Nur Dewi Rahayu
Universitas Mulawarman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Memaafkan dan Komitmen Pernikahan Pada Istri Setelah Diselingkuhi Oleh Suami Nur Dewi Rahayu
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7, No 1 (2019): Volume 7, Issue 1, March 2019
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v7i1.4706

Abstract

Salah satu alasan mengapa kehidupan pernikahan tidak harmonis adalah perselingkuhan. Perselingkuhan yang telah diketahui oleh suami, istri atau keduanya dapat memberikan dampak besar dan terjadi dalam jangka panjang karena komitmen yang mengandung kepercayaan satu sama lain telah rusak. Agar dampak perselingkuhan tidak terlalu serius, pengampunan menjadi pilihan paling penting untuk menghadapi perselingkuhan yang dilakukan oleh salah satu pasangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengampunan seorang istri dan komitmen pernikahan seorang istri setelah suaminya berselingkuh. Peneliti pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel Purposive sampling digunakan untuk mendapatkan subjek penelitian yang sesuai dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi terkait dengan empat subjek istri yang dikelilingi oleh suami. Subjek pertama, H tidak bisa memaafkan perselingkuhan suaminya sepenuhnya dalam aspek kognitif, afektif dan perilaku, sehingga komitmen setelah suaminya berselingkuh kurang kuat. Subjek kedua, S tidak bisa memaafkan suaminya dalam aspek kognitif dan afektif, sehingga komitmen setelah suaminya berselingkuh kurang kuat. Subjek ketiga, MR bisa memaafkan suaminya dalam aspek kognitif dan perilaku, sehingga komitmen pernikahan setelah berselingkuh kuat. Subjek keempat, NB tidak bisa memaafkan perselingkuhan suaminya dalam aspek kognitif, afektif dan perilaku, sehingga komitmen pernikahan setelah perselingkuhan suaminya kurang kuat.