Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara identitas sosial dengan kematangan agama. Penelitian ini dilakukan untuk orang Toraja di Kanaan, Kota Bontang. Penelitian ini didasarkan pada dua variabel yaitu variabel terikat yaitu kematangan agama dan variabel bebas yaitu identitas sosial. Teknik pengambilan sampel yang ditentukan adalah dengan menggunakan random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah orang Toraja yang tinggal di Kanaan, Kota Bontang yang dapat dikumpulkan 145 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis product moment dan uji parsial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara identitas sosial dan kematangan agama dengan R = 0,412 dan p = 0,000. Uji parsial menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara aspek persepsi antar kelompok, saling percaya, depersonalisasi seperti pada variabel aspek identitas sosial dengan aspek kemampuan membedakan dalam variabel kedewasaan beragama, terdapat korelasi antar aspek dalam daya tarik-kelompok dan depersonalisasi dalam aspek variabel identitas sosial dengan aspek karakter dinamis dalam variabel kedewasaan agama, ada korelasi antara aspek persepsi antara daya tarik dalam-kelompok, kepercayaan yang saling terkait dan depersonalisasi dalam aspek variabel identitas sosial dengan aspek konsistensi moral dalam variabel kedewasaan beragama, terdapat korelasi antara aspek in-group appeal dan depersonalisasi dalam variabel identitas sosial dengan aspek aspek komprehensif dalam menangani masalah pada variabel kedewasaan beragama, ada korelasi antara aspek persepsi antar kelompok, dalam kelompok banding dan depersonalisasi dalam variabel identitas sosial dengan aspek aspek integral melihat masalah dalam variabel kedewasaan agama dan yang terakhir, ada korelasi antara aspek persepsi antar kelompok, banding dalam kelompok dan depersonalisasi dalam variabel identitas sosial dengan aspek heuristik untuk melihat dan menghadapi masalah kehidupan beragama dalam variabel kedewasaan beragama.