Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EPISTEMOLOGI PEMIKIRAN KARL R POPPER DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMIKIRAN ISLAM Muhammad Yuslih
JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) Vol. 2 No. 9 (2021): September
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ jsm.v2i9.452

Abstract

Salah satu tokoh ilmu pengetahuan yang muncul disebabkan oleh ketidakpuasan terhadap pemikiran Positivisme Logis Augusti Comte ialah Karl R Popper dengan teori falsifikasionismenya. Dalam teorinya, Popper menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan ilmiah ialah sejauhmana ia mampu bertahan terhadap uji kesalahan atau dengan kata lain yaitu potensi kesalahanya semakin sedikit, dan terbuka untuk kritik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat relevansi epistemologi pemikiran Popper dengan pemikiran Islam. Adapun penelitian ini termasuk dalam penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode dokumentasi, selanjutnya peneliti melakukan analisis data dengan menggunakan metode deskriptif-analitik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Karl R Popper, terutama teori falsifikasinya, masih memiliki relevansi dengan pemikiran Islam saat ini. Popper mengajarkan kepada kita bahwa sikap klaim kebenaran (truth claim) merupakan keegoisan dalam berpikir, selain itu dalam rangka mengembangkan keilmuan, maka para serjana dan cendikiawan muslim harus terbuka terhadap kritik agar ilmu pengetahuan terus mengalami perkembangan.
TEOLOGI HASAN HANAFI DAN RELEVANSINYA DENGAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Muhammad Yuslih
Jurnal Keislaman Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v5i1.3411

Abstract

A person's actions or behavior cannot be taken from the beliefs or theological schools he adheres to, because it will become the basic foundation in everyday life. This paper aims to reveal the theological ideas of Hasan Hanafi, who is one of the leading theologians or contemporary kalam, and how it relates to the industrial revolution 4.0. This type of research is included in the category of library research. The data obtained in this study were sourced from the results of reading and searching related to Hasan Hanafi's theological ideas and also the Industrial revolution 4.0 from various books, journals, the internet and other sources. The results of the research and reading of the researcher show that the industrial revolution 4.0 requires humans to take a role and present themselves, besides that the readiness of responsive and innovative human resources is an absolute requirement, and has extensive knowledge in facing the industrial revolution 4.0. In addition, humans must avoid all forms of behavior that damage or harm themselves, and strengthen brotherhood. All of these have relevance to the theological concepts initiated by Hasan Hanafi, namely Wujud (existent), Qhidam (formerly), Mukhalafatu Li Al-Hawadist (Different from Others) and Qiyam Binafsihi (Standing Alone), Baqa' (eternal), Wahdaniyyah (unity).