Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fenomena Eksploitasi Agraris Oleh Kaum Kapital Domestik Peribadi .
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 2 No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2, Juni 2013
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8087.612 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v2i2.44

Abstract

ABSTRACT The objectives of this research are to identify and to prove the phenomena of domestic capital that directly or not apply capitalism approach, or agrarian imperialism toward social economic life of farmer community in the village. This research applies field research method by focusing to participatory development approach. The data were collected by applying participatory rural appraisal (PRA), focus groups discussion, FGD), and in depth interview. The results showed that the process of exploitation of the wilderness mountain has been transformed into several villages and even into some areas have formed mountain villages, so fatal to rural residents located in the lower area. This subject increasingly worried about the surrounding communities, because the exploitation was not only done by the people who categorize as greedy of land. Not only the farmer who continually adding plantation areas, but also unscrupulous local elite who play role in government bureaucracy. Key words: exploitation, capital actors and estates
PERTAMBANGAN NIKEL DAN IMPLIKASI SOSIAL EKONOMI (Studi Kasus pada Warga Masyarakat di Sekitar Wilayah Industri Pertambangan Kabupaten Konawe Selatan) Peribadi .; Suharty Roslan; Samsul .
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 4 No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2, Juni 2015
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.579 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v4i2.213

Abstract

Kajian ini merupakan bentuk studi “before and after” atas keberadaan industrialisasi pertambangan di Kabupaten Konawe Selatan. Pendekatan kualitatif dalam konteks paradigma “Phenomenologi” digunakan untuk mengembangkan telaah-telaah kritis reflektif atas berbagai fenomena, realitas dan hiperealitas yang mengemuka di wilayah pertambangan, melalui instrumen pengamatan, wawancara mendalam (deep interview) dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis data sejak awal berlangsung dikembangkan dengan pendekatan “hermeneutik phenomenologik” (Muhadjir, 2011; Neuman, 2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alam pedesaan di masa lalu adalah tak ubahnya seorang gadis cantik yang demikian elok dipandang mata. Namun ketika disorot dari sudut pandang filsafat materialisme Karl Marx, maka kini alam pedesaan tak mempesona lagi dan bahkan rongga hidung menjadi tersendat dan dada terasa sesak, ketika mendapat ciuman beracun dari kaum industriawan. Betapa tidak, satwa-satwa sebagai suatu realitas ekosistem telah digantikan oleh satwa-satwa baru, seperti peralatan raksasa penumbang pepohonan, penggali dan pengangkut tanah nikel serta mobil-mobil karyawan perusahaan yang lalulang seolah tak pernah berhenti dan tak kenal lelah dengan ekosistem khasnya tersendiri. Perkebunan dan persawahan, rumput laut, sumur-sumur dan sumber mata air yang menjadi andalan masyarakat selama ini, telah tertimpah malapetaka yang cukup dahsyat akibat dari penumbangan pohon-pohon raksasa dan galian tanah yang berlubang-lubang di sekitarnya. Sementara hasilnya hanya dinikmati oleh pemilik lahan. Kata kunci: industri, pertambangan dan sosial ekonomi