This Author published in this journals
All Journal MABASAN
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kontak Bahasa antara Komunitas Tutur Bahasa Selayar dan Bahasa Sumbawa di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat Fatma Astifaijah
MABASAN Vol. 2 No. 2 (2008): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.703 KB) | DOI: 10.26499/mab.v2i2.132

Abstract

Penelitian kontak bahasa Selayar dan bahasaSumbawamerupakan salah satu kajian sosioliguistik. Dalam tulisan ini, melibatkan dua unsur, yaitu unsur sosial dan unsur kebahasaan yang terjadi pada masyarakat bilingual dan multilingual dengan cara melakukan adaptasi sosial dan adaptasi linguistik.Adaptasi sosial diperoleh hasil bahwa masyarakat tutur bahasa Selayar dan bahasaSumbawadi daerah sampel dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat tutur di mana mereka berada. Adaptasi linguistik digambarkan bahwa masyarakat tutur bahasa Selayar dan bahasa Sumbawa melakukan serapan secara timbal balik dalam bahasa Sumbawa, bahasa Selayar, dan bahasa Indonesia dengan bentuk fonologi, leksikon, baster, dan morfologi. Alih kode dan campur kode dalam bahasa Indonesia terjadi pada kedua masyarakat tutur bahasaSumbawadan Selayar. Hal ini disebabkan kedua masyarakat tutur bahasa tidak seutuhnya paham akan bahasa yang mereka gunakan, maka secara otomatis mereka akan beralih kode atau bercampur kode dengan bahasaIndonesia.Hal tersebut mengakibatkan diperolehnya hasil kecenderungan adaptasi berpengaruh pada bahasa yang dominan dan bervariasi dengan berbagai faktor antara lain geografi, sosial, budaya, usia, ekonomi, pendidikan, dan prestise (harga diri) pada setiap daerah pengamatan yang berbeda.
Distribusi dan Pemetaan Varian-Varian Bahasa Selayar di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat Fatma Astifaijah
MABASAN Vol. 1 No. 1 (2007): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.233 KB) | DOI: 10.26499/mab.v1i1.143

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling ampuh untuk menyatakan identitas suatu kelompok masyarakat. Dengan bahasa, kita dapat memperkuat kepribadian bangsa, mempertebal rasa harga diri, dan sebagai alat kebanggaan nasional serta kesatuan nasional.Di wilayah  Nusa Tenggara Barat, bahasa yang digunakan secara garis besar ada empat bahasa yaitu bahasa Bali, bahasa Sasak, bahasa Sumbawa, dan bahasa Bima. Di samping itu ada bahasa lain seperti bahasa Jawa, bahasa Bugis, bahasa Selayar, dan bahasa Sunda yang jumlah pemakainya tidak sebesar empat bahasa tersebut. Salah satu bahasa yang dijadikan sebagai bahan penelitian adalah bahasa Selayar. Bahasa Selayar merupakan salah satu variasi dialek dari bahasa Makasar. Bahasa Selayar di Provinsi Nusa Tenggara Barat hanya ada di daerah pesisir pantai Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar.
Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Surat Dinas di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Barat Fatma Astifaijah
MABASAN Vol. 1 No. 2 (2007): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.839 KB) | DOI: 10.26499/mab.v1i2.297

Abstract

 Surat merupakan sarana komunikasi yang sangat efektif dan strategis untuk menyampaikan informasi secara tidak langsung. Dengan surat, kita dapat menyampaikan maksud sesuai dengan keinginan. Untuk itu, kita perlu memperhatikan kaidah penulis surat yang berhubungan dengan diksi, kalimat, dan EYD.
Distribusi Bahasa-Bahasa dan Varian-Variannya di Sumbawa Barat Fatma Astifaijah
MABASAN Vol. 1 No. 2 (2007): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mab.v1i2.298

Abstract

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri atas berbagai suku atau kelompok etnis yang membuthkan ragam kebudayaan secara tidak langsung diikuti pula ragam bahasa daerah. Jaminan kemungkinan kehidupan pembinaan dan pengembangan dapat ditegaskan dalam UUD 1945, Bab XV pasal 36.Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan wilayah lintas budaya dan lintas agama sehingga secara tidak langsung bahasa yang ada di wilayah ini tumbuh berbagai macam ragam bahasa daerah. Tumbuh dan berkembangnya bahasa daerah diikuti dengan aturan/kaidah yang berbeda dan kemungkinan terjadinya persamaan bahasa pula.Kabupaten Sumbawa Barat khususnya daerah Taliwang merupakan salah satu wilayah yang kaya dengan bahasa daerah. Wilayah ini merupakan wilayah potensial bagi perkembangan bahasa daerah karena daerah ini merupakan pusat pemerintahan, perdagangan, pertanian, dan peternakan.