Masa dewasa awal merupakan puncak dari perkembangan seseorang. Terutama untuk wanita usia dewasa awal yang harus membuat pencapaian perkembangan masa depan, seperti pekerjaan, hubungan dengan lawan jenis dan interaksi sosial, serta keluarga. Pencapaian hal-hal ini didukung oleh keadaan kesehatan fisik dan mental. Namun, bagi seorang wanita penderita lupus, pencapaian tugas perkembangan usia dewasa dini akan terhambat bahkan tertunda karena kondisi kesehatan mereka. Systemic Lupus Erythematosus adalah jenis lupus yang menyerang otak dan penderita saraf. Belum menemukan penyebab dan cara pengobatan yang tepat untuk pasien SLE. Tujuan dari penelitian penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses semangat juang dan bentuk wanita dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan subjek penelitian dan menggunakan dokumen tertulis sebagai sumber data. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara. Penerimaan diri RS melibatkan keberanian untuk mengambil risiko berdasarkan keyakinan dan motivasi bahwa ia dapat mencoba untuk terus menyelesaikan sekolah, dan opsi RS memilih untuk tinggal bersama orang tuanya, serta rumah sakit mengikuti komunitas sosial di Malam hari karena rumah sakit harus menghindari paparan sinar matahari. NM mengaku mengundurkan diri ke kondisinya sebagai odapus meskipun NM melakukan perawatan rutin sehingga ada penolakan ketika NM mendapat tawaran membuat bros dan sulaman. Ketidaksempurnaan fisik tetap menjadi pekerjaan rumah yang berusaha menyulam dan mmebuat bros. PR dapat sejenak melupakan pekerjaan rumah yang berniat memulai bisnis online.