Ponirin Ponirin
Universitas Negeri Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perkembangan Amal Usaha Organisasi Muhammadiyah di Bidang Pendidikan dan Kesehatan Isma Asmaria Purba; Ponirin Ponirin
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA) Vol 1, No 2 (2013): JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance a
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jppuma.v1i2.558

Abstract

Pemikiran Politik Tan Malaka Tentang Konsep Negara Indonesia Ponirin Ponirin; Agum Patria Silaban
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 1 (2019): Puteri Hijau Vol. 4 No. 1
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v4i1.13895

Abstract

It aims to test anything that influences the Political thinking Tan Malaka about the Consept of the Indonesian State, setting aside the concept of the state in the view of Tan Malaka and putting forth the effort the makes in fulfilling the concept of a joyful state. This type of research is a study literature. As for data collection techniques in this study is a library study, it means the author did reseach by collecting books, documents, articles, scripts, and the like. With the approach: textual studies, context studies, and historical studies. The data analysis of the data is heuristic, criticism, interpretation, and presentation. From the results of the research, it is known that Tan Malaka was a hero of the independence movement, he was born in the village of Pandan Gadang, not far from the Suliki Sprout, Limopilih Koto Regency, East Sumatera. He began to think of the fate of this people who were colonized after education in the Netherlands. The influence of circumstances and understanding is like the circumstances of his people, then education that this finally influenced by Marxism and the revolutiomary movement of Europe (the French, British, and Russian Revolutions) have set the mind to a left (Communist). Long before the other leading figures of independence, Tan Malaka had designed the consep of the Indonesian state before the independent of Indonesia. He saw and compared the concept of repulic and kingdom. For him the kingdom is irrelevant to the welfare of the people. Tan Malaka would prefer the concept of a union or a republic with a democratic system. For him the people must be in charge.then it may be concluded tha the concept of the Indonesian state tha Tan Malakan was the DemocraticKey word : Tan Malaka's Point of view, Indonesian State
KEBERADAAN ETNIS BANJAR DI DESA TELADAN KECAMATAN TINGGI RAJA KABUPATEN ASAHAN Ponirin Ponirin; Hariyati Hariyati
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 2 (2019): Puteri Hijau Vol. 4 No. 2
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v4i2.16327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (a) Sejarah keberadaan Etnis Banjar di Desa Teladan Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan (b) Proses adaptasi Etnis Banjar di Desa Teladan Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan (c) Dampak Adaptasi Etnis Banjar di Desa Teladan Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif.  Untuk memperoleh data yang dibutuhkan, peneliti menggunakan metode penelitian lapangan (field research) yang dimana peneliti langsung terjun ke lapangan dan memperoleh data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode lainnya yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode study kepustakaan (library reserch) dengan mengumpulkan buku-buku yang berkaitan dengan judul penelitian. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti maka dapat diketahui bahwa keberadaan Etnis Banjar di Desa Teladan telah ada sejak abad ke-20. Yang membuat mereka sengaja datang dikarenakan terjadinya perang Banjar di wilayah asal, dan wilayah mereka tidak stabil serta sulit untuk mengembangkan usaha dagangnya maupun pertaniannya. Sehingga mereka datang ke daerah-daerah tertentu untuk mencari ketenangan hidupnya. Orang Banjar yang datang ke Desa Teladan dikarenakan tanahnya yang subur dan sangat cocok untuk dijadikan lahan pertanian serta untuk menghemat biaya hidup. Dari hasil pertanian tersebut kemudian di perdagangkan dengan orang-orang disekitar Asahan bahkan di luar Asahan. Proses adaptasi Etnis Banjar di Desa Teladan dengan cara digunakannya bahasa Indonesia dan bahasa Jawa sebagai bahasa pergaulan sehari-hari. Sedangkan dari adanya adaptasi membawa dampak bagi masyarakat Etnis Jawa yang berada di Desa Teladan dari 7 unsur Kebudayaan, seperti pada sistem kepercayaan, sistem mata pencaharian, kesenian, bahasa, sistem ilmu pengetahuan sistem teknologi dan peralatan hidup, serta sistem kekerabatan dan organisasi sosial semuanya sudah mengalami perubahan karena sudah terakulturasi dengan budaya etnis yang ada di Desa Teladan, khususnya etnis Jawa.Kata Kunci: Eksistensi, Etnis Banjar.