ABSTRAK Indonesia adalah Negara terkaya kedua pemilik jenis bahasa terbanyak di dunia setelah Papua Nugini, Negara kita memiliki 731 macam bahasa, demikian dikatakan oleh prof.Dr.Ajip Rasjidi dalam konferensi internasional Budaya Sunda I tahun 2001 di Bandung. Sesuatu yang luar biasa, satu diantaranya adalah “Bahasa Sunda”.Bahasa sunda merupakan bahasa daerah yang dipakai di Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah bagian barat dan sebagian Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Sangat disayangkan sekali, Bahasa sunda ini justru perlahan-lahan makin hilang di Jawa Barat. Dikarenakan, banyak alasannya. Seperti: kurang minatnya anak-anak belajar Bahasa sunda, kurangnya orang tua memperkenalkan Bahasa sunda sebagai percakapan sehari-hari. Serta kurangnya media yang memperkenalkan tentang Bahasa sunda. Untuk itu, pemanfaatan teknologi harus dimaksimalkan dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah pendidikan. Multimedia berupa animasi interaktif dirasa efektif untuk memperkenalkan minat anak-anak terhadap pelajaran Bahasa sunda. Perancangan animasi ini juga merupakan salah satu cara untuk mengenalkan bahasa daerah kepada anak – anak, agar kelak dimasa yang akan datang mereka tetap bisa melestarikan kebudayaan serta menjaga nilai – nilai kedaerahan yang dimiliki bangsa Indonesia. Perancangan ini menggunakan Macromedia Flash 8, Adobe Photoshop dan Adobe Illustrator.Fasilitas yang dihasilkan dari multimedia pengenalan Bahasa Sunda untuk menu utamanya antara lain: Keluarga, Tubuh, Angka, Anak Hewan, Kuis dan Pribahasa dalam Bahasa Sunda.Kata kunci: Bahasa Sunda, Multimedia, Waterfall ABSTRACT Indonesia is the second richest country has the most language in the world after Papua New Guinea, our country has 731 kinds of languages, as said by prof.Dr.Ajip Rasjidi in international conference of Sunda I Culture in 2001 in Bandung. Something extraordinary, one of which is "Sundanese". Sundanese language is a regional language used in West Java, parts of western Central Java and part of the Special Capital Region of Jakarta. Very unfortunate, Sundanese language is actually gradually increasingly lost in West Java. Due to, many reasons. Like: less interest of children learn Sundanese language, lack of parents introduce Sundanese language as daily conversation. And the lack of media that introduce about Sundanese language. To that end, the utilization of technology must be maximized in various fields. One of them is education. Multimedia in the form of interactive animation is considered effective to introduce the interest of children to Sundanese language lessons. The design of this animation is also one way to introduce the local language to the children - children, so that later in the future they will still be able to preserve the culture and maintain the values - the value of regionalism owned Indonesia. This design using Macromedia Flash 8, Adobe Photoshop and Adobe Illustrator.Fasilitas generated from multimedia introduction of Sundanese language for the main menu, among others: Family, Body, Numbers, Children Animals, Quizzes and Speaking in Sundanese.Keywords: Sundanese Language, Multimedia, Waterfall