Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Program Penguatan Pendidikan Karakter di Kabupaten Kulon Progo Daris Yulianto; Lulu Anastesi Sayekti; Sugiyanto Sugiyanto
Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area Vol 8, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/publika.v8i2.4313

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan evaluasi program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di  Kulon Progo DIY. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumensi, FGD. Teknik analisis data menggunakan analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa kriteria Efektivitas dan Perataan dinilai belum optimal. Hal ini terlihat pada implementasi SIM PendekarKU masih mengalami kendala seperti tidak tersedianya jaringan internet di beberapa satuan pendidikan, dan masyarakat tidak mengetahui dan enggan menggunakan aplikasi SIM. Pada kriteria Perataan, tidak ada dukungan pembiayaan khusus program PPK di satuan pendidikan setingkat TK. Kriteria Efisiensi, Kecukupan, Responsivitas, Ketepatan dinilai baik. Peneliti merekomendasikan program ini dilanjutkan dengan perbaikan. Implikasi lain adalah program PPK dapat diterapkan di daerah lain dengan kearifan lokal masing-masing daerah.Kata Kunci : Evaluasi, Pendidikan, Karakter
Inovasi Pengembangan Wisata Kampung Nelayan di Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Endeurahan Tetandara, Rukun Lima, dan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende Sugiyanto Sugiyanto; Mohammad Kus Yunanto; Daris Yulianto
PERSPEKTIF Vol 9, No 1 (2020): PERSPEKTIF - January
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v9i1.2996

Abstract

The tourism sector is considered as a stimulant of regional economic activity. However, innovative strategies are needed in developing existing local potential. The purpose of this research is to contribute ideas in solving the problem of the lack of community welfare in Tetandara Village, Rukun Lima, Paupanda. Some of the problems include: limited infrastructure to support tourism, poor quality of human resources, poverty, and the majority of the population living in slums. This research uses a qualitative method with a case study approach. The source of the data obtained through interviews and Focus Group Discussions. Based on the results of research in three study locations the need for tourism development while still paying attention to aspects of attraction, accessibility, convenience, and ancillary. The three study locations have similarities in terms of geography and the main economic activities that are in the coastal area and fishermen are the dominant livelihoods. On the one hand, the main problem lies in poverty with minimal income. The concept of development innovation is fishing village tourism that not only looks at physical development but also pays attention to its non-physical aspects, such as local institutions that are closely related to human resources. Required the formation of Pokdarwis institutions that must work together with cooperatives and BUMDesa as a form of support for the sustainability of tourism
Customer Experience sebagai Alternatif Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (Studi Kasus: Kantor Imigrasi Yogyakarta) Daris Yulianto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6741

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penerapan customer experience (CX) sebagai alternatif peningkatan kualitas pelayanan pada sektor publik, yang mengambil studi kasus di Kantor Imigrasi Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumensi,  dan FGD. Teknik analisis data menggunakan analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa unsur-unsur CX secara tidak langsung sudah diterapkan sehingga berdampak positif pada nilai IKM sangat baik, seperti tahun 2022 dengan nilai 17,30 dari nilai maksimal 17,50. Artinya kualitas layanan publik yang prima dapat tercapai dengan penerapan dimensi CX, yang meliputi sense, feel, think, act dan relate. Walaupun masih ada yang perlu ditingkatkan terutama pada dimensi sense, yaitu pada sempitnya ruang layanan dan feel yaitu pada kebersihan saat proses layanan. Peneliti merekomendasikan prespektif CX ini untuk dilanjutkan dan disempurnakan. Implikasi lainnya adalah CX ini dapat diterapkan pada institusi pelayanan publik lainnya sehingga memberikan kontribusi dalam mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat menuju good governance yang unggul.