perawatan ortodonti dengan pencabutan. Metode : penelitian ini berjenis analitik observasional dengan sampel 20 pasien yang diukur posisi bibir bawahnya menggunakan metode analisa sefalometri E-Line yang kemudian diuji dengan statistik T berpasangan. Hasil : didapatkan p value sebesar 0.000 artinya terdapat  perubahan  posisi  bibir  bawah  terhadap  garis E-Line . Rata-rata (mean) posisi bibir bawah terhadap  garis E-Line  sebelum perawatan adalah 1 (standar deviasi 0.214) dan setelah perawatan adalah sebesar -0.7 (standar deviasi 0.202). Maka secara statistik terdapat  perubahan  posisi  bibir  bawah  terhadap  garis E-Line ke arah posterior. Kesimpulan : pada kasus ortodonti dengan pencabutan gigi premolar atas kanan dan kiri yang mengakibatkan adanya pergerakan gigi ke arah posterior maka terdapat perubahan posisi  bibir  bawah  terhadap  garis E-Line ke arah posterior  pada pasien dengan Maloklusi Kelas II Divisi 1.
SUPERIMPOSISI SEFALOMETRI PADA MALOKLUSI SKELETAL KELAS III DENGAN BEDAH ORTOGNATIK Albert Suryaprawira
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i1.833

Abstract

Latar BelakangMetodeHasilKesimpulan