Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL MENUNGGU MATAHARI MELBOURNE KARYA REMY SYLADO-TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA Ardi Kurniawan, Muhammad
BAHASTRA Vol 26, No 1 (2011): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.273 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v26i1.2180

Abstract

Penelitian ini berjudul ”Kritik Sosial dalam Novel Menunggu Matahari Melbourne Karya Remy Sylado: Tinjauan Sosiologi Sastra”. Objek formal dari penelitian ini adalah kritik sosial yang terdapat dalam novel. Sedangkan objek materialnya adalah novel yang berjudul Menunggu Matahari Melbourne karya Remy Sylado. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sekaligus memahami gagasan kritik sosial yang terdapat dalam novel tersebut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk melihat sejauh mana novel tersebut mencerminkan realitas masyarakat serta latar sosial pengarang dalam menulis karya sastra tersebut.Sesuai dengan tujuan penelitian tersebut, maka teori yang digunakan adalah teori sosiologi sastra Alan Swingewood. Dalam penelitian ini akan digunakan perspektif pertama dan kedua dari teori tersebut. Perspektif pertama memandang karya sastra sebagai dokumen sosial yang di dalamnya merupakan refleksi situasi pada saat karya sastra tersebut muncul. Dengan kata lain, sastra adalah cermin masyarakat. Perspektif kedua dari teori ini memandang sastra adalah cermin situasi sosial penulisnya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Menunggu Matahari Melbourne mampu mencerminkan kondisi sosial bangsa Indonesia sekaligus menangkap berbagai masalah yang ada di sekitarnya. Realitas yang terjadi di masyarakat menjadi sumber penciptaan novel ini. Melalui karya ini, pengarang ingin menunjukkan kesenjangan antara harapan dan realitas yang terjadi di tengah masyarakat. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa Remy Sylado adalah pengarang yang peka terhadap masalah yang terjadi di sekitarnya. Ia dengan tangkas mengangkat berbagai masalah bangsa Indonesia melalui novel ini. Sebagai pengarang, ia memiliki pandangan bahwa sastra harus memberi hiburan sekaligus harapan bagi pembaca. Hal ini pula yang ia terapkan dalam menulis Menunggu Matahari Melbourne. Novel ini berusaha memotret realitas sekaligus melakukan kritik terhadap realitas yang tidak sesuai harapan. Novel ini memuat kritik sosial terhadap berbagai permasalahan bangsa, antara lain masalah kekerasan umat beragama, diskriminasi ras, korupsi yang membudaya, dan penyimpangan gaya hidup anak muda. Novel ini tidak hanya mengemukakan kritik sosial saja, melainkan memberi solusi terhadap berbagai masalah tersebut, tentu dengan sudut pandang pengarangnya. 
READING INTEREST STUDIES AT STUDENT IN INDONESIAN LITERATURE AND LANGUAGE EDUCATION DEPARTMENT, AHMAD DAHLAN UNIVERSITY Kurniawan, Muhammad Ardi; Haryadi, Haryadi; Sulistiyono, Roni
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 3, No 1 (2020): Jurnal SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the level of interest in reading, factors that affect interest in reading, and the type of reading PBSI UAD students. The method used in this research is the mix method. Data obtained using instruments in the form of observation sheets, interview guidelines, and questionnaires. Data collected through the process of observation, interview activities, and filling out the questionnaire. Data collected in the form of quantitative and qualitative data. The results of this study indicate that the reading interest of PBSI UAD students is categorized as low. This is known from the results of a survey that showed that 51.6% of PBSI UAD students had the frequency of reading one book per month. Other results show that the factors that influence the reading interest of PBSI UAD students are family, school, and environmental factors. Friendship Related to the variety of reading, it can be formulated that the reading consumed by PBSI UAD students can be quite broad and varied. These readings include books, magazines and social media.Keywords: factors forming reading interest, students, reading, reading interest, PBSI UAD
KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL MENUNGGU MATAHARI MELBOURNE KARYA REMY SYLADO-TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA Muhammad Ardi Kurniawan
BAHASTRA Vol 26, No 1 (2011): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.273 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v26i1.2180

Abstract

Penelitian ini berjudul ”Kritik Sosial dalam Novel Menunggu Matahari Melbourne Karya Remy Sylado: Tinjauan Sosiologi Sastra”. Objek formal dari penelitian ini adalah kritik sosial yang terdapat dalam novel. Sedangkan objek materialnya adalah novel yang berjudul Menunggu Matahari Melbourne karya Remy Sylado. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sekaligus memahami gagasan kritik sosial yang terdapat dalam novel tersebut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk melihat sejauh mana novel tersebut mencerminkan realitas masyarakat serta latar sosial pengarang dalam menulis karya sastra tersebut.Sesuai dengan tujuan penelitian tersebut, maka teori yang digunakan adalah teori sosiologi sastra Alan Swingewood. Dalam penelitian ini akan digunakan perspektif pertama dan kedua dari teori tersebut. Perspektif pertama memandang karya sastra sebagai dokumen sosial yang di dalamnya merupakan refleksi situasi pada saat karya sastra tersebut muncul. Dengan kata lain, sastra adalah cermin masyarakat. Perspektif kedua dari teori ini memandang sastra adalah cermin situasi sosial penulisnya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Menunggu Matahari Melbourne mampu mencerminkan kondisi sosial bangsa Indonesia sekaligus menangkap berbagai masalah yang ada di sekitarnya. Realitas yang terjadi di masyarakat menjadi sumber penciptaan novel ini. Melalui karya ini, pengarang ingin menunjukkan kesenjangan antara harapan dan realitas yang terjadi di tengah masyarakat. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa Remy Sylado adalah pengarang yang peka terhadap masalah yang terjadi di sekitarnya. Ia dengan tangkas mengangkat berbagai masalah bangsa Indonesia melalui novel ini. Sebagai pengarang, ia memiliki pandangan bahwa sastra harus memberi hiburan sekaligus harapan bagi pembaca. Hal ini pula yang ia terapkan dalam menulis Menunggu Matahari Melbourne. Novel ini berusaha memotret realitas sekaligus melakukan kritik terhadap realitas yang tidak sesuai harapan. Novel ini memuat kritik sosial terhadap berbagai permasalahan bangsa, antara lain masalah kekerasan umat beragama, diskriminasi ras, korupsi yang membudaya, dan penyimpangan gaya hidup anak muda. Novel ini tidak hanya mengemukakan kritik sosial saja, melainkan memberi solusi terhadap berbagai masalah tersebut, tentu dengan sudut pandang pengarangnya. 
Humor dalam Komik Webtoon Terlalu Cantik Karya Muhammad Ahmes Avisiena Helvin: Kajian Humor Sri Ayu Ningsih; Muhammad Ardi Kurniawan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Tiga (3) Negara: Indonesia, Taiwan dan Jor
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/a0wef969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi humor dalam komik digital Terlalu Cantik karya Muhammad Ahmes Avisiena Helvin melalui analisis elemen verbal dan visual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa panel komik yang mengandung unsur humor, yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi digital, meliputi tangkapan layar dan transkripsi dialog. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi, dengan menggunakan kerangka teori humor superioritas, pembebasan, dan keganjilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 95 data humor yang terdiri atas 84 humor keganjilan, 10 humor superioritas, dan 1 humor pembebasan. Dominasi humor keganjilan menunjukkan bahwa humor dalam komik ini lebih banyak dibangun melalui ketidaksesuaian antara harapan dan realitas yang menghasilkan efek kejutan dan absurditas. Humor superioritas muncul melalui representasi perbandingan kondisi sosial dan emosional antar tokoh, sedangkan humor pembebasan berfungsi sebagai pelepasan ketegangan emosional dalam situasi tertentu. Secara fungsional, humor dalam Terlalu Cantik didominasi oleh fungsi rekreatif sebagai hiburan, serta memiliki fungsi sosial sebagai media penyampaian kritik secara ringan.
Mathematical Knowledge for Teaching in Elementary Teacher Education: A Systematic Review with Limited Meta-Analytic Synthesis Meita Fitrianawati; Muhammad Ardi Kurniawan; Vita Istihapsari
International Journal of Learning Reformation in Elementary Education Vol. 5 No. 02 (2026): Article in Press - International Journal of Learning Reformation in Elementary
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.ijlree.002176

Abstract

This study synthesizes empirical research on Mathematical Knowledge for Teaching (MKT) in elementary teacher education through a systematic review combined with a limited meta-analytic synthesis. Following PRISMA 2020 procedures, studies published between 2015 and 2025 were identified from ERIC, Scopus, Google Scholar, Garuda Kemdikbud, and DOAJ. Fourteen quantitative and mixed-methods studies met the inclusion criteria, although only five provided sufficient statistical data for effect size estimation. Effect sizes were calculated using Cohen’s d and Hedges’ g, and pooled under a random-effects model in CMA version 3 and the R-package metafor. The findings indicate that MKT among elementary teachers, both prospective and early-career, is generally uneven across domains, with stronger performance in common content knowledge and persistent weaknesses in specialized content knowledge and horizon content knowledge, especially in fractions and geometry. The pooled effect (d = 0.62, 95% CI [0.38, 0.86], k = 5) suggests that structured pedagogical interventions can improve MKT, although the evidence base remains limited and heterogeneous. Cross-study patterns, rather than formal subgroup meta-analytic tests, suggest that teaching experience, mathematical content domain, and initial pedagogical knowledge are associated with variation in MKT outcomes. The study highlights implications for strengthening elementary teacher education curricula, particularly within the Kurikulum Merdeka framework in Indonesia, and for improving future MKT research design and reporting.