Geguritan merupakan salah satu karya sastra Bali Tradisional yang masih ada dan berkembang dikalangan masyarakat Bali. Salah satunya adalah Geguritan Ratna Wilis. Geguritan Ratna Wilis menceritakan tentang bagaimana pentingnya menjaga kelestarian alam. Mengingat ajaran Tri Hita Karana yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan lingkungan (palemahan) maka peneliti sangat tertarik mengkaji lebih lanjut isi dari naskah tersebut. Mengingat keberadaan alam yang semakin tidak bersahabat seperti halnya banjir, tanah longsor, yang keberadaannya meresahkan masyarakat, oleh karena itu lewat karya sastra Geguritan Ratna Wilis masyarakat dapat memahami cara menjaga alam dan lingkungannya agar tetap lestari, seperti halnya tidak boleh menebang pohon sembarangan, tidak boleh memburu binatang yang patut dilestarikan seperti gajah, macan dan burung. Dengan adanya karya sastra tersebut, supaya masyarakat menjaga dan melestarikan alam lingkungannya. Seperti menjaga hutan, karena hutan sebagai sumber mata air selain itu hutan juga sebagai tempat satwa atau binatang-binatang.Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang akan dibahas yakni: (1) Bagaimanakah Satuan Naratif yang membangun Geguritan Ratna Wilis ?, (2) Nilai-nilai pendidikan apa sajakah yang terkandung dalam Geguritan Ratna Wilis ?, (3) Bagaimanakah konsep pelestarian alam dalam Gaguritan Ratna Wilis ?. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Satuan Naratif yang membangun Geguritan Ratna Wilis.(2) nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Geguritan Ratna Wilis.(3) keterkaitan antara Geguritan Ratna Wilis dengan konsep pelestarian alam.Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yakni: Teori Sosiologi Sastra, Teori Semiotika, dan Teori Nilai. Metode yang dipakai untuk mengumpulkan data yakni: metode observasi, metode studi kepustakaan, metode pencatatan dokumen dan metode hermeneutika. Metode yang dipakai untuk menyajikan data yakni dengan reduksi data, display serta penyimpulan dan verifikasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan (1) Geguritan Ratna Wilis dibangun oleh satuan naratif yang utuh, seperti unit mukha, unit pratimukha, unit garbha, unit vimarśa, unit nirvahana, serta tema dan amanat. (2) Nilai pendidikan yang terkandung dalam Geguritan Ratna Wilis yakni (a) nilai etika, (b) nilai kesetiaan, (c) nilai religius. (3) Dari cerita dalam Geguritan Ratna Wilis tersebut dapat digunakan sebagai pedoman untuk kehidupan sesama masyarakat, terkait dengan konsep pelestarian alam yakni pelestarian lingkungan, dengan cara tidak membabat pohon-pohon yang ada di hutan sembarangan. Serta pelestarian fauna atau binatang dengan cara tidak memburu satwa langka yang patut dijaga dan dilestarikan.Kata-kata Kunci: Pelestarian Alam, Geguritan Ratna Wilis.