Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MAKNA LEKSIKAL PERALATAN TRADISIONAL PRODUKSI BIDANG PERTANIAN SAWAH MASYARAKAT KAILI DI SULAWESI TENGAH M. Asri B.
MABASAN Vol. 13 No. 1 (2019): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.267 KB) | DOI: 10.26499/mab.v13i1.241

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang memuat kajian tentang peralatan tradisonal produksi bidang pertanian sawah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan makna leksikal peralatan tradisonal produksi bidang pertanian sawah di Kabupaten Sigi dan (2) mendeskripsikan fungsi atau kegunaan peralatan tradisonal bidang pertanian sawah di Kabupaten Sigi.  Sumber data penelitian ini adalah peralatan tradisonal bidang pertanian sawah  di Kabupaten Sigi. Subjek penelitian ini adalah masyarakat petani sawah suku Kaili  yang bertempat tinggal di Kabupaten Sigi. Objek penelitian ini adalah peralatan tradisonal produksi bidang pertanian sawah di Kabupaten Sigi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis makna leksikalnya dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara garis besar, terdapat lima jenis peralatan tradisional produksi pertanian sawah masyarakat Kaili di Sulawesi Tengah dengan fungsi masing-masin, yaitu (1) alat pengolahan tanah, yang memiliki tiga nama alat tradisional, yaitu salaga,  pompoe,  pomanggi;  (2) alat penanaman, yang memiliki tiga nama alat tradisional, yaitu:  pohudu, bingga atau rombe, polemba; (3) alat pemeliharaan tanaman, yang memiliki sembilan nama alat tradisional, yaitu: pomanggi, taono, harenggo,  popuji,  pohive,  pandole, huwa,  kate, dan povante; (4) alat pemungutan hasil, yang memiliki sembilan  nama alat tradisional, yaitu: pula, kato, tali, layo/tonda, gampiri, harenggo, dopipoboba, ompa,  dan  tap; dan (5) pengolahan hasil, yang memiliki tiga  nama alat tradisional, yaitu: nonju patahuda, alu, dan  nonjupompeohe.
MEDAN MAKNA ALAT RUMAH TANGGA DARI TANAH LIAT DAN BATU PADA MASYARAKAT KAILI M. Asri B.
Multilingual Vol 14, No 1 (2015): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.368 KB) | DOI: 10.26499/multilingual.v14i1.49

Abstract

Abstract This paper is about the description of semantic field of housewares made from clayand stone in Kaili society. The method used in this research was descriptive withrecording and interviewing method. The analysis was processing by grouping,classifying the similar and dissimilar data and classifying the similar but differentdata into another group. The data were analysing into seventeen houseware’svocabularies based on the material and function. Based on the material, there are clayand stone houseware. Based on the function, it can be use as (1) grilling and cookingplace (2) saving, placing (3) grinding, milling (4) illuminating, (5) heating andgrilling, (6) protecting, and (7) sharpening.
Analisis kesalahan Diksi dan Kalimat dalam Surat Dinas pada Kantor Wali Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan M. Asri B.
Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 2 No 1 (2014): Gramatika, Volume II, Nomor 1, Januari--Juni 2014
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.56 KB) | DOI: 10.31813/gramatika/2.1.2014.79.39--50

Abstract

Aspects of language in official letter is a very vital thing. It’s possible because through language, important official information can be well achieved. Therefore, the language in the official letters needs to be organized in such a way. The method used in this research was descriptive analytical method with documentation technique. The purpose of this study was to describe the forms of diction and sentences errors in official letters in Makassar’s Mayor Office. The results obtained were the findings of thirteen errors of language comprising six forms of diction errors together with seven forms of sentence errors.