Salamatul Hidayah
Universitas Mulawarman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dukungan Sosial dan Kebahagiaan Pada Lansia yang Tinggal di UPTD Panti Sosial Salamatul Hidayah
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 4, No 3 (2016): Volume 4, Issue 3, September 2016
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v4i3.4091

Abstract

Penelitian ini adalah tentang dukungan sosial dan kebahagiaan bagi lansia yang tinggal di UPTD Lembaga Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda bertujuan untuk mencari dukungan sosial dan kebahagiaan lansia, bagaimana seorang lansia yang ditinggalkan oleh keluarga dan tinggal di lembaga sosial menghargai sosial dukungan dan kebahagiaan yang mereka rasakan. Apakah ada lansia yang tidak merasakan kebahagiaan dan dukungan sosial, bahkan jika mereka tinggal di tempat yang sama. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Peneliti menggunakan teknik snowball sampling, mengumpulkan metode data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan lima subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lima subjek memiliki gambaran dukungan sosial dan kebahagiaan yang berbeda. Pada subjek pertama, SH meskipun memiliki suami di lembaga ini ia sering sendirian dan tidak dapat menerima keberadaan lansia yang tinggal di lembaga sosial. Subjek kedua, SI sering mengingat masa lalu dan kegagalan dalam hidupnya, membuatnya merasa kurang mendapat dukungan sosial dan kebahagiaan hidup di lembaga sosial. Subjek ketiga, AS merasakan dukungan sosial dan kebahagiaan sebagai penjaga masjid dan masjid di lembaga sosial. Subjek keempat, dukungan sosial dan kebahagiaan HJ dirasakan, membuatnya lebih memilih untuk tinggal di lembaga sosial daripada kembali untuk tinggal bersama putranya. Subjek kelima, dukungan sosial WH dan kebahagiaan merasa bahwa dia bisa hidup bersama suaminya di usia tua.