Hanif Artafani Biasmara
Telkom University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengukur Kinerja Pra Merger Tiga Bank Umum Syariah dan Pengaruhnya Terhadap Return on Asset Hanif Artafani Biasmara; Pande Made Rahayu Srijayanti
MONETER - JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN Vol 8, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/moneter.v8i1.9977

Abstract

Abstrak  - Pada tahun 2020, telah ditetapkan pelaksanaan merger antara tiga Bank Umum Syariah yang merupakan anak perusahaan dari Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dimana ketiga bank tersebut adalah PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BRIsyariah, Tbk, dan PT Bank BNI Syariah. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kinerja keuangan ketiga bank tersebut sebelum dilakukannya merger dan pengaruhnya terhadap Return on Asset (ROA). Dalam penelitian ini, kinerja keuangan akan diukur dengan variabel Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Financing (NPF), Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO), dan persentase pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh melalui laporan keuangan tahunan dari masing-masing bank dengan periode tahun 2015-2019. Dimana data diolah dan dianalisis dengan menggunakan Regresi Linear Data Panel melalui perangkat lunak Stata 16. Kinerja ketiga Bank Umum Syariah sebelum dimerger menunjukkan hasil yang baik. Selama lima tahun terakhir CAR dan NPF memiliki kinerja yang memuaskan. FDR dan BOPO berada sedikit melenceng dari batas minimum ataupun maksimum. Berikutnya, pertumbuhan DPK rata-rata sebesar 15, 89333%. Seluruh variabel kinerja bank tersebut setelah dilakukan pengolahan data, menunjukkan bahwa variabel CAR, FDR, NPF, BOPO, dan pertumbuhan DPK bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA. Sedangkan secara parsial, CAR, NPF, dan pertumbuhan DPK tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA. Tetapi FDR dan BOPO memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA. Dimana melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi PT Bank Syariah Indonesia Tbk dalam upaya memperoleh kinerja yang baik dan pertumbuhan profitabilitas yang tinggiKata Kunci: CAR, FDR, NPF, BOPO, Pertumbuhan DPK, ROA, Bank Umum Syariah Abstract - In 2020, the implementation of a merger between three Islamic Commercial Banks which are subsidiaries of the State-Owned Enterprise (BUMN) Bank has been determined. Where the three banks are PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BRIsyariah, Tbk, and PT Bank BNI Syariah. This research was conducted to measure the financial performance of the three banks before the merger, and their effect on Return on Assets (ROA). In this study, financial performance will be measured by the variable Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Non-Performing Financing (NPF), Operational Costs and Operating Income (OEOI), and the percentage growth in Third Party Funds (TPF).The data used in this study is secondary data obtained through the annual financial reports of each bank for the period 2015-2019. Where the data is processed and analyzed using Linear Data Panel regression through Stata 16. The performance of the three Islamic Commercial Banks before the merger showed good results. Over the last five years, CAR and NPF have performed satisfactorily. FDR and BOPO have slightly deviated from the minimum or maximum limits. Next, the growth in deposits was an average of 15.89333%. All of these bank performance variables, after data processing, show that the variables CAR, FDR, NPF, OEOI, and TPF growth together have a significant effect on ROA. Meanwhile, partially, CAR, NPF, and TPF growth have not a significant effect on ROA. However, FDR and BOPO have a significant effect on ROA. Where through this research it is hoped that in the future it can be a consideration for PT Bank Syariah Indonesia, Tbk to obtain good performance and high profitability growth.Keywords: CAR, FDR, NPF, OEOI, TPF Growth, ROA, Islamic Commercial Banks
Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Inflasi, dan Kredit Bermasalah terhadap Penyaluran Kredit UMKM di Indonesia Hanif Artafani Biasmara
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v6i1.11438

Abstract

Banks as intermediary institutions have a role in extending credit to the public. One of the loans provided by banks to the public is credit for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). This research was conducted to analyze several factors consisting of Bank Indonesia (BI) interest rates or BI Rate, inflation, and bad credit or NPL that would affect MSME credit distribution. The research period is from 2011 to 2020. While the object sample consists of four banking groups, namely State-Owned Banks, Regional Development Banks, Foreign Exchange Commercial Banks, and Joint Venture Banks and Foreign Owned Banks. Where this research is a quantitative study using secondary data. Data processing using Panel Data Regression through Stata 16. The results obtained indicate that bad credit has a significant positive effect on MSME credit. Meanwhile, interest rates and inflation did not have a significant effect on MSME credit. Bank sebagai lembaga perantara memiliki peranan dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat. Salah satu kredit yang diberikan oleh bank kepada masyarakat adalah kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis beberapa faktor yang terdiri atas tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) atau BI Rate, inflasi, dan kredit bermasalah atau NPL, akan pengaruhnya terhadap penyaluran kredit UMKM. Periode penelitian yaitu tahun 2011 hingga tahun 2020. Sedangkan sampel objek terdiri atas empat kelompok bank yaitu Bank Persero, Bank Pembangunan Daerah, Bank Swasta Nasional, dan Bank Asing atau Campuran. Dimana penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Data diolah dengan menggunakan metode Regresi Data Panel melalui perangkat lunak Stata 16. Hasil yang diperoleh yaitu menunjukkan bahwa kredit bermasalah memiliki pengaruh signifikan positif terhadap kredit UMKM. Sedangkan tingkat suku bunga dan inflasi berpengaruh namun tidak signifikan terhadap kredit UMKM.