Shadikin Asyhar
Universitas Mulawarman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konformitas Pada Perilaku Minum-Minuman Keras (Pengasih) Pada Remaja Suku Dayak Berusu Shadikin Asyhar
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 4, No 4 (2016): Volume 4, Issue 4, Desember 2016
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v4i4.4235

Abstract

Penelitian mengenai konformitas pada perilaku minum-minuman keras pengasih pada remaja suku dayak berusu ini menggunakan penelitian kualitatif berdasarkan pendekatan fenomenologi, metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam terhadap keenam subjek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dari minuman keras (pengasih) bagi suku dayak berusu, latar belakang konformitas pada perilaku minuman keras (pengasih) pada remaja suku dayak berusu dan dampak dari minuman tersebut. Hasil peneltian menunjukkan bahwa minuman keras pengasih bukan hanya sebagai minuman yang memabukkan tetapi memiliki nilai sakral dan dapat mempererat hubungan persaudaran, faktor yang melatarbelakangi konformitas pada perilaku minum-minuman keras pengasih pada remaja suku dayak berusu adalah ke kompakkan, kesepakatan dan ketaatan. Hal ini terjadi karena mereka sering melihat orang-orang disekitarnya mengkonsumsi minuman pengasih, maka mereka juga ikut mengkonsumsinya. Adapun dampak dari minuman tersebut antara lain; dampak psikis, dimana adanya ketergantungan untuk menyelesaikan suatu masalah atau mengalami stress, tak jarang mereka menghilangkannya dengan mengkonsumsi pengasih untuk mengurangi beban masalah yang dihadapi karena minuman tersebut memicu timbulnya perasaan senang sehingga dapat melupakan masalah yang ada, banyak bicara tapi tidak fokus. Sedangkan untuk dampak fisik yaitu mabuk, muntah, wajah memerah, cara jalan tidak menetap dan sejauh ini belum ada tanda-tanda munculnya penyakit yang serius.