Heru Kurniawan
Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The epistemology of the value of aqidah akhlaq education in Biyanglala poetry book by Abdul Wachid B.S. (A semiotic study) Metros Prihatin; Heru Kurniawan; Adi Purnomo
BAHASTRA Vol 41, No 1 (2021): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bahastra.v41i1.19755

Abstract

The purpose of this paper is to analyze and describe the value of aqidah akhlaq education in Abdul Wachid B.S.’s poems especially in Biyanglala. The method used in this research was qualitative research method of library research where the data collection technique is carried out by studying the reading in the form of lecture notes, books, literature and regulations related to the problem under study. The object of research in this paper is the Biyanglala poetry book. To analyze and describe the value of aqidah akhlaq education in the poetry book, the writer uses Michael Riffaterre's semiotics. According to the results of the study, the writers found out that Biyanglala poetry book by Abdul Wachid B.S.’s contained the value of aqidah akhlaq education, namely in the poetry "Ketika Lima Puluh Tahun", "Hujan Pagi" and “Stasiun Sebuah Pertemuan”. The poem "Ketika Lima Puluh Tahun" is a poetry model for the value of faith and the poem "Hujan Pagi" is a poetry model for moral values. The poem "Ketika Lima Puluh Tahun" gives a message of surrender or submission of the “I” to God. How pure tawakal must be relied on to the Almighty and the All- and Oft-Forgiving, Allah SWT. The poem "Hujan Pagi" implies moral values such as responsibility, good prejudice and gratitude for the blessings and grace that Allah has given. The poem “Stasiun Sebuah Pertemuan” is a poem that contains monotheistic value about asma wa shifat. The Poem “Suara” contains a message to always be honest.
KERJA SAMA SEKOLAH DENGAN KOMUNITAS LITERASI DALAM PENINGKATAN LITERASI UNTUK ORANG TUA DI MASA PANDEMI COVID-19 Heru Kurniawan; Sri Rahayu
Jurnal AKRAB Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v11i02.346

Abstract

During the Covid-19 Pandemic, children had a lot to learn from their parents because learning activities at school were carried out using a distance learning model. This situation creates many problems for parents, one of the problem is parents must have extensive knowledge and good writing literacy skill. This is where the cooperation program in writing literacy carried out by Wadas Kelir Literacy Community Purwokerto with MI Al- Falah UM East Jakarta be important solution in the field of community literacy. The writing literacy activity model for parents was developed in four interesting writing literacy activities. First, performative, carried out through conditioning reading and writing activities using language by parents through collaboration of Wadas Kelir Literacy Community and teachers of MI Al-Falah UM East Jakarta. Second, functional, conditioning parents to accustomed use written language to express their daily activity. Third, Informational, give skill for parents to access the knowledge from various sources with language and provide good reading technique in order to understand the scientific concept properly. Fourth, epistemic, provide skill in transforming knowledge in writing so that parents can write well. AbstrakDi masa Pandemi Covid-19 ini telah mengkondisikan anak-anak untuk banyak belajar dengan orang tua, karena kegiatan belajar di sekolah dilakukan dengan model pembelajaran jarak jauh. Keadaan ini menimbulkan banyak persoalan bagi orang tua dan sekolah, salah satunya adalah persoalan komunikasi. Literasi dipandang sebagai sarana yang dapat digunakan untuk memperoleh dan mengkomunikasikan informasi. Di sinilah, program kerja sama yang dilakukan Komunitas Literasi Wadas Kelir Purwokerto dengan MI Al Falah UM Jakarta Timur menjadi solusi penting dalam mengatasi persoalan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kegiatan literasi orang tua selama mendampingi belajar anak di rumah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif sebagai cara mengeksplorasi model kegiatan literasi orang tua yang dikembangkan dalam empat kegiatan literasi menulis yang menarik, yaitu (1) Performative, pengkondisikan kegiatan membaca dan menulis menggunakan bahasa yang dilakukan oleh orang tua; (2) Functional, mengkondisikan orang tua untuk terbiasa menggunakan bahasa tulis untuk mengekspresikan kegiatan sehari-harinya; (3) Informational, memberikan keterampilan pada orang tua untuk bisa mengangkes pengetahuan dari berbagai sumber dengan bahasa dan memberikan teknik-teknik cara membaca yang baik agar memahami benar konsep ilmu pengetahuan yang disajikan; (4) Epistemic, memberikan keterampilan dalam mentransformasi pengetahuan dalam tulisan sehingga orang tua bisa menulis dengan baik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terprogram terhadap orang tua dan dokumentasi berupa tulisan, foto, dan video. Hasil penelitian menunjukkan literasi orang tua mengalami peningkatan setelah melalui pendampingan kegiatan literasi pihak sekolah dan Komunitas Literasi Wadas Kelir. Hal ini dibuktikan dengan orang tua mampu menuliskan pengalamannya selama mendampingi belajar anak dan hasilnya dibukukan.