Natividad Dominique G.M.
De La Salle University, Philippines

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UNCLOAKING THE UNIVERSAL CIVILIZED OR CULTURED MAN : EXPOSING THE HIDDEN DIMENSION OF GENDER IN PHILOSOPHY AND CONTEMPORARY DISCOURSES ON CIVILIZATION AND CULTURE Dominique G.M., Natividad
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 24 No. 1 (2008)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.789 KB) | DOI: 10.26593/mel.v24i1.955.1-10

Abstract

Artikel ini mendaku bahwa setiap upaya yang hendak memikirkan ulang  isu-isu sosial dalam konteks global saat ini akan selalu lemah manakala tidak melibatkan isu gender. Isu gender bukanlah hanya perspektif  feminisme Barat, melainkan merupakan persoalan seluruh dunia. Ditunjukan bahwa tidak dimasukkannya perspektif feminisme akan melahirkan konsepsi-konsepsi yang tidak tepat tentang “kodrat manusia”, yang akan berakibat pada melesetnya wacana filsafat dan politis tentang kebutuhan dankepentingan yang mesti ditangani. Ditekankan pula perlunya wacana global – khususnya Posmodernisme dan Poskolonialisme- memerhitungkan buruh dan migrasi sebab dua gejala itu pun sangat menentukan bagaimana isu gender dipahami dan dihayati dalam situasi konkritnya.
UNCLOAKING THE UNIVERSAL CIVILIZED OR CULTURED MAN : EXPOSING THE HIDDEN DIMENSION OF GENDER IN PHILOSOPHY AND CONTEMPORARY DISCOURSES ON CIVILIZATION AND CULTURE Dominique G.M., Natividad
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 24 No. 1 (2008)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/mel.v24i1.955.1-10

Abstract

Artikel ini mendaku bahwa setiap upaya yang hendak memikirkan ulang  isu-isu sosial dalam konteks global saat ini akan selalu lemah manakala tidak melibatkan isu gender. Isu gender bukanlah hanya perspektif  feminisme Barat, melainkan merupakan persoalan seluruh dunia. Ditunjukan bahwa tidak dimasukkannya perspektif feminisme akan melahirkan konsepsi-konsepsi yang tidak tepat tentang “kodrat manusia”, yang akan berakibat pada melesetnya wacana filsafat dan politis tentang kebutuhan dankepentingan yang mesti ditangani. Ditekankan pula perlunya wacana global – khususnya Posmodernisme dan Poskolonialisme- memerhitungkan buruh dan migrasi sebab dua gejala itu pun sangat menentukan bagaimana isu gender dipahami dan dihayati dalam situasi konkritnya.