This Author published in this journals
All Journal MABASAN
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Distribusi dan Pemetaan Varian-Varian Bahasa Bali di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat Siti Raudloh
MABASAN Vol. 1 No. 1 (2007): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.365 KB) | DOI: 10.26499/mab.v1i1.148

Abstract

Penelitian ini mengkaji distribusi dan pemetaan varian-varian bahasa Bali di KabupatenSumbawadan Kabupaten Sumbawa Barat dengan menggunakan pendekatan dialektologi diakronis.        Dalam penelitian ini ada empat daerah pengamatan, yaitu 1). Dusun Mekar Sari, Desa Sepayung, Kecamatan Pelampang, 2). Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, 3). Desa Rhee Kecamatan Rhee, dan 4). Dusun Kokarlian, Desa Poto Tano, Kecamatan Seteluk.Bahasa Bali yang ada di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat mempunyai empat dialek, yaitu Dialek Mekar Sari (DM), Dialek Uma Sima  (DU), Dialek Rhee (DR), dan Dialek Kokarlian (DK). Adapun mengenai hubungan kekerabatan, DM memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan DU,  DR memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan DM dan DU, sedangkan DK memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan DM.
LEKSIKAL PENANDA UKURAN WAKTU BAHASA JAWA PADA MASYARAKAT DESA KLOPODUWUR, KECAMATAN BANJAREJO, KABUPATEN BLORA, JAWA TENGAH Siti Raudloh
MABASAN Vol. 6 No. 2 (2012): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.066 KB) | DOI: 10.26499/mab.v6i2.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan leksikal penanda ukuran waktu dalam sehari semalam pada masyarakat Desa Klopoduwur. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode cakap dan metode simak. Selanjutnya untuk menganalisis data menggunakan metode padan intraligual. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahasa Jawa sangat kaya akan leksikal-leksikal penanda ukuran waktu yang tidak dimiliki oleh bahasa lain. Kata ‘wayah’ hanya bisa dijajarkan dengan kata yang mempunyai pesan makna ‘melingkar atau berulang’. Penjajaran kata baik yang berupa morfem bebas maupun polimorfemis pada pembentukan leksikal penanda ukuran waktu mempunyai makna gramatikal ’waktu’ dan makna metaforis.