Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GEMPA BUMI BATAVIA 1699 DAN 1780: MEMORI KOLEKTIF KEBENCANAAN: Batavia’s 1699 and 1780 Earthquake: Disaster Collective Memory Omar Mohtar
Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat 2021: PROSIDING SEMINAR ARKEOLOGI 2020
Publisher : Balai Arkeologi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24164/prosiding.v4i1.7

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk membangkitkan kembali memori kolektif kebencanaan gempa bumi di Jakarta. Sejarah mencatat, Jakarta yang dahulu bernama Batavia pernah beberapa kali diguncang gempa bumi. Guncangan yang paling besar yang pernah mengguncang Batavia adalah gempa bumi tahun 1699 dan 1780. Gempa bumi tahun 1699 membuat kerusakan yang cukup parah. Banyak bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi tersebut. Kondisi ini diperparah dengan rusaknya jaringan air minum dan saluran pembuangan serta kondisi cuaca Batavia saat itu yang membuat banyak orang-orang Belanda di Batavia meninggal dunia. Banyaknya orang Belanda yang meninggal membuat Batavia saat itu mendapat julukan graf der Hollanders atau kuburan orang-orang Belanda. Bencana alam yang pernah terjadi di Batavia pada masa lalu, sangat penting untuk selalu diingat. Narasi dari sejarah bencana alam, yang dalam tulisan kali ini berfokus pada gempa bumi, dapat menjadi memori kolektif pengingat bencana. Memori kolektif ini kemudian menjadi penting sebagai salah satu cara agar masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana gempa bumi menjadi lebih waspada terhadap bencana yang mengintai mereka. Sebagai manusia, hendaknya sesekali melihat ke masa lalu agar dapat memahami bencana yang pernah terjadi. Dengan demikian, kita dapat mengetahui potensi bencana yang mungkin akan terjadi di masa depan dan menjadi lebih siap untuk menghadapinya.             
PARTICIPATING IN MAINTAINING WORLD PEACE: THE DEPLOYMENT OF KONTINGEN GARUDA I TO EGYPT IN 1957: Ikut Serta Menjaga Ketertiban Dunia: Pengiriman Kontingen Garuda I ke Mesir 1957 Omar Mohtar; Muhammad Hasan Izzurrahman
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 2 (2026): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i2.6531

Abstract

This study explains the reasons behind the deployment of the Kontingen Garuda I to Egypt and the tasks carried out during their mission from January to September 1957. The research uses the historical method, which includes several steps such as topic selection, heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. In this study, the author uses primary sources such as newspapers and publications from the Ministry of Information of the Republic of Indonesia that are relevant to the research theme. Based on the analysis of several primary sources, the deployment was motivated by the escalating tensions between Egypt and France, the United Kingdom, and Israel during the Suez Crisis. The dispatch of Kontingen Garuda I represented Indonesia’s free and active foreign policy as well as its effort to participate in maintaining world peace. While in Egypt, the Kontingen Garuda I was assigned to maintain security along the Egypt–Israel border and to repair roads and infrastructure in their area of operation.