Yusak Sabdono Mulyo
Universitas Bung Karno

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Sistem Manajemen Risiko Keselamatan Kerja pada Pekerjaan Struktur Atas Di Proyek Pembangunan LRT Cawang– Dukuh Atas Yusak Sabdono Mulyo; Sarjono Puro; Aan Fa'alil Fahruroji
Media Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v18i1.10719

Abstract

Proyek Light Rail Transit (LRT) Ruas Cawang-Dukuh Atas yang sedang dilaksanakan oleh PT. Adhi Karya Tbk. berpotensi tinggi terjadi risiko kecelakaan kerja. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi penerapan SMK3 oleh PT. Adhi karya Tbk. dengang melakukan identifikasi tingkat penerapannya dan memberikan evaluasi apakah masih ada yang perlu diperbaiki. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif kemudian melakukan penilaian kesesuaian penerapannya terhadap Australian Standard/New Zealand Standard (AS/NZS) ISO 31000:2009. Data sekunder diperoleh dari sumber Departemen QHSE Perkereta apian PT. Adhi Karya Tbk dan informasi elektronik yang sudah dibuat, sedangkan data primer diambil dengan kuesioner kepada pekerja dan wawancara dengan karyawan. Berdasarkan data hasil penelitian dan analisis secara kualitatif didapatkan tingkat kesesuaian terhadap Australian Standard/New Zealand Standard (AS/NZS) ISO 31000:2009 mencapai 90 %, risiko kecelakaan kerja dapat dikontrol dengan baik, dan tingkat terjadinya insiden kecelakaan dapat dinihilkan tanpa mengurangi kinerja produksi atau pencapaian progress pekerjaan. Saran untuk perbaikan ke depan perlu dilakukan adalah menstandarkan kepada seluruh personil K3 harus bersertifikat, dan menjaga konsistensi pelaksanaan SMK3 yang sudah baik.
EVALUASI KONDISI GEOMETRI JALAN PADA PENAMBANGAN BATUBARA PT BHUMI SRIWIJAYA PERDANA COAL MUSI BANYUASIN SUMATERA SELATAN Yusak Sabdono Mulyo; Kiki Maria; Sudiro Slamet Fitriyanto
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i2.3033

Abstract

Bhumi Sriwijaya Perdana Coal adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara yang secara administratif terletak di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Sebagai penunjang kelancaran operasional penambangan jalan tambang merupakan fasilitas yang penting dan perlu diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa kondisi aktual dan untuk mengetahui apakah kondisi geometri jalan tambang di PT. Bhumi Sriwijaya Perdana Coal sudah memenuhi standar geometri jalan tambang. Penelitian dilakukan dengan metode komparasi yaitu membandingkan kondisi actual dengan standar geometri jalan The American Assaciation of State Highway dan Transportation Officials (AASHTO) Manual Higway Design 1973. Data primer geometri jalan aktual diambil dari lapangan. Untuk penelitian ini jalan tambang dibagi menjadi 7 segmen dan alat angkut yang digunakan adalah dump truck Hino 500 FM 260 JD. Berdasarkan pengamatan dilapangan kondisi jalan di wilayah tambang dinilai kurang baik karena memiliki beberapa grade jalan yang masih tinggi, tidak ada cross slope dilapangan, dan lebar jalan yang sempit sehingga tidak cukup untuk dua alat angkut bersamaan. Evaluasi kondisi geometri jalan meliputi lebar jalan lurus, lebar jalan tikungan, grade jalan, superelevasi dan cross slope. Dari hasil evaluasi dan analisis didapatkan langkah perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dump truck yaitu pelebaran jalan lurus dari 7.5-8.5 meter menjadi 9 meter, memperlebar jalan tikungan dari sekitar 10.5-12 meter menjadi 15 meter, dan melandaikan kemiringan tanjakan jalan dari semula 5.35%-13.80% menjadi maksimum 8.0%. Kemudian memperbaiki cross slope untuk lebar jalan 9 meter sebesar 40 mm/m ke dua arah atau beda tinggi 18 cm; dan membuat superelevasi untuk lebar tikungan 15 meter sebesar 5.0% ke satu arah atau beda tinggi 75cm.