Atikah Solihah
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gegar Wacana dalam Komunikasi Lintas Bahasa Daerah Atikah Solihah
MABASAN Vol. 3 No. 2 (2009): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v3i2.109

Abstract

Kemajuan dalam bidang teknologi komunikasi dan transportasi memberikan peluang dan ruang yang lebih besar bagi masyarakat pengguna bahasa daerah yang berbeda di Indonesia untuk saling berinteraksi. Sekalipun keberadaan bahasa Indonesia diakui secara sadar sebagai bahasa persatuan, dalam komunikasi antara pengguna bahasa daerah yang berbeda masih sering muncul ungkapan-ungkapan khas daerah masing-masing. Kemunculannya sering dilakukan secara alami dan spontan sebagai perwujudan dari skemata pengetahuannya yang masih banyak dipengaruhi oleh referensi bahasa daerah. Hal itu sering menimbulkan peristiwa yang aneh dan lucu bagi pendengar yang memahami konteks sebenarnya. Akan tetapi, bagi pelaku yang sedang berkomunikasi, hal itu tidak jarang menimbulkan gegar wacana, yaitu kegagalan membentuk wacana karena pemahaman konteks wacana dan referensi ungkapan yang berbeda dari mitra tutur. Akibatnya, reaksi yang muncul pun berbeda dari yang diharapkan mitra tuturnya. Reaksi itu sering menimbulkan kebingungan atau kemarahan bagi mitra tuturnya.Gegar wacana merupakan peristiwa bahasa yang sangat berkaitan dengan sosial budaya di masyarakat multietnis. Banyak faktor yang memengaruhi munculnya gegar wacana, di antaranya penguasaan yang kurang seimbang antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Gegar wacana dapat berawal dari peristiwa bahasa alih kode, campur kode, atau inferensi yang dilakukan seseorang tanpa kesepakatan dan kesadaran dari mitra tuturnya.Kemunculan peristiwa bahasa berupa gegar wacana dalam masyarakat multietnis dan multibahasa yang memiliki bahasa daerah sebanyak 742 buah seperti di Indonesia (SIL, 2006) peluangnya sangat besar. Bagaimana latar belakang, proses, keunikan, dan pengaruh gegar wacana dalam kehidupan masyarakat dan dalam dunia pendidikan sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut.
Analysis of lexical richness three book genres based on MSTTR Atikah Solihah; Harini Harini
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v8i1.24236

Abstract

Lexical richness is one indicator of vocabulary diversity in a text and is important to study in order to understand the characteristics of language across various genres. However, to date, comparisons of lexical richness across books of different genres have been limited. Therefore, this study aims to compare the lexical richness of three Indonesian-language books, namely Visi Anak Pasar, Yang Fana Adalah Waktu, and Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, using the Mean Segmental Type-Token Ratio (MSTTR) based on lexical richness theory. This study was conducted using a mixed-methods approach, combining quantitative and qualitative methods. The quantitative approach was carried out using an explanatory technique with the MSTTR instrument. Meanwhile, the qualitative approach was carried out using corpus analysis techniques, including frequency analysis using a concordance plot, morphological analysis, and contextual analysis using the Leipzig-Corpora corpus. The results of the study show that the autobiography Visi Anak Pasar has the highest average MSTTR value, at 51.5 per cent, followed by the novel Yang Fana Adalah Waktu’ at 45.9 per cent, whilst the book Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia has the lowest average MSTTR value, at 39 per cent. These findings suggest that the personal narrative genre exhibits a higher tendency for lexical repetition compared to the other two books. Consequently, MSTTR can be used as a tool for comparing lexical characteristics across genres in a more balanced manner. Keywords: Lexical richness; Mean Segmental Type–Token Ratio (MSTTR); texs genre.