Kori Nia Lia
Baiturrahmah of university

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBEDAAN KADAR INTERLEUKIN-1? CAIRAN SULKUS GINGIVA PADA AKTIVASI PERANTI ORTODONTI LEPASAN Kori Nia Lia
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v16i1.918

Abstract

Latar belakang : tekanan mekanis yang ringan pada aktivasi peranti ortodonti lepasan dapat menimbulkan respons inflamasi pada jaringan periodontal. Interleukin-1? merupakan salah satu sitokin inflamasi yang kadarnya meningkat dalam cairan sulkus gingiva di sekitar gigi yang bergerak. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar interleukin-1? pada aktivasi peranti ortodonti lepasan pada waktu 0 jam, 24 jam dan 48 jam setelah aktivasi dengan pemberian tekanan mekanis. Metode : jenis penelitian ini adalah observasional analitik. Sebanyak 6 pasien yang bersedia ikut dalam penelitian diambil sebagai subjek penelitian dengan kondisi maloklusi gigi insisivus bawah yang berjejal. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu : sebelum pemberian tekanan, serta 24 jam dan 48 jam setelah pemberian tekanan. Cairan sulkus gingiva diambil dengan paper point dari gigi insisivus bawah yang diberi tekanan ringan dengan klamer simpel sebesar 20-26 gr/cm2. Sampel selanjutnya diperiksa dengan metode ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay) dengan reagen Human ELISA kit interleukin-1?. Data yang didapat dianalisis dengan uji t-paired. Hasil : pada penelitian didapat rerata kadar interleukin-1? pada waktu 0 jam, 24 jam dan 48 jam adalah 0,39 pq/ml, 0,93 pq/ml dan 0,69 pq/ml. Hasil uji statistik dengan t-paired menunjukkan tidak terdapat perbedaan kadar interleukin-1? yang signifikan antara 0 jam dengan 24 jam dan antara 24 jam dengan 48 jam, dengan p0,05. Kesimpulan: dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tekanan mekanis pada aktivasi peranti ortodonti lepasan menimbulkan respon inflamasi akut yang ditandai dengan peningkatan kadar interleukin-1? pada waktu 24 jam dan menurun pada waktu 48 jam.