This Author published in this journals
All Journal MABASAN
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Distribusi dan Pemetaan Varian-Varian Bahasa Bajo di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat NFN Kasman
MABASAN Vol. 3 No. 2 (2009): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.706 KB) | DOI: 10.26499/mab.v3i2.110

Abstract

Penelitian yang berjudul Distribusi dan Pemetaan Varian-Varian Bahasa Bajo di Kabupaten Sumbawa dan  Kabupaten Sumbawa Barat ini ditulis pada tahun 2005. Penelitian ini tergolong ke dalam penelitian dialektologi diakronis.Adapun hal-hal yang ingin dipecahkan dalam penelitian ini antara lain: 1) ada berapakah varian masing-masing isolek Bajo di Samawa; 2) bagaimanakah hubungan kekerabatan antara isolek Bajo yang satu dengan isolek Bajo lainnya; 3) berapakah jumlah penutur dari masing-masing varian isolek Bajo di Samawa; 4) bagaimanakah sebaran geografis isolek Bajo di Samawa.Dengan demikian, Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara/cakap dengan teknik pancing, teknik catat, dan teknik rekam dengan berpedoman pada instrumen penelitian dialektologi. Dalam rangka penetuan dialek atau subdialek BBj digunakan metode pemahaman timbal balik dan  berkas isoglos. Selain metode berkas isoglos tadi, penentuan dialek-dialek atau subdialek bahasa Bajo digunakan pula metode dialektometri dan metode inovasi bersama yang berupa korespondensi.Setelah beberapa metode dan teknik analisis data diterapkan, Bahasa Bajo Samawa dapat dikelompokan ke dalam dua subdialek, yakni: 1) bahasa Bajo Subdialek Mapin-Bungin (BjSDMBg) dan 2) bahasa Bajo Subdialek Kaung-Bajo-Tano (BBjSDKBjT).
MENILIK ULANG KAMUS BAHASA SUMBAWA INDONESIA KARYA USMAN AMIN DAN A. HIJAZ H.M. NFN Kasman
MABASAN Vol. 7 No. 2 (2013): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.131 KB) | DOI: 10.26499/mab.v7i2.176

Abstract

Tulisan ini sebagai masukan terhadap keberadaan Kamus Bahasa Sumbawa-Indonesia yang ditulis oleh Usman Amin dan A. Hijaz H.M. Tulisan ini mencoba menilik kembali kamus yang dimaksud karena masih terdapat beberapa hal yang perlu ditambahkan dalam kaitannya dengan kaidah-kaidah perkamusan. Hal ini dipadang wajar karena penulis kamus tidak berlatar belakang pendidikan kebahasaan.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam kajian ini adalah metode pustaka, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode ekstralingual dan metode padan intralingual.Berdasarkan analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kamus tersebut masih terdapat beberapa kesalahan terutama yang terkait dengan kaidah-kaidah kebahasaan dan kaidah perkamusan.Kekurangan kamus tersebut, antara lain: penulisan penggunaan transkrip fonemik bahasa Samawa yang masih menyamakan antara ketiga fonem /ě/, /é/, dan /e/ padahal dalam bahasa Samawa ketiga fonem tersebut masing-masing berdiri sendiri; pembagian morfem afiks dalam bahasa Samawa yang masih tidak sesuai dengan jumlah afiks yang sebenarnya, pemenggalan kata yang belum tepat, penulisan katagori kata tiap entri yang belum ada, dan lain-lain.
Afiks Derivatif Pembentuk Kata Kerja dalam Bahasa Sumbawa Dialek Tongo NFN Kasman
MABASAN Vol. 5 No. 1 (2011): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.078 KB) | DOI: 10.26499/mab.v5i1.203

Abstract

Munculnya judul ini dilatarbelakangi oleh adanya suatu pemikiran bahwa bahasa yang memberi kendala bagi penuturnya harus mendapat penanganan yang memadai sehingga penuturnya, makalah ini bertujuan mendeskripsikan afik-afiks pembentuk kata kerja memahami azas-azas yang ada di dalam bahasanya. Dengan adanya pemahaman yang memadai terhadap azas-azas yang ada dalam bahasanya, penutur bahasa yang bersangkutan tidak akan tejebak dalam carut-marut berbahasa dan carut-marut berpikir menggunakan bahasanya. Dengan demikiandan azas atau kaidah pembentukan kata kerja dalam bahasa bahasa Sumbawa dialek Tongo. Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode distribusional dengan teknik urai unsur langsung, teknik sisip, teknik ganti, teknik oposisi biner dan metode padan dengan teknik alat penentu referen dan alat penentu bahasa lain. Melalui penerapan kedua metode tersebut, diketahuilah bahwa terdapat tujuh afiks derivatif, yakni: {ba-}, {ra-}{ i-}, { sa-}1, {sa-}, {N-}, { ka1-}, dan  {ka2-}.